Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
38.Aku Minta Maaf Sayang


__ADS_3

Ke dua nya saling pandang, Jova bingung ingin bersikap bagaimana. Gadis ini sudah tahu sebab apa yang menjadi Arzan seorang laki-laki kejam. Namun tidak di pungkiri jika diri nya merasa takut pada Arzan. Tidak, bukan perkara kematian ayah nya. Ada atau tidak ayah nya dalam hidup Jova, itu sama sekali tidak berpengaruh.


Matahari mulai condong ke barat, namun sepasang suami istri itu masih sibuk menimbang hati masing-masing. Dengan tatapan yang terus tertuju pada mata istri nya, Arzan melangkah maju pelan-pelan. Meraih ke dua tangan yang sudah beberapa hari ini dia rindukan, belaian dan juga aroma tubuh istri nya.


Jova tidak menolak atau pun berontak, gadis ini hanya diam mematung terhipnotis. Tangan kekar Arzan menggenggam erat tangan kecil istrinya. Di cium nya punggung tangan itu, kemudian laki-laki itu jatuh dalam pelukan istri nya.


"Apa kau tahu betapa rapuh nya hidup ku bee? hari-hari ku hanya di penuhi oleh dendam atas kematian keluarga ku. Apa kau tahu bagaimana rasa sakit nya ketika melihat ibu yang kita cintai mati dalam keadaan mengenaskan?" pria itu bertanya dengan suara lesu, terdengar jelas jika laki-laki ini memiliki kesedihan yang teramat mendalam. Jova lagi-lagi hanya diam, gadis ini bisa merasakan kesedihan suami nya. "Di umur ku yang ke lima belas tahun, aku sudah kehilangan segala nya di dalam hidup ku. Mereka membunuh keluarga ku, merampas paksa apa yang sudah di bangun ayah ku dari nol. Perjuangan ku untuk membangkitkan kembali perusahaan keluarga ku membuat semua orang memandang rendah diri ku, mereka bilang usia ku masih terlalu kecil tapi aku tidak peduli. Hingga suatu hari, seseorang datang untuk membantu ku. Menjadikan ku laki-laki yang sangat kejam, berulang kali usaha ku gagal bahkan satu-satu nya orang yang dulu ku sangat ku cintai juga meninggalkan ku. Membuat ku hati ku semakin dingin, dan aku telah berjanji pada diri ku sendiri untuk menemukan orang-orang yang sudah membunuh keluarga ku." pria ini bercerita dalam pelukan istri nya.


Perlahan Jova mengangkat ke dua tangan nya, mengusap punggung pria yang baru saja menceritakan perihal masa lalu nya. "Ku pikir hidup ku yang paling sedih, ternyata masih ada orang masa lalu nya lebih menyakitkan dari diri ku." kata Jova.


"Aku sudah memberitahu mu alasan di balik aku menjadi seorang mafia seperti ini. Sekarang terserah mu bagaimana? tapi, aku harap kau bisa menerima kekurangan ku yang seperti ini." Arzan berkata dengan nada memohon.


"Mendengar kata-kata mu ini, aku merasa jika kau tidak mencintai ku!" seru Jova mendorong tubuh suami nya.


"Kata siapa? aku sangat mencintaimu!" sanggah Arzan.


"Nyatanya, kau memberi ku pilihan tadi." sahut gadis itu kesal.


Arzan menggaruk kepala nya tak gatal, pria ini bingung ingin bersikap seperti apa. Arzan tidak bisa membedakan antara serius atau tidak nya dari ucapan yang keluar dari mulut istri nya.


"Kenapa diam saja? apa kau sudah tidak mau memeluk ku lagi?" tanya Jova sedikit merajuk.

__ADS_1


"Tadi sudah ku peluk tapi kau mendorong ku. Jadi aku takut untuk memeluk mu." jawab Arzan.


"Itu kan tadi, sekarang ya beda lagi." sahut Jova, gadis itu langsung berinisiatif memeluk suami nya hingga membuat Arzan terkejut. "Aku rindu dengan Tarzan ku." kata Jova dengan suara manja nya.


"Lelaki selalu salah." batin Arzan geram. Pria itu kemudian memeluk istri nya erat-erat. "Terimakasih sudah memaafkan ku bee." bisik Arzan. Nama nya juga lelaki normal, Arzan yang sudah tidak tahan membendung kerinduan pada istri nya langsung mencumbu istri nya tanpa ampun. Bahkan, menjelang senja itu bukan hanya ciuaman manis yang terjadi. Tapi Arzan dan Jova juga melepas kerinduan mereka di atas tempat tidur. Bukan hanya di atas tempat tidur, Arzan yang balas dendam juga memangsa istri nya di kamar mandi juga.


Bahagia rasa nya pria itu ketika melihat wajah istri nya yang kembali ceria seperti biasa nya. Kejutan yang sudah di persiapkan oleh Arzan juga di tunda pria itu karena malam ini diri nya hanya ingin berdua bersama sang istri.


"Jangan menyembunyikan hal apa pun dari ku. Aku tidak suka." kata Jova saat mereka sedang menikmati makan malam.


"Iya bee, aku minta maaf sayang." ucap Arzan dengan lembut.


"Apa kata teman-teman ku, jika suami ku seorang mafia?" tanya Jova sejenak berpikir.


"Bagaimana keadaan Melvin? astaga, pria brengsek itu juga membohongi ku selama ini." ucap Jova kesal. "Hidup ku kenapa jadi seperti ini? di kelilingi oleh orang-orang yang mengerikan seperti kalian?"


"Aku tidak mengerikan seperti yang kau duga bee. Kelompok ku hanya bekerjasama dengan negara untuk menumpas transaksi atau bisnis gelap saja. Tapi, kebanyakan musuh ku tidak mengetahui hal itu." jelas Arzan kembali memberitahu istri nya.


"Tapi sama saja, itu membahayakan nyawa." kata Jova tidak mau kalah.


"Besok kita pulang ke mansion ya bee. Apa kau tidak rindu pada kamar kita?" tanya Arzan dengan ekspresi sedih nya.

__ADS_1


"Tapi aku terlanjur nyaman tinggal di sini. Bagaimana?" Jova menggoda suami nya.


"Aku hanya ingin membuat anak di tempat yang semestinya. Apartemen ini hanya persinggahan." kata Arzan membuat Jova geram.


"Dasar tarzan! kau lebih senang tinggal di hutan itu dari pada di tangan kota." gerutu gadis itu kesal.


"Itu bukan hutan bee, pohon-pohon pinus itu sengaja aku tanam." ujar Arzan.


"Iya, sama saja kau menanam hutan di rumah mu sendiri. Kau kan tarzan," ucap Jova.


Arzan hanya tertawa renyah, ini lah yang di rindukan pria itu dari istri nya. Lagian, mana mungkin Jova meninggalkan Arzan sebab hanya Arzan satu-satunya keluarga yang dia miliki sekarang.


"Sepertinya teman mu itu patah hati saat dia tahu kau adalah istri ku." ujar Arzan.


"Lalu, apa hubungan nya dengan ku?" tanya Jova biasa saja.


"Bee, kau mengenal Melvin sudah bertahun-tahun. Apa kau tidak ada rasa untuk nya?" Arzan mulai mengorek isi hati istri nya.


"Sudah ku bilang berapa kali, aku tidak peduli dengan yang nama nya lelaki." jawab Jova dengan tegas.


"Apa kau penyuka sesama jenis bee?" tanya Arzan berhasil memancing emosi istri nya.

__ADS_1


"Kau bilang apa? lalu yang kita lakukan tadi sore itu apa hah?" Jova yang tidak terima langsung menjambak rambut suami nya. Mereka saling bercanda, hingga pada akhirnya tempat tidur lah yang menjadi pelabuhan terakhir bercandaan itu. Arzan benar-benar menumpahkan segala kerinduan nya pada istri nya, lelaki ini tidak ada puas nya bergelut dengan tubuh sang istri.


__ADS_2