
"Apa maksud mu masalah cinta?" tanya Arzan tidak mengerti.
Rasyad terkekeh, sedikit mencibir Arzan hingga memancing emosi pria itu namun dengan cepat Aarav menahan nya. "Semuanya hanya berawal dari dendam pribadi. Pada awal nya aku hanya seorang supir pribadi di keluarga Lucas, tapi aku tahu segala nya tentang mereka." Rasyad mulai menceritakan tentang masa lalu sedikit demi sedikit. "Ibu mu adalah cinta pertama Lucas.Tapi, pada masa itu keluarga Pendava mengalami kebangkrutan dan ibu mu lebih memilih menikah dengan ayah mu. Lucas sakit hati, bertahun-tahun dia dan ke dua saudara membangun kembali perusahaan keluarga mereka. Tapi,......!"
"Tapi apa?" kali ini Aarav yang tidak sabaran mendengarkan.
"Tapi Ke tiga saudara itu malah bertengkar hanya untuk memperebutkan saham terbesar di perusahaan keluarga mereka. Dengan kejam Afkar tega membunuh Rafif adik bungsu nya hanya karena hasutan Lucas. Sebenarnya, Lucas adalah anak angkat di keluarga itu. Setelah kematian Rafif, Lucas dan Afkar keluar dari nama belakang keluarga Pendava dan membentuk kelompok sendiri. Lucas tahu hanya Afkar yang memiliki kekuatan dan kekuasaan, jadi dia meminta bantu Afkar untuk menghancurkan keluarga mu. Asal kau tahu Arzan, pada saat terjadi pembunuhan malam itu, aku tahu kau bersembunyi di mana. Kau bersembunyi di ruang rahasia yang ada di kamar mu di belakang lemari. Aku sengaja membiarkan mu bersembunyi agar kau tetap hidup dan bisa membalas kematian keluarga mu." Penjelasan Rasyad membuat mata Arzan melebar. Benar sekali jika pada malam itu, ketika orang-orang sedang membantai habis keluarga nya, Arzan berlari masuk ke dalam kamar lalu bersembunyi di dalam ruangan kecil yang setiap kamar pasti ada.
"Kenapa kau membiarkan ku malam itu?" tanya Arzan penasaran. Sementara lelaki ini masih mencoba menerima dengan lapang dada atas kematian orang tua dan adik nya yang begitu kejam.
"Karena semua keluarga di bawah ancaman. Ku pikir aku hanya seorang supir dari keluarga kaya biasa tapi ternyata bukan. Mereka adalah iblis yang kejam! Mereka membodohi ku, memaksa ku untuk melakukan pekerjaan hina bahkan jika aku menolak atau melakukan kesalahan mereka akan menyiksa ku. Bahkan mereka telah membunuh semua keluarga ku hanya karena aku ingin mengundurkan diri. Bukan hanya itu, kau lihat tubuh ku, mereka juga membuat ku cacat seperti ini lalu membuang ku begitu saja. " Rasyad menjelaskan dengan nada tinggi nya, air mata nya juga penuh dendam. "Kau tidak akan pernah menemukan Lucas dan Afkar jika kau tidak berani mengusik Alex. Karena Alex adalah umpan yang cocok untuk mengeluarkan mereka. Setelah pembunuhan itu, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri Lucas melampiaskan nafsu dan dendam nya pada ibu mu, bahkan dia melakukan nya di depan jasad ayah mu.Mereka adalah iblis. Afkar telah membantu Lucas untuk membalas dendam, setelah itu dia pindah ke kota lain untuk memulai semua bisnis nya sendiri."
Rahang Arzan mengeras, ke dua tangan nya mengepal bahkan urat-urat hijau terlihat jelas di balik kulit nya. Sebagai seorang anak, meskipun Arzan seorang laki-laki tetap saja ada yang menggenang di sudut ke dua mata nya.
"Aku telah mencari mu kemana-mana, tapi aku tidak tahu rupa mu dan nama mu." ujar Rasyad.
__ADS_1
"Dari mana kau bisa menemukan ku?" tanya Arzan penasaran.
"Aku dan uncle Rasyad tidak sengaja bertemu di persimpangan jalan. Aku hampir menambrak nya. Uncle mengenali ku dari tatto yang kita miliki di kaki. Apa kau tidak lihat aku menggunakan celana pendek?" tunjuk Aarav ke bawah.
"Dari mana uncle tahu tentang tatto kami?" tanya Arzan semakin penasaran.
"Sebelum pergi, aku melihat tatto ayah mu di bagian lengan. Aku yakin jika tatto itu adalah lambang suatu kelompok." ujar Rasyad membuat Arzan yakin. "Jika kau ingin membalas dendam, ku harap kau bisa bekerja sama dengan Melvin karena dia juga memiliki dendam yang sama seperti mu." Rasyas memberi saran.
"Meskipun dia memiliki dendam yang sama dengan ku, tapi apa kau bisa menjamin dia tidak akan balik menyerang ku?" Arzan beratnya seperti itu mengingat jika Melvin menyukai istrinya. "Beri dia tempat, aku ingin menemui istri ku!" perintah Arzan pada Aarav.
"Bee, kau sudah kembali?" Jova berkata dengan suara pelan. Gadis itu memeluk suami nya bahkan tidur di pangkuan Arzan.
"Kau kenapa bee? tidak biasa nya kau tidur sepagi ini?" tanya Arzan heran.
"Aku mengantuk, temani aku tidur!" gumam gadis itu semakin memeluk erat suami nya. "Bee, usap perut ku bee!" perintah Jova. Sebagai suami yang baik Arzan menuruti kemauan istri nya.
__ADS_1
Rasa nya nyaman sekali, Jova seperti anak kecil. Sekali lagi Arzan melihat istrinya tidur dengan begitu pulas nya. Masih banyak perkerjaan yang harus di selesaikan oleh Arzan namun melihat istri nya yang masih tidur di pangkuan nya membuat pria itu mengurungkan niat nya.
Menjelang siang, Jova baru bangun dan meminta suami nya untuk membuat jus alpukat dan roti bakar karena Jova lapar. "Ini bukan pagi bee, kenapa kau ingin makan roti?" tanya Arzan semakin bingung dengan sikap sang istri. "Sebaiknya kau makan nasi." kata Arzan malah membuat Jova merajuk. Gadis itu merasa kesal karena mendapatkan penolakan. Jova bergegas kembali ke kamar, gadis itu naik ke atas tempat tidur dengan beruraian air mata.
Arzan yang menyusul istri nya mendadak terkejut karena Jova sedang menangis sesegukan. Tentu saja hal ini membuat Arzan semakin bingung di buat nya. Lelaki itu kemudian menghampiri istrinya.
"Bee, kau kenapa menangis?" tanya Arzan bingung.
"Pergi sana! jangan dekat-dekat." usir Jova menambah bingung suami nya. "Dasar Tarzan, aku hanya ingin makan roti dan minum jus alpukat saja tidak boleh!" gerutu gadis itu yang tidak terima.
Arzan membelalakan mata nya tidak percaya karena Jova menangis hanya karena hal kecil seperti itu, "Kau menangis hanya hal kecil seperti itu?" tanya Arzan tertawa namun menambah keras tangisan istri nya.
Jova melempar bantal, dengan cepat Arzan menangkap nya, "Kau jahat bee, kata mu kau mencintai ku tapi nyata nya kau jahat pada ku!" ucap gadis itu terlihat kacau sekarang.
Semakin kencang tangisan Jova, membuat Arzan semakin panik lalu memeluk istrinya, "Jangan menangis lagi, aku bukan melarang mu untuk makan bee. Aku hanya menyarankan mu untuk makan nasi. Ku pikir kau tadi bermimpi karena kau tidur terlalu pagi." ujar Arzan menenangkan istri nya.
__ADS_1
Pria itu kemudian memberi perintah kepada kepala pelayan untuk membawakan segelas jus dan beberapa potong roti bakar. Kepala pelayan yang melihat Jova makan dengan wajah merah merasa heran dengan sikap majikan nya itu. Arzan menarik nafas panjang saat melihat istri nya makan dengan lahap nya. Setelah makanan habis, gadis itu kembali bermanja pada suami nya.