Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
114.Membuka Mata


__ADS_3

Siang hari Aarav pergi, banyak pekerjaan yang harus di kerjakan pria itu. Aileen masih lelap tertidur, sedangkan Arzan hanya bisa berbaring di tempat tidur nya sambil memandang ke arah anak dan istri nya.


Tiba-tiba monitor berbunyi, Arzan panik bahkan pria itu langsung melepaskan infus nya. Arzan menghampiri istri nya, membangunkan anak nya hingga membuat Aileen terkejut. Arzan terus memencet tombol untuk memanggil Dokter. Tubuh Jova mengalami kejang-kejang, detak jantung nya naik turun. Aileen menangis, di tambah lagi Arzan panik hingga membuat pria itu tidak menghiraukan rasa sakit nya.


"Dad, mommy kenapa?" tanya gadis itu dengan air mata berurai.


Dokter masuk, perawat memerintahkan Arzan dan Aileen agar mundur kebelakang. Arzan memeluk anak nya, sungguh pria ini tidak sanggup jika harus kehilangan istri nya. Tanpa terasa air mata Arzan mengalir, pria ini erat memeluk anak nya.


Dokter menyuntikan sesuatu yang membuat tubuh Jova kembali lemas, untuk beberapa saat semua orang tegang. Sepanjang sejarah rumah sakit, Jova adalah satu-satunya pasien yang paling lama koma nya.


"Bagaimana keadaan istri ku?" tanya Arzan lemas.


"Tubuh nyonya Jova sudah mulai merespon, hanya saja itu terlalu mengejutkan untuk nya." jawab Dokter membuat Arzan langsung bernafas lega.


"Dokter, pasien membuka mata!" ujar perawat tersebut membuat Arzan syok.

__ADS_1


Dokter tersebut kembali menghampiri Jova, begitu juga dengan Arzan dan Aileen. Arzan menangis, setelah sekian lama siang ini dia bisa melihat istri nya kembali membuka mata.


"Bee, apa kau melihat ku bee?" tanya Arzan bahagia.


"Maaf tuan, biarkan nyonya beradaptasi dengan penglihatan nya dulu." ujar Dokter.


Jova hanya membuka mata, tubuh nya belum bergerak. Pandangan nya juga masih kosong, Aileen yang tidak kuasa melihat mommy nya hanya bisa mundur kebelakang.


"Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, silahkan tuan tunggu di ruangan depan." ucap Dokter.


Beberapa saat kemudian beberapa orang Dokter masuk ke dalam ruangan. Mereka mulai memeriksa keadaan Jova yang sudah membuka mata namun belum membuka suara atau menggerakkan tubuh nya.


Arzan menarik anak nya ke dalam pelukan nya, "Mommy akan kembali sehat. Mommy akan segera berkumpul bersama kita lagi." ucap Arzan.


Tiga puluh menit kemudian Aira dan Aarav kembali ke rumah sakit. Mereka tidak percaya jika Jova telah sadar ketika Aileen menghubungi mereka tadi.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Jova?" tanya Aira yang baru masuk.


"Dokter masih memeriksa nya." jawab Arzan.


"Semoga Jova kembali sehat." ucap Aira penuh harap.


Ingin rasa Aira menangis, sekian lama menunggu pada akhirnya Jova membuka mata juga.


"Tuan,..." panggil Dokter, "Untuk sekarang kondisi istri tuan sudah stabil. Hanya saja dia butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Sembilan tahun koma bukan waktu yang sebentar, banyak hal yang harus kita lakukan demi kesembuhan nyonya."


"Jadi, apa yang harus kita lakukan Dok?" tanya Arzan.


"Ajak nyonya Jova berkomunikasi, maksudnya ajak dia mengobrol akan hal indah dan romantis. Bicara yang ringan-ringan saja." tutur Dokter.


"Baik Dok,"

__ADS_1


"Sekarang istri anda kembali tidur, kita lihat dua jam lagi. Kemungkinan dia akan kembali bangun." tutur Dokter kemudian berlalu pergi.


Arzan sudah tidak sabar lagi untuk menunggu waktu dua jam. Pria ini hanya bisa memeluk anak nya, Aarav dan Aira terus memberi semangat dan dukungan pada Arzan dan Aileen. Aileen yang tidak bisa berkata-kata hanya bisa diam penuh harap.


__ADS_2