Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
105.Siapa Saja?


__ADS_3

"Kenapa jadi cengeng begini?" ujar Ai sambil mengusap air mata nya kasar.


"Kau saja yang cengeng. Bukan daddy!" seru Arzan juga mengusap air mata nya.


Aileen mengerutkan kening nya, gadis ini memang berstatus anak kandung Arzan, namun nyata nya mereka tidak saling akrab atau pun mengetahui sisi yang berbeda dari ke dua nya.


Setengah harian ini Aileen ada di rumah sakit, membuat Aira yang baru tiba di mansion langsung panik.


"Di mana Aileen?" tanya Aira kepada kepala pelayan.


"Kemungkinan nona pergi ke rumah sakit. Nona meminta saya menyiapkan makanan kesukaan tuan tadi pagi sekali." ujar kepala pelayan.


"Astaga, matilah aku!" kata Aira buru-buru menghubungi suami nya.


Aarav yang mendapatkan kabar jika Aileen pergi ke rumah sakit langsung menyusul Aileen. Aarav khawatir jika gadis itu mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan dari Arzan.


Tanpa permisi lagi Aarav membuka pintu ruangan, membuat Aileen dan Arzan yang sedang makan siang langsung memandang ke arah pria itu.


"Tidak sopan, kenapa tidak mengetuk pintu dulu?" tanya Arzan kesal.


"Ai, apa kau baik-baik saja?" tanya Aarav.

__ADS_1


"Ya paman, aku baik-baik saja." jawab gadis itu.


"Apa daddy mu yang kejam ini sudah menyakiti hati mu?" tanya Aarav penuh selidik.


Aileen melirik ke arah Arzan, Arzan yang tidak terima karena selalu di pandangan kejam oleh Aarav langsung bangkit dari duduk nya.


"Wah wah, mulut mu ini memang perlu di hajar sesekali." ujar Arzan.


"Seharusnya aku yang menghajar kau, bajingan seperti mu bisa nya menyalahkan orang yang tidak berdosa saja!" sahut Aarav.


"Kenapa jadi bertengkar?" tanya Aileen bingung. "Paman tidak usah khawatir, aku dan daddy sudah berbaikan." ucap gadis itu memberitahu.


"Tidak, paman pulang aja. Aku baik-baik saja!" seru gadis itu.


Aarav yang masih bingung hanya mengangguk kemudian pergi. Tidak lupa pria ini mengeluarkan ancaman nya terlebih dahulu untuk Arzan.


Aileen dan Arzan kembali melanjutkan makan siang mereka. Ini adalah pertama kali nya Aileen makan dengan daddy nya, jadi gadis ini memanfaatkan waktu sebaik mungkin.


Menjelang sore Aileen pulang, di mansion sebesar ini rasa nya cukup bosan bagi Aileen. Aira dan Aksa sudah pulang, Aileen tidak ada teman bicara selain kepala pelayan dan David.


"Bagaimana paman, apa paman sudah mendapatkan informasi nya?" tanya Aileen.

__ADS_1


"Pria itu menolak kita untuk melunasi semua hutang nya nona." ujar David memberitahu.


"Jika dia tidak mau bermain secara halus, kenapa paman tidak mencoba secara kasar?" kata Aileen membuat David terdiam.


"Maaf nona, tapi paman takut jika tuan mengetahui rencana kita ini." ujar David bingung, "Ini sangat berbahaya untuk nona."


"Mommy ku sudah tidur sekian tahun, bagaimana bisa aku tidur dengan nyenyak jika penembak nya masih berkeliaran. Paman, aku minta malam ini orang itu sudah ada di gudang!" titah gadis itu kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam kamar nya.


Sementara itu, Aarav dan Arzan juga sangat bingung. Minim nya informasi tentang anak perempuan Clovis membuat mereka kesulitan untuk menemukan nya.


"Sekarang aku hanya mencurigai dua orang." ujar Arzan.


"Siapa saja?" tanya Aarav penasaran.


"Entah semua di latarbelakangi anak perempuan Clovis atau adik perempuan Alex. Kau harus bisa menemukan mereka."


"Aku sudah menghubungi Melvin, kata nya adik perempuan Alex tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan kabar." ujar Aarav.


"Aku semakin yakin, pasti di antara mereke berdua lah dalang dari semua ini." kata Arzan begitu yakin.


Cukup sulit untuk menemukan orang yang belum pernah mereka lihat sebelum nya. Lagi-lagi Arzan harus mengirim orang-orang nya untuk mencari keberadaan anak perempuan Clovis dan adik perempuan Alex.

__ADS_1


__ADS_2