Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
12.Arzan Marah


__ADS_3

Melewatkan makan malam kerena mereka sudah makan sore tadi. Jova hanya menghabiskan waktu di kamar sepanjang malam tanpa mengetahui apa yang sudah di lakukan oleh suami nya. Gadis ini sibuk mengumpat ibu tiri dan saudara tiri nya yang tiba-tiba datang kedalam kehidupan nya sekarang.


Malam sudah berganti pagi, seperti biasa Arzan dan Jova akan sarapan bersama. Tak ada yang mengeluarkan suara baik Arzan mau pun Jova. Bahkan sepanjang perjalanan hanya ada keheningan saja. Arzan berhenti tepat di halaman kampus, Jova langsung keluar acuh tanpa menyapa suami nya.


"Aku tidak bisa menjemput mu. Pergi ke kantor ku nanti setelah kau selesai kuliah." kata Arzan.


"Hmmm....!" sahut Jova tanpa membuka mulut nya.


"Hii....Arzan....!" sapa suara yang sekali lagi memperburuk suasana hati Jova. Mika tidak menyapa Jova, gadis itu lebih tertarik pada Arzan.


"Owh...hallo Mika." balas Arzan membuat Jova ingin muntah rasa nya. Gadis itu tidak peduli, Jova malah melanjutkan langkah nya masuk je dalam kampus. Arzan merasa jika istri nya sedang marah sekarang. "Aku pergi dulu...!" ujar Arzan tanpa memperdulikan Mika lagi.


Mika langsung mengerucutkan bibir nya tidak terima. Gadis itu kemudian mencari keberadaan Jova. "Heiii Jova...!" panggil Mika dengan sangat malas Jova yang sedang duduk menoleh ke arah Mika.


"Kenapa?" tanya Jova datar.


"Sejak kapan kau memiliki pacar orang kaya itu?" tanya Mika cemburu dengan keberuntungan Jovata.


"Kenapa kau ingin tahu? dia pacar ku dan tidak ada hubungannya dengan mu." kata Jova membuat Mika naik darah.


"Kau dengar baik-baik ya Jova, aku akan membuat Pacar mu itu berbalik menyukai ku dari pada diri mu." Mika berkata dengan sombong nya.


Sudah tentu itu membuat Jova tertawa terbahak-bahak, beberapa orang menganggap Arzan adalah kakak nya, beberapa orang lagi menganggap sebagai pacar. Sungguh, lucu sekali pernikahan ini. "Terserah kau saja, jika Arzan mau dengan mu, aku akan dengan sukarela memberikan nya pada mu." gadis itu tiba-tiba tidak terhenti tertawa.

__ADS_1


"Ya, jika hal itu terjadi jangan sampai kau menangis darah nanti." ujar Mika kemudian pergi meninggalkan Jova yang masih tertawa.


Ini adalah salah satu kesempatan Arzan dan Jova untuk merahasiakan pernikahan mereka sebab Jova sendiri masih kuliah. Sejak Mika hadir dalam hidup nya kembali, Jova merasa ketenangan nya mulai terusik.


Di lain tempat, Arzan lagi-lagi sedang mengintimidasi seseorang yang kembali tertangkap. Namun kali ini bukan dari anak buah Alex melainkan anak buah seseorang yang sangat Arzan kenal. Orang itu merasa sakit hati karena setiap rencana nya terus di gagalkan oleh anak buah Arzan.


Jika siang hari seperti ini, Arzan akan memakai masker sebagai penutup wajah nya. Beberapa orang menyerbu masuk untuk membebaskan pria yang sedang di sandera ini. Baku hantam tidak dapat di elakan lagi, Arzan dan Aarav juga anak buah meraka membalas pukulan demi pukulan yang di layangan musuh. Tak ada yang membawa senjata, karena itu sudah menjadi perjanjian mereka. Jika Pihak Arzan menang, maka mereka bebas mengeksekusi sanderaan mereka. Namun jika pihak Arzan yang kalah, mereka harus menyerahkan satu anak buah pilihan yang akan di eksekusi oleh musuh.


Musuh Arzan salah memilih lawan, Arzan tertawa begitu menyeramkan. Pria itu menjambak kasar rambut seorang pria yang biasa di panggil ketua itu. "Sudah ku bilang, jangan bermain-main dengan ku." pria itu berkata dengan seringai kejam nya. "Seret mereka keluar. Bersihkan kotoran itu...!" perintah Arzan. Pria itu tidak akan membunuh dengan tangan nya karena sore ini diri nya akan pulang bersama Jova. Arzan hanya duduk, menikmati pemandangan yang mengerikan itu.


Lelaki yang sudah tak berdaya itu, menjerit penuh kesakitan saat ke dua bola mata nya di keluarkan secara paksa. Sang eksekusi, yang tak memiliki hati, menikam tepat di jantung pria yang sudah tak bernafas itu. Arzan puas, sangat puas, di saat seperti ini lelaki itu kembali mengingat masa lalu yang membuat nya terbakar emosi.


Arzan membersihkan tubuh nya berganti pakaian lalu kembali ke kantor. Tidak mengerjakan apa pun, pria itu hanya menunggu kedatangan istri nya. Benar saja, tak berapa lama Jova datang, dengan ekspresi masam yang di tunjukkan gadis itu.


"Tidak kenapa-kenapa!" seru Jova lalu menjatuhkan diri di sofa. "Apa kau benar ingin ikut acara kampus?" tanya Jova malas.


"Kau masih memikirkan acara itu? aku serius, aku akan ikut menemani mu." kata Arzan.


"Di mana Aarav?" tanya Jova celingukan.


Alis Arzan berkerut, "Kenapa kau menanyakan dia?" tanya Arzan merasa cemburu.


"Bertanya saja tidak boleh!" gadis itu mendengus kesal.

__ADS_1


Arzan mengajak Jova pulang, sudah tentu semua karyawan hanya menganggap Jova sebagai adik Arzan. Arzan merangkul pundak Jova, berjalan keluar dari lift. Gadis itu berontak namun pandangan semua orang melihat ke arah mereka langsung membuat Jova terdiam.


Gadis ini, adalah tipe gadis dengan suasana hati yang mudah berubah. Sebelum pulang, Jova mengajak Arzan pergi ke mall untuk sekedar mencuci mata. Arzan sudah menawarkan banyak barang mahal, namun gadis itu sungguh tidak tertarik.


"Kau pergi ke mall hanya ingin melihat orang saja? sungguh, kau ini sangat aneh!" Arzan mendengus kesal. "Bukan kah di kampus banyak orang?"


"Kau ini berisik!" kata Jova sambil menggosok telinga nya. "Aku bosan belajar." gumam gadis itu.


"Aku membayar mahal kuliah mu. Jadi lah mahasiswa teladan." ujar Arzan sambil menepuk pundak istri nya. "Ayo pulang....!" ajak Arzan lalu menarik tangan Jova.


Kembali diam, Jova hanya membuang pandangan nya jauh ke luar mobil. "Arzan,...!" panggil gadis itu dengan suara pelan.


"Ada apa?" tanya Arzan tetap fokus pada kemudi nya.


"Mau di bawa kemana pernikahan kita ini?" tanya Jova sontak membuat Arzan mengerem mendadak mobil nya.


Pria itu menoleh ke arah Jova, "Kenapa kau bertanya seperti ini?" tanya Arzan balik.


"Karena aku tidak bisa hidup dalam jalan seperti ini." gadis itu menatap mata suami nya. "Kita dua baru dua bulan menikah, kau dan aku hanya kenal dalam ikatan pernikahan. Tidak ada orang tahu selain kita dan orang di sekitar mansion....!"


"Lalu, apa mau mu sekarang?" tanya Arzan memotong ucapan Jova.


"Jika kau ada pilihan hati, aku akan membantu mu mendapatkan gadis itu." kata-kata Jova membuat Arzan langsung menginjak pedal gas hingga membuat Jova terkejut. Wajah Arzan langsung memerah tanpa alasan. Jova bingung di kalimat yang mana diri nya salah berucap.

__ADS_1


__ADS_2