
Menjelang sore, seperti yang di janjikan Arzan jika laki-laki ini meminta penjelasan pada Aira. Mereka duduk di ruang keluarga, wanita ini nampak seumur dengan Arzan dan Aarav. Wajah nya yang tegas dan dewasa membuat Aarav terus mencuri pandang ke arah wanita itu.
"Jelaskan tentang diri mu!" perintah Arzan.
"Jangan galak ngakak bee." tegur Jova mencubit lengan suami nya.
"Kau ini, suka sekali mencubit ku!" seru Arzan mengusap lengan nya yang seperti di sengat tawon.
"Kapan Aira akan menjelaskan jika kalian saja ribut sendiri." ujar Aarav merasa kesal pada pasangan suami istri ini.
"Oh ya, aku melihat bekas tato di lengan mu. Dari kelompok mana kau berasal?" tanya Arzan penasaran.
"Black Crow!" jawab Aira jujur, "Dulu aku adalah pengawal pribadi salah satu pengusaha yang ada di kota ini." jelas Aira.
"Lalu, kenapa kau di buang oleh mereka?" tanya Aarav.
"Karena aku sudah membocorkan rencana mereka pada pihak kepolisian tentang kejahatan yang mereka lakukan selama ini." tutur Aira membuat Arzan dan Aarav saling pandang dengan keberanian Aira.
"Kau sangat hebat!" puji Jova.
"Ngomong-ngomong, kalau aku boleh tahu kenapa kalian ada di sana dan menolong ku?" tanya Aira yang penasaran.
"Karena mereka sudah masuk ke dalam wilayah ku. Jadi, aku ingin melihat sendiri apa yang mereka lakukan." ujar Arzan.
"Dia seorang mafia yang bekerjasama dengan polisi untuk mengungkap dunia bawah tanah." kata Aarav memberitahu Aira membuat wanita ini terkejut.
__ADS_1
"Pasti kau yang saat ini sedang di cari mereka." ujar Aira membuat ekspresi Arzan berubah.
"Siapa yang kau maksud?" tanya Arzan.
"Mereka mencari orang yang sudah memasukan Lucas dan Afkar ke dalam penjara." jawab Aira membuat Arzan dan Aarav langsung terkejut.
"Siapa bos mu?" tanya Arzan melebarkan mata nya.
"Aku tidak tahu siapa orang nya karena selama ini aku bekerja dengan orang yang berbeda namun semua pekerjaan kami di atur oleh seseorang yang biasa di panggil Mr.Brams." ujar Aira namun Arzan tidak mengenal nama itu.
"Siapa lagi mereka bee?" tanya Jova.
"Entahlah, aku pergi sebentar bee!" ujar Arzan bergegas masuk ke dalam ruang kerja nya.
Aira mulai canggung, apa lagi Aarav selalu menatap nya hingga membuat wanita itu menjadi salah tingkah.
"Apa sih kau ini...!" gerutu Aarav.
"Setelah ini kau akan kemana Aira?" tanya Jova.
"Aku tidak tahu, mereka tahu aku masih hidup pasti mereka sedang mencari ku sekarang." ujar Aira mulai bingung dengan diri nya sendiri.
"Jika kau mau, kau boleh bekerja pada ku." sahut Arzan yang baru saja keluar. "Seperti nya kau pandai bela diri, kau bisa menjadi pengawal pribadi istri ku."
"Bukankah sudah ada David, kenapa harus Aira?" tanya Aarav yang tidak setuju.
__ADS_1
"Kenapa kau jadi mengatur?" tanya Arzan heran.
"Aira seperti nya bisa membantu kita jika kita ada pekerjaan di luar!" ujar Aarav.
"Kau ini, lebih baik dia tinggal di mansion menemani Jova. Pekerjaan kita tidak harus melibatkan perempuan apa lagi itu pekerjaan yang berbahaya. Apa kau ingin dia kenapa-kenapa?" tanya Arzan langsung membuat Aarav bergeleng kepala.
"Sebenarnya, apa yang kalian ributkan ini, Aira nya aja belum tentu mau?" ujar Jova membuat ke dua pria itu langsung bertanya pada Aira secara bersamaan.
"Bagaimana Aira?" tanya ke dua laki-laki itu.
"Kau bersama ku saja Aira, aku tidak punya teman di sini." kata Jova.
"Iya, aku akan jadi pengawal mu. Lagian, kau sedang hamil jadi butuh seseorang yang bisa kau ajak berkeluh kesah." ujar Aira yang setuju dengan Jova, lagian wanita itu juga sudah lelah bekerja sebagai pengawal orang jahat.
"Kau memang pengertian, tidak seperti suami ku ini." ucap Jova langsung mendapatkan lirikan tajam dari suami nya.
"Aira, jika kau bekerja dengan kami kau telinga mu harus tahan banting." ujar Aarav membuat Aira langsung mengerutkan kening nya.
"Kenapa?" tanya wanita itu.
"Kenapa dua orang yang ada di depan mu ini kalau sudah beradu mulut bisa membuat gendang telinga mu pecah!" jawab Aarav kesal.
"Gaji mu ku potong!" seru Arzan langsung membawa istri nya pergi ke kamar.
"Tidak apa kau potong gaji ku asal aku bisa tinggal di sini....!" ucap Aarav setengah berteriak dan hanya di tanggapi lambaian tangan oleh Arzan.
__ADS_1
Aarav kemudian mengajak Aira untuk berkeliling agar wanita ini bisa mengenal tempat ini. Aira sangat terkejut ketika mengetahui jika mansion ini di lengkapi tempat latihan yang memiliki fasilitas sangat lengkap. Bahkan, ruang senjata yang super lengkap dan canggih. Tidak lupa Aira semakin terkejut ketika melihat ruangan seperti penjara.