Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
41.Pergilah!


__ADS_3

Kembali ke hari-hari yang menyenangkan, pagi ini Jova ikut bersama suami nya pergi kentor. Seperti biasa Arzan akan selalu menampakkan wajah dingin nya. Meskipun begitu, ada saja perempuan lain yang merasa iri akan keberuntungan Jova. Gadis itu berjalan di samping suami nya bahkan Arzan menggenggam erat tangan istri nya.


Langkah mereka terhenti ketika salah satu suara yang sangat di kenali Jova dan Arzan. Sontak saja hal itu membuat wajah Jova mendadak masam.


"Apa yang kau lakukan di kantor ku?" tanya Arzan merasa tidak suka dengan kehadiran Mika.


"Mulai sekarang aku akan bekerja di perusahaan mu. Aku senang sekali bisa bekerja di sini." ucap Mika dengan penuh percaya diri.


Jova mulai mencium bau-bau aneh dari Mika, gadis itu pasti akan membuat ulah di sini, "Jika begitu, kenapa kau di sini? kenapa kau tidak bekerja dengan baik?" tanya Jova sinis.


Mika menoleh ke arah Jova dengan menunjukkan wajah sinis nya lalu menoleh lagi ke arah Arzan dengan senyuman termanis nya. "Aku heran pada mu, kenapa kau mau menikah dengan Jova yang terlihat liar ini?" tanya Mika membuat Jova langsung mengepalkan tangan nya.


"Sekali lagi kau mengkritik istri ku, silahkan angkat kaki dari perusahaan ku. Gunakan rasa hormat mu pada atasan mu. Kau dan Jova hanya saudara tiri dan itu tidak berarti apa-apa bagi ku!" ucap Arzan dengan penuh penekanan. Pria itu menarik tangan istrinya menuju lift pribadi milik nya.


Wajah Mika rasa nya di tampar dengan ucapan Arzan. Niat hati untuk pamer pada karyawan lain jika diri nya sangat akrab malah berujung malu. Mika yang kesal langsung pergi ke toilet, menumpahkan semua amarah nya di sana.


Setiba nya di dalam ruangan, Jova bingung ingin melakukan apa, "Jadi, apa yang harus aku lakukan?" tanya Jova bingung.


"Cukup duduk dan temani suami mu ini. Aku tidak ingin melihat istri ku bekerja!" ujar Arzan.


"Lagian, siapa juga yang mau kerja!" seru Jova dengan gaya kekanankan nya.


Arzan mengerutkan ke dua alis nya, "Kenapa begitu?" tanya Arzan.

__ADS_1


"Kata mu harta mu tidak akan habis tujuh turun, jadi ngapain aku harus capek-capek kerja? Cukup menikmati harta suami ku itu juga termasuk kerja." kata Jova membuat Arzan bergeleng kepela mendengar nya.


"Terserah kau saja bee, lakukan apa yang bisa membuat mu bahagia. Aku tidak melarang nya." ujar Arzan.


Tiba-tiba Jova teringat sesuatu, gadis ini menghampiri suami nya lalu duduk di atas pangkuan Arzan. "Bee,...aku ingin bertemu seseorang!" kata Jova membuat Arzan penasaran.


"Siapa?" tanya Arzan singkat.


"Melvin. Aku harus menyelesaikan masalah ku dengan nya. Banyak hal yang ingin aku tanyakan pada nya." jawab Jova begitu santai nya.Namun gadis itu tidak sadar jika sorot mata Arzan kali ini terlihat sangat mengerikan.


"Sekali lagi kau bilang ingin bertemu dengan nya, akan mu ***** daging Melvin lalu ku berikan pada harimau peliharaan ku!" ujar Arzan membuat Jova langsung menelan ludah nya kasar. Gadis ini lupa jika suami nya sangat tidak menyukai Melvin.


Jova tertawa masam lalu berkata, "Aku hanya bercanda bee. Sumpah hanya bercanda!" gadis itu hendak turun dari pangkuan suami nya namun Arzan dengan cepat menarik nya lalu mencium bibir nakal itu.


Ciuman mereka terlepas ketika Aarav menghempas tumpukan berkas di atas meja hingga membuat Arzan dan Jova terkejut. "Jika ingin bermesraan sebaiknya kalian pulang. Ala kalian tidak kasihan pada ku yang jomblo ini?" tanya Aarav nampak kesal sekali.


"Terserah kalian saja! haii Jova,...kenapa saudara tiri mu ada di sini? aku risih dia terlihat sok akrab pada ku." ujar Aarav mengadu.


"Biarkan saja, anggap saja itu hiburan buat kua. Siapa tahu kau berjodoh dengan nya." jawab Jova membuat Aarav menarik nafas panjang.


"Suami istri sama saja! sama-sama stres!" kata Aarav kemudian pria itu keluar dari ruangan Arzan.


"Dia kenapa?" tanya Jova heran.

__ADS_1


"Jangan pedulikan dia. Mari kita lanjutkan ciuaman kita di kamar!" seru Arzan lalu menggendong istri nya masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di ruang kerja tersebut.


Nama nya juga sudah cinta, apa lagi Arzan ingin segera mungkin memiliki anak. Jadi pria itu tidak peduli berada di mana yang penting apa yang sudah menegang harus segera di lemaskan. Hanya satu kali permainan, tidak lebih karena Jova terus mengomel pada suami nya yang tidak ingat bekerja ini. Meskipun begitu, Jova tetap cinta pada Arzan.


Jam makan siang, Arzan menggandeng tangan istrinya keluar. Sedangkan Aarav juga ikut bersama mereka. Saat di loby, Mika yang sudah tidak memiliki rasa malu kembali menghampiri mereka. Lagi-lagi gadis itu mengandalkan kata saudara untuk menarik perhatian Arzan.


"Jika kau masih bersikap seperti ini, aku akan memecat mu sekarang juga!" ucap Arzan namun tidak membuat Mika takut.


"Aku dan Jova adalah saudara. Jadi kau adalah saudara ipar ku sekarang, apa Jova menghasut mu agar membenci ku?" tanya Mika menampakkan ekspresi kesedihan nya.


"Pergilah! aku tidak ingin melihat mu." usir Arzan kemudian pria itu mengajak istri nya masuk ke dalam mobil.


Aarav terus mengejek Mika, menambah kesal gadis itu. Mika akan mengadukan penghinaan ini pada ibu nya nanti.


Setiba nya di restoran, baru saja Arzan dan Jova makan satu suap namun sudah ada yang mengganggu mereka lagi. Kali ini bukan Mika melainkan Arvana yang masih berusaha mengejar cinta Arzan.


Arzan nampak acuh, tidak memperdulikan Anna yang sejak tadi berbicara pada nya. Sedangkan Jova yang sudah mulai merasa terganggu langsung menyiramkan jus orange nya secara sengaja pada wanita itu.


"Apa yang kau lakukan hah?" Anna histeris. pakaian nya basah dan dia tidak terima.


"Jika kau ingin meminta-minta, sebaiknya tunggu kami selesai makan. Aku sangat terganggu dengan suara mu yang jelek itu." ujar Jova membuat Arzan dan Aarav hanya bisa menahan tawa mereka.


"Arzan, kau lihat perbuatan istri mu. Kenapa kau malah diam saja?" Anna mencoba mengadu pada Arzan.

__ADS_1


Dengan santai nya Arzan menjawab, "Istri ku benar, jika kau ingin meminta-minta sebaiknya tunggu kami selesai makan dulu."


Anna melebarkan ke dua mata nya tidak percaya, dulu Arzan akan selalu membela dan melindungi diri nya namun sekarang posisi nya sudah di gantikan oleh perempuan yang di lihat dari umur saja jauh lebih muda dari nya. Wanita itu pergi dengan mengepalkan ke dua tangan nya, ini adalah sebuah penghinaan bagi Anna namun diri nya lupa bagaimana dia dan keluarga nya menghina Arzan dulu ketika Arzan masih jatuh bangun dalam membangun perusahaan ayah nya yang bangkrut.


__ADS_2