Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
120.Uh,Takut


__ADS_3

Pagi sekali Jova meminta pada suami nya untuk pergi ke taman. Wanita ini sangat merindukan suasana luar terutama cahaya matahari. Arzan dan Jova duduk saling berhadapan, ada dua cangkir teh hangat dengan sepiring roti di sana.


"Aku sangat merindukan mu bee. Tahu kah engkau jika aku selalu menjaga dan merawat mu sepanjang hari?" Arzan menatap dua mata indah milik istri nya.


"Maaf, aku tidak tahu jika aku tidur sangat lama. Aku menyesal!" ucap Jova dengan suara bergetar.


"Apa yang kau sesal kan bee, yang penting sekarang keluarga kita kembali seperti dulu lagi."


"Aku menyesal karena sudah melewatkan banyak waktu. Aku tidak bisa melihat tumbuh kembang anak kita, aku tidak bisa melihat perubahan wajah mu dan lebih menyesal lagi karena aku tidak bisa melayani kalian layak nya seorang istri dan ibu." tutur Jova dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Seharusnya aku yang minta maaf, masalah dalam keluarga ku menyebabkan rumah tangga kita menjadi seperti ini."


Obrolan mereka terhenti ketika Aileen menghampiri mommy dan daddy nya. Gadis ini baru bangun, terlihat sekali masih acak-acakan.


"Bangun tidur bukan nya mandi atau cuci muka, malah duduk di sini." Arzan menegur anak gadis nya.


"Yang penting aku masih cantik!" sahut Aileen membuat Jova tertawa.

__ADS_1


Jova merapikan rambut anak nya, duduk di kursi roda membuat nya tidak bebas bergerak apa lagi wanita ini belum bisa beraktifitas terlalu lama karena otot nya belum cukup kuat.


"Kau tidak sekolah sayang?" tanya Jova.


"Tidak mom, daddy sudah menyiapkan guru pribadi untuk ku." jawab Aileen sambil menjumput sepotong roti.


"Pergi mandi, kau ini anak gadis tapi kenapa jorok sekali?" perintah Arzan pada anak nya, "Daddy akan mengurus mommy, hari ini mommy akan melakukan terapi pemulihan biar cepat jalan."


Arzan membantu istri nya untuk mandi bahkan berganti pakaian, Jova terus menatap wajah tampan suami nya yang sangat ia rindukan.


"Terimakasih sudah merawat ku bee." ucap Jova sambil memandang suami nya dari cermin.


"Ya, tapi kau berbeda bee. Kau tidak meninggalkan ku sekali pun aku sakit dengan jangka waktu yang cukup lama."


Arzan memutar kursi roda istri nya, pria itu berjongkok lalu memeluk istri nya. Pelukan hangat yang sangat Arzan rindukan.


"Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Kau dan aku akan terus bersama sampai tua, sampai ajal menjemput kita." ucap Arzan lalu mengecup kening istri nya.

__ADS_1


Tidak usah pergi ke rumah sakit, Arzan sudah menyiapkan Dokter dan perawat yang akan membantu Jova selama masa pemulihan. Jova belum bisa mengangkat barang terlalu lama, jadi hari ini terapi di lakukan untuk menguatkan otot tangan.


Arzan dan Aileen hanya duduk sambil mengawasi Jova yang sedang melakukan terapi.


"Ai baru sadar jika mommy masih sangat cantik. Pantas saja daddy bertahan!" ucap Aileen sambil memakan camilan nya.


"Suka sekali mengatai daddy mu ini, apa kau sedang balas dendam?" tanya Arzan.


"Apa Ai terlihat sedang balas dendam?" tanya Aileen balik.


"Kau ini lama-lama memang seperti mommy mu!" kata Arzan geram.


"Ai akan mengadu pada mommy!" seru gadis itu mengancam.


"Coba saja, akan daddy cincang mulut mu!" ancam Arzan.


"Uh, takut!" sahut Aileen lalu sedikit menjauh dari daddy nya.

__ADS_1


Arzan hanya bergeleng kepala, sejak diri nya mulai berdamai dengan keadaan dan menyadari kesalahan nya pada Aileen, Arzan merasa jika watak anak nya perbagian antara diri nya dan Jova.


__ADS_2