Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
91.Benar Tuh


__ADS_3

Kembali ke kehidupan seperti biasa nya, Aarav dan Aira sekarang tinggal di apartemen mewah milik Aarav. Kehidupan baru yang di jalani kedua nya, membuat sepasang pengantin baru itu harus sama-sama belajar untuk memahami satu sama lain.


Jika siang Aira akan pergi ke mansion karena tugas nya memang menemani Jova karena Arzan dan Aarav kembali aktif bekerja di kantor.


Satu dua tahun telah berlalu, Kini Aileen sudah berumur lima tahun. Sedangkan Aira dan Aarav belum di karuniai seorang anak.


Aileen tumbuh menjadi seorang gadis cantik dan pintar, di bawah bimbingan ke dua orang tua nya dan juga orang-orang yang selalu menjaga gadis itu, di usia Aileen yang ke lima ini dia sudah sangat pandai dalam beberapa bahasa bahkan gadis kecil ini juga menguasai ilmu bela diri yang di ajarkan daddy.


Aira dan Aarav tidak pernah mempermasalahkan soal anak, kehadiran Ai saja sudah bisa membuat rumah tangga mereka bahagia. Begitu juga dengan Jova dan Arzan yang sampai sekarang masih berusaha memberikan Aileen seorang adik namun sampai sekarang belum keturutan.


"Mommy, Ai ingin naik kuda itu." tunjuk gadis itu ketika Jova dan Aira mengajak nya berkeliling di kebun binatang mini yang sejak dulu sudah ada. Kuda yang di tunjuk Ai adalah kuda yang dulu di minta Jova saat hamil Aileen.

__ADS_1


"Aduh sayang mommy, jangan ya. Nanti kalau Ai kenapa-kenapa, nanti kepala mommy di dor sama Daddy." ujar Jova menolak permintaan anak nya.


"Iya Ai, aunty juga takut di dor sama daddy nya Ai." timpal Aira.


Dasar Ai yang memiliki sifat keras kepala langsung merajuk. Gadis kecil ini tidak bicara lagi, hanya diam bahkan ketika pulang ke mansion aja Ai masih setia dengan diam dan wajah dingin nya.


"Dasar anak Tarzan, kalau gak di turutin ya gitu." gerutu Jova geram dengan anak nya sendiri.


"Tapi anak mu lucu juga," ujar Aira.


Aira melirik ke arah Jova lalu mengambil alih piring yang di bawa Jova, "Bagaimana kalau Aunty saja yang suapin?" ujar Aira dengan senyum sumringah nya.

__ADS_1


Bukan nya makan, tiba-tiba saja Aileen menangis dengan keras. Jova dan Aira berusaha menenangkan gadis kecil mereka namun tetap saja Ai tidak mau diam.


"Kalian apakan anak ku?" tanya Arzan dengan suara dingin nya membuat Jova dan Aira terkejut.


Jova mengangkat wajah nya, ke dua tangan nya berada di pinggang, "Anak mu ini ya, tidak mau makan. Mau nya ingin naik kuda." ujar Jova mengadu.


"Kenapa kau tidak menuruti nya?" tanya Arzan lalu menggendong anak nya.


"Jika anak-anak mu kenapa-kenapa, apa kau bisa menjamin nyawa kami berdua akan selamat?" tanya Jova geram.


"Hehe,benar tuh!" seru Aira langsung menghampiri suami nya yang baru masuk.

__ADS_1


"Oh sayang nya daddy, daddy ganti baju dulu. Kita akan naik kuda, tapi sebelum itu Ai makan dulu ya." bujuk Arzan langsung membuat anak nya diam.


Untung saja Aileen adalah anak nya, kalau anak tetangga mungkin sudah di jewer Jova sejak tadi. Jova dan Aira juga Aarav mengikuti Arzan yang menggendong anak nya menuju wahana berkuda. Aileen sangat senang,tidak henti nya gadis itu mencium wajah daddy nya.


__ADS_2