Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
53.Aku Ingin


__ADS_3

"Aku tidak mau tahu, kau harus bisa membunuh Arzan untuk ku!" Lucas meninggikan suara nya, membuat Alex langsung tunduk pada pria itu. Sebenarnya, Alex tidak tahu sebab apa Lucas ingin sekali membunuh Arzan.


"Tidak mudah untuk mengahabisi Arzan, dia memiliki pelindung yang kuat di belakang nya." jawab Alex.


"Dasar bodoh!" umpat Lucas dengan nada tinggi.


"Kenapa kau membentak anak ku brengsek?" tanya suara tinggi yang baru saja masuk ke dalam rumah Alex.


Semua orang menoleh termasuk Lucas, "Owh,...Afkar, saudara ku apa kabar?" tanya Lucas memeluk Afkar.


"Jawab aku, kenapa kau mengatai anak ku bodoh?" tanya Afkar kesal.


"Duduk dulu adik ku, aku harus memberitahu mu sesuatu." ujar Lucas membuat Afkar pemasaran.


"Apakah itu?" tanya nya.


"Ternyata, salah satu anak Dirgham masih masih hidup." ujar Lucas memberitahu hingga membuat Afkar terkejut. "Aku khawatir dia akan membalas dendam. Kemarin, dia sendiri menyatakan jika bocah itu akan membunuh ku dan membunuh mu juga." tutur Lucas semakin membuat Afkar khawatir.


"Kenapa kita melewatkan nya malam itu?" Afkar kesal.


"Apa paman dan Daddy ingin membunuh Arzan? aku tahu titik lemah nya!" Alex memotong omongan dua pria itu.


Lucas dan Afkar langsung menatap serius pada Alex, "Katakan!" seru Afkar.


"Arzan memiliki seorang istri, dan perempuan itu adalah titik lemah Arzan." ujar Alex memberitahu "Jika ingin menangkap Arzan, kita harus menculik istri nya terlebih dulu."


"Bahkan kau pernah gagal melakukan penculikan itu, lalu kenapa kau menyarankan untuk menculik gadis itu kembali?" tanya Lucas.


"Karena memang hanya perempuan itu satu-satunya nya yang menjadi titik lemah Arzan." sekali lagi Alex menegaskan.


Mereka kemudian menyusun rencana untuk menculik Jova kembali lalu membunuh Arzan. Alex merasa puas karena sekarang ada dua orang hebat yang berada di belakang nya.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, salah satu anak buah mereka memberitahu seseorang tentang rencana mereka. Melvin hanya bisa menarik nafas panjang, meskipun Jova telah menikah dengan Arzan namun laki-laki itu tidak ingin jika Jova berada dalam bahaya lagi.


Untuk pertama kali nya Melvin mengajak Arzan untuk bertemu, kali ini Arzan datang bersama dengan Aarav. Melvin kemudian menceritakan rencana Alex pada Arzan.


"Dari mana kau tahu?" tanya Arzan penasaran karena lelaki itu takut juga jika ini hanyalah pancingan mengingat jika Melvin masih ada hubungan saudara dengan Alex.


"Aku menyelipkan beberapa anak buah dalam kelompok mereka. Jadi, kau jangan beranggapan jika aku bekerjasama dengan mereka!" ujar Melvin menebak isi kepala Arzan. "Jika mereka bisa bekerja sama, kenapa kita tidak?"


"Apa jaminan mu jika kau tidak bekerjasama dengan mereka?" tanya Arzan seperti menantang Melvin.


"Kau bunuh saja adik ku!" seru nya dengan mimik wajah serius.


Arzan terdiam, laki-laki itu setuju mengikuti rencana Melvin. Ketiga nya saling bertukar cerita, di beberapa kesempatan Arzan mencoba mengulik kembali kebencian dan dendam Melvin pada Afkar dan Lucas. Arzan sudah yakin jika mereka sama-sama memiliki dendam pada dua orang yang sama.


Bukan takut atau apa, hanya saja Arzan berpikir jika pekerjaan nya akan jauh lebih ringan jika di bantu oleh Melvin. Setelah itu, Arzan langsung pulang sedangkan Aarav masih betah mengobrol bersama Melvin. Sebelum pulang Arzan membelikan dulu pesanan istri.


"Kenapa rasa keju?" tanya Jova dengan wajah masam.


"Gak mau, mau nya yang rasa greentee!" rajuk Jova. "Gak ada usaha nya sama sekali, kan masih banyak toko kue yang lain!" gerutu nya kesal.


Arzan hanya menggaruk tengkuk nya tak gatal, lalu berkata di dalam hati nya, "Sabar Arzan, ingat hormon!"


"Ya udah, kue nya aku makan. Tapi, sebagai ganti nya kau harus membuatkan ku jus alpukat ya bee." ujar Jova langsung di iyakan oleh suami nya. Sejak hamil, Jova sangat suka minum jus alpukat.


Arzan pergi ke dapur, untuk membuatkan jus permintaan istri nya. Tapi, ketika Arzan kembali ke kamar kue yang sempat di tolak oleh Jova sudah habis.


"Di mana kue nya bee?" tanya Arzan sambil menyodorkan segelas jus.


"Sudah ku habiskan bee. Sayang kalau mubazir." ucap nya tanpa merasa bersalah sudah marah-marah tadi.


Arzan hanya bisa menelan ludah nya kasar, lalu bertanya, "Anak itu, belum lahir saja sudah pandai mengerjai orang tua nya, bagaimana jika dia sudah lahir dan besar nanti?"

__ADS_1


"Anak cerminan orang tua, apa kau tidak pernah bercermin bagaimana sikap mu selama ini?" tanya Jova menghakimi suami nya.


"Kau sama saja bee, kenapa jadi mengatai ku?" Arzan tidak terima.


"Tapi kau jauh lebih parah dari aku bee!" seru Jova tidak mau kalah. "Anak kalau tidak mirip orang tua nya mau mirip siapa? tetangga? kau sendiri saja tidak memiliki tetangga!" ujar Jova.


"Suka sekali mengatai ku!" kata Arzan mulai geram dengan istri nya.


"Aku bicara kenyataan bee, jadi jangan marah. Selama ini kau hanya bertetangga dengan monyet di hutan sana!"ujar Jova di iringi tawa nya.


Pada akhirnya, Arzan memilih diam dan mengalah karena jika mengikuti istri nya perdebatan tidak jelas itu akan berlanjut sampai malam.


Selesai makan malam pasangan suami istri itu kembali ke kamar. Arzan menyiapkan vitamin yang harus di minum istri nya sebelum tidur. Bahkan, di banding Jova malah Arzan yang terlihat lebih menjaga kandungan istri nya.


Sejak di nyatakan hamil, Arzan tidak berani menyentuh istri nya. Sehingga, malam ini pria itu sangat gelisah karena diri nya butuh obat penenang jiwa.


"Bee, jika kita melakukan nya bagaimana?" tanya Arzan mencoba bertanya pada istri nya.


"Apa nya bagaimana?" tanya Jova bingung.


"Sudah beberapa hari aku kita tidak tuit-tiut, aku ingin malam ini bee!" kata Arzan malu.


Jova tidak menjawab, gadis itu malah maju terlebih dahulu. Entah kenapa Jova jadi sangat agresif malam ini, mencium suami nya bahkan gadis ini terkesan nakal malam ini.


"Aku ingin di sentuh bee." bisik Jova manja.


"Aku suka kau malam ini bee," ujar Arzan lalu meraup bibir manis istrinya. Memberikan sentuhan yang bisa membuat Jova melayang aduhai. Bahkan, Jova mengambil inisiatif sendiri untuk memulai. Arzan suka istri nya malam ini, pria ini mengikuti apa mau istri nya.


"Pasti bawaan hormon!" batin Arzan merasa senang.


Lelaki itu, sudah tidak tahan karena sudah menahan nya selama beberapa hari. Pada akhirnya, ke dua nya saling memagut menyatu jadi satu. Arzan melakukan nya dengan sangat lembut, memberi kenyamanan pada istri nya yang sedang hamil ini. Bahkan, berkat permainan suami nya yang sangat lembut, malam ini Jova di buat mabuk kepayang oleh suami nya dengan beberapa kali memuncak. Lebih puas lagi ketika Arzan dan Jova saling memuncak bersama, dengan keringat yang menyatu di tambah lagi kehangatan dari kenikmatan yang mereka ciptakan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2