
Arzan kembali lagi ketika David datang membawa Farhan. Farhan syok ketika melihat rupa anak nya yang sudah acak-acakan. Apa lagi sekarang Anna sudah terkulai lemas di lantai yang kotor dan bau itu. Farhan juga melihat ke arah Hasyid yang sudah tidak berdaya, apa lagi Farhan dapat melihat dengan jelas ketika Hasyid mengulurkan ke dua tangan nya meminta tolong pada Farhan.
"Tangan mu,....!" ujar Farhan merasa jijik.
"Kau juga bisa melihat tangan anak mu!" seru Arzan dengan sorot mata tajam nya.
Benar saja, Farhan lebih syok ketika melihat tangan anak nya. Kuku panjang milik Anna sudah tidak ada lagi, bekas luka sayatan di telapak tangan Anna membuat Farhan murka.
"Bajingan seperti apa kalian ini?" tanya nya dengan nada tinggi. "Kenapa kalian membuat anak ku cacat?" ujar nya penuh emosi.
__ADS_1
Arzan yang sebenarnya sudah sangat geram pada Farhan langsung menendang nya hingga tersungkur. Kebencian Arzan, laki-laki ini kembali ingat bagaimana Farhan dulu menghina nya sebagai yatim piatu tak memiliki masa depan.
"Untuk saja anak dan istri ku selamat, jika salah satu dari mereka hilang, akan ku pastikan kau akan kehilangan nyawa anak mu itu." ujar Arzan menginjak tulang rusuk Farhan. Tentu saja Farhan menjerit kesakitan, meski begitu dia masih saja tidak mau mengakui perbuatan nya. "Tuan Farhan, apa kau ingat jika kau pernah menginjak ku seperti ini dulu?" tanya Arzan.
"Seharusnya dulu aku bukan menginjak mu saja, seharusnya dulu aku sudah membunuh mu!" sahut Farhan dengan suara terputus-putus. Telinga Arzan yang panas kembali menginjak tulang rusuk Farhan semakin kuat.
Farhan tidak bisa menjawab, paru-paru nya terasa sesak. Pria ini tidak menyangka jika Arzan sekarang telah berubah. Jika dulu Arzan sangat pasrah bahkan mengemis di bawah kaki Farhan, tapi sekarang laki-laki ini berdiri tegas di hadapan nya sekarang.
"Bukankah aku sudah memberi peringatan beberapa kali pada anak mu, tapi kenapa kalian mengacuhkan ku?" tanya Arzan menjambak rambut Farhan. "Apa ini sakit?" tanya Arzan.
__ADS_1
"Aku akan melaporkan kau dan kaki tangan mu ke polisi...!" ucap Farhan membuat Arzan tertawa.
"Melaporkan ku ke polisi?" Arzan mengulangi kata-kata Farhan. "Jika ku katakan polisi saja meminta bantuan ku bagaimana?" tanya Arzan. "Apa mereka akan percaya dengan semua laporan mu?"
Arzan tertawa, di ikuti dengan suara gemuruh anak buah nya. Farhan merasa ngeri, diri nya tidak pernah membayangkan jika Arzan adalah laki-laki yang sangat kejam.
"Aku akan membuat kalian trauma sepanjang hidup kalian walau hanya mendengar nama ku saja." ucap Arzan lalu memberi perintah pada anak buah nya untuk memberi Farhan dan anak nya juga Hasyid pelajaran kembali.
Arzan tertawa puas, hati nya terasa lega sekarang. Orang-orang yang dulu menyakiti nya kini sama menangis seperti nya dulu. Arzan kembali ke kamar, menemui istri nya yang sudah tidur karena ini sudah larut malam. Sejak kejadian beberapa hari yang lalu, Jova sedikit menjadi pendiam, dan Arzan tidak suka melihat perubahan istri nya.
__ADS_1