
"Lepaskan aku, lepaskan aku....!" Mika berusaha berontak ketika anak buah Arzan membawa paksa wanita itu.
"Mau kalian bawa kemana anak ku?" tanya Rose panik.
"Tuan memberi kami perintah untuk membawa anak mu pergi dari sini." jawab seorang pria bertubuh besar itu.
"Lepaskan aku, bajingan kalian semua!" Mika terus mengeluarkan sumpah serapah nya.
"Biar kan ular tua ini bersama mayat itu!" ujar David semakin membuat Rose panik.
"Mayat siapa, mayat apa yang kau maksud?" tanya Rose sambil memegang jeruji besi.
David hanya menunjuk dengan sorot mata nya, seketika Rose dan Mika menoleh ke arah mayat Miranda.
"Aaaaa,...tidak, aku mohon jangan biarkan aku di sini." ucap Rose sambil menangkap kan ke dua tangan nya.
"Tuan menyuruh kami untuk menjual anak mu. Meski umur anak mu sudah lewat dari tiga puluh, tapi kami tahu jika anak mu ini belum pernah melahirkan." ujar David semakin membuat Mika syok.
__ADS_1
Anak buah David lalu menyeret Mika secara paksa, membiarkan Rose yang tinggal seorang diri bersama mayat Miranda. Lampu gudang sengaja di matikan, Rose histeris duduk di pojokan. Mayat Miranda sengaja di biarkan untuk menakuti Rose.
Tangan Mika di ikat, begitu juga dengan mata mulut nya yang di lakban. Ternyata Arzan memberikan Mika pada seorang mafia yang kejam, mafia yang gila akan **** bahkan jika tidak menuruti semua keinginan nya pria tersebut tak segan membunuh perempuan yang menolak nya.
"Sesuai janji tuan, jika tuan berani berkhianat dari tuan kami maka tuan sendiri yang akan menebas kelapa anda." ujar David.
"Sampai kan rasa terimakasih ku pada tuan mu. Percayalah, aku tidak akan mudah terhasut dengan wanita rendahan seperti ini apa lagi tuan Arzan tidak menyukai nya." ucap pria itu.
David dan beberapa anak buah nya kemudian pergi. Tinggallah Mika dengan rasa takut nya. Pria tersebut menampar wajah Mika, namun Mika tidak bisa protes karena mulutnya masih tertutup lakban.
"Keluar!" perintah pria tersebut pada anak buah nya.
"Lepaskan aku tuan, lepaskan aku." ucap Mika dengan tangis nya.
"Ku dengar kau hampir membunuh istri seseorang. Em, apa aku harus membunuh mu juga?" tanya pria itu.
"Lepaskan aku tuan,...!" mohon Mika malah mendapatkan cambukan dari pria itu.
__ADS_1
"Buat aku puas. Jika tidak nyawa mu taruhan nya!" kata pria itu semakin membuat Mika ketakutan.
Perlahan, pria tersebut melepas kancing kemeja nya. Wajah nya yang sangar membuat Mika semakin ketakutan apa lagi tangan nya masih terikat. Tiba-tiba pria tersebut merobek pakaian Mika.
"Ku dengar lagi kau ini seorang janda. Suami mu mati karena berkhianat pada mu." ujar pria itu.
Lagi-lagi pria tersebut mengangkat ikat pinggang nya lalu mencambuk tubuh Mika. Tentu saja wanita itu merasa sakit, setelah melihat Mika tak berdaya baru lah pria tersebut menikmati tubuh Mika. Mika sudah tak berdaya, wanita sudah pasrah sekarang. Setelah pria tersebut selesai dan berganti pakaian, pria tersebut memanggil anak buah nya masuk sedangkan tubuh Mika tidak mengenakan sehelai benang pun.
"Kalian boleh menikmati nya!" ujar pria tersebut.
Mika yang masih sadar berusaha menolak namun nyata nya wanita ini tidak bisa menghindar. Ketika pria itu keluar, anak buah nya bergantian untuk menikmati tubuh Mika.
Sedangkan Rose, wanita ini sudah tidak sadarkan diri di dalam ruangan gelap bersama mayat Miranda. Rose yang sudah tua terkena serangan jantung karena ketakutan namun tidak ada satu pun yang tahu.
Menjelang pagi, baru lah beberapa anak buah Arzan masuk ke dalam sana untuk melihat keadaan Rose. Mereka sengaja tidak membunuh Rose, mereka hanya menekan mental wanita tua itu.
David mengambil gambar mayat Rose bersama mayat Miranda yang sudah mulai membiru lalu mengirimkan kepada Arzan dan pria yang membawa Mika.
__ADS_1
"Bereskan mayat nya," perintah David.
Meskipun begitu, David menyuruh bawahan nya untuk menguburkan mayat Rose dan Miranda secara layak.