
"Anak ku, anak ku,....!" Jova meraung sambil memegang perut nya. Arzan dan Aarav berusaha menangkan gadis itu.
"Bee tenang bee, anak kita masih ada di dalam perut mu." ujar Arzan menenangkan istri nya,
Jova melihat ke arah perut nya, gadis ini langung memeluk suami nya ketika perut nya masih buncit.
"Maafkan aku bee, aku tidak hati-hati." ucap Jova merasa bersalah.
"Jangan menyalahkan diri mu bee, ini hanya kecelakaan." ujar Arzan.
"Tapi, bagaimana jika kita kehilangan anak kita?" tanya Jova yang takut.
"Berarti itu belum rezeki kita. Nyata nya, Tuhan masih percaya dengan kita." sahut Arzan membuat istri nya tenang.
Melihat Arzan dan Jova butuh waktu untuk berdua, Aarav memutuskan untuk pergi. Sangat mudah bagi Aarav untuk menemukan pelaku yang sudah mencelakai Jova.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, Jova sudah kembali pulang ke mansion. Arzan menyuruh istri nya untuk beristirahat sedangkan diri nya pergi ke markas nya.
Arzan menatap tajam ke arah dua orang yang sudah mencelakai istri nya. "Buka penutup matta mereka!" perintah Arzan dengan suara dingin nya.
Anna terkejut ketika melihat Arzan dan Aarav yang ada di depan nya, "Arzan, tolong lepaskan aku. Seseorang sudah menculik ku." pinta Anna dengan isak tangis nya.
"Siapa yang memberi mu perintah untuk mencelakai istri ku?" tanya Arzan dengan sorot mata tajam.
"Apa maksud mu, aku tidak mengerti?" tanya Anna pura-pura tidak tahu.
"Maafkan saya tuan, saya di paksa oleh tuan Farhan dan nona Anna." ujar Hasyid ketakutan.
Arzan melirik tajam ke arah Anna, wanita itu langsung menggelengkan kepala nya tidak mengaku. "Dia bohong, aku sudah di fitnah." kilah Anna membuat Arzan marah lalu menjambak rambut mantan kekasih nya.
"Kita memang pernah berada dalam cinta yang sama, tapi kau lupa jika kau lah yang sudah membuang ku." ucap Arzan lalu mendorong Anna hingga membuat wanita yang terikat di kursi itu jatuh.
__ADS_1
"Kau jahat Arzan, hanya karena membela wanita itu kau tega menyakiti ku.". ucap Anna membuat Arzan semakin naik pitam.
"Wanita yang kau sebut itu adalah istri ku, dan dia adalah ibu dari anak-anak ku. Jangan sesekali kau sebut nama nya dengan mulut kotor mu itu...!" bentak Arzan dengan mata merah nya. Suara laki-laki itu bahkan menggema di seluruh ruangan. "David, seret bajingan tua itu kehadapan ku!" perintah Arzan.
"Baik tuan!" jawab David segera menjalankan tugas nya.
*Bajingan siapa yang kau maksud Arzan?" tanya Anna panik.
"Orang yang dulu pernah mengatai ku seorang pecundang yatim piatu. Kau pasti ingat siapa itu...!" ujar Arzan tertawa puas. "Siksa mereka semua sampai mereka mengerti bagaimana rasa nya menjadi istri ku yang hampir kehilangan nyawa nya dan nyawa anak ku." perintah Arzan pada Aarav sedangkan laki-laki itu memutuskan untuk kembali menemui istri nya karena diri nya sudah terlalu lama pergi.
Tukang eksekusi Arzan adalah orang yang tidak memiliki perasaan. Tanpa memandang jenis kelamin dia akan menghukum orang-orang yang sudah menyakiti tuan nya. Anna menjerit ketika melihat kuku di jari Hasyid di copot paksa. Anna langsung menyembunyikan ke dua tangan nya namun dengan sengat kasar anak buah Arzan mencabut kuku indah dan panjang milik Anna. Tidak semua, cukup lah dua yang membuat Anna menangis hingga kehabisan suara. Bahkan, rambut panjang Anna juga berantakan.
"Lihat diri mu!" ujar Aarav yang menunjukkan wajah Anna di cermin.
Anna menjerit histeris, wanita ini tidak terima ketika rambut nya sudah hancur. Anna memohon pada Aarav untuk membebaskan nya namun nyatanya Aarav lebih setia pada Arzan. Anna putus asa, apa lagi sekarang Hati d sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1