Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
89.Malam Pertama 1


__ADS_3

Malam hari di sebuah hotel yang mewah, Aira dan Aarav masih sama-sama canggung untuk melakukan sesuatu. Ke dua nya menjadi salah tingkah, bahkan Aarav sampai tersedak saat makan malam ketika Aira hanya menanyakan hal yang terdengar biasa.


"Kau ini kenapa?" tanya Aira bingung.


"Jangan bertanya jika sedang makan," ujar Aarav selepas meneguk air putih.


"Aku kan hanya bertanya apa kau ingin makan daging ini, kenapa kau menjadi aneh?"


Aarav langsung terdiam, laki-laki itu kembali fokus pada makanan nya. Selesai makan malam, Aarav dan Aira mulai bingung ingin melakukan apa. Aarav yang tidak pernah mengenal perempuan tiba-tiba menikah tanpa pacaran membuat pria itu semakin bingung ingin bersikap manis seperti apa.


"Aku lelah, aku mau tidur!" ujar Aarav naik ke atas tempat tidur.


"Em, aku akan tidur juga." sahut Aira yang sejak tadi duduk di sofa kini sudah berubah posisi menjadi tiduran.


"Kenapa kau tidur di situ?" tanya Aarav tidak jadi merebahkan tubuh nya.


"L-lalu, aku harus tidur di mana?" tanya Aira gugup.


Aarav kemudian bangkit dari duduk nya, pria itu menghampiri istri nya lalu membawa nya ke tempat tidur.


"Kita kan sudah menikah, jadi sah saja jika kita tidur berdua." jelas Aarav.


"Oh, begitu ya?"


Ke dua nya kemudian saling merebahkan diri, Aarav dan Aira menatap langit-langit kamar namun tidak saling membuka suara. Aarav yang semakin bingung menoleh ke arah Aira.


"Kau benar-benar tidak pernah pacaran?" tanya Aarav.

__ADS_1


"Tidak ada waktu untuk pacaran," jawab Aira jujur.


"Apa kau sudah mengantuk?" tanya Aarav lagi.


"Sebenarnya belum, tapi aku bingung ingin melakukan apa?" ujar Aira ikut bingung.


"Apa kau ingin punya boneka seperti Arzan dan Jova?" tanya pria itu lagi.


"Boneka seperti apa?" tanya Aira bingung.


"Boneka hidup,lucu dan menggemaskan. Baby Ai...!"


Gugup lah Aira ketika mendengar hal tersebut, wanita ini paham maksud dari laki-laki yang ada di samping nya.


Tiba-tiba saja Aarav memeluk Aira dari samping. Membuat tubuh wanita itu langsung kaku namun tidak memberontak. Sejenak Aarav menikmati bau tubuh istri nya, namun tiba-tiba Aira yang semakin merasa aneh langsung mendorong Aarav hingga laki-laki itu terguling jatuh ke bawah.


Aira langsung melompat ke bawah, wanita itu meminta maaf pada suami nya. "Aku kan hanya memeluk mu. Kenapa kau malah mendorong ku?" tanya Aarav merintih kesakitan.


"Baru ku peluk sudah kau dorong sekeras itu. Jika ku ngap apa jadi nya aku ini?" kata Aarav mulai membayangkan hal-hal di luar pemikiran nya.


"Sungguh, aku benar-benar minta maaf. Mohon maafkan aku," ucap Aira benar-benar merasa bersalah.


"Kau suami mu, jadi mulai sekarang kau harus membuat nama panggilan untuk ku." rajuk Aarav mencari kesempatan.


"Nama panggilan seperti apa maksudnya?" tanya Aira tidak mengerti.


"Seperti Arzan dan Jova. Meskipun mereka suka beradu mulut, tapi mereka terlihat romantis." ujar Aarav membuat Aira langsung berpikir.

__ADS_1


"Aku memanggil mu Bunny saja ya." kata Aira yang entah mendapatkan ide dari mana.


"Apa itu, kau memanggil ku kelinci?" tanya Aarav yang tidak terima.


"Jova saja memanggil Arzan Bee, kenapa aku tidak boleh memanggil mu Bunny?"


"Itu kan mereka, beda sama kita."


"Ya sudah kalau tidak mau. Begitu aja di bikin repot!" seru Aira merajuk.


"Eh, iya deh. Jangan marah dong istri ku." ujar Aarav terdengar manis di telinga Aira. "Boleh aku memeluk mu?" tanya Aarav membuat Aira malu.


Aira yang tidak menjawab di anggap setuju oleh Aarav. Pria itu kembali memeluk istri nya. Cukup lama mereka berpelukan, menciptakan sebuah kenyamanan dan kehangatan. Perlahan Aarav mengangkat wajah Aira, ke dua nya saling tatap tak bersuara.


Tanpa terasa, bibir Aira sudah basah di kecup suaminya. "Kau tidak pernah berciuman ya?" tanya Aarav. Kelakuan mereka malam ini persis seperti anak yang baru mengenal cinta.


Aira yang malu hanya bisa menggelengkan kepala nya. Aarav tersenyum, kembali mencium bibir istri nya yang masih belum bisa membalas ciuman nya.


Sesekali Aarav memberi jeda agar Aira bisa bernafas, namun tiba-tiba Aira membalas ciuman suami nya. Membuat mata Aarav langsung melebar lalu mengeratkan pelukan nya. Tangan nakal pria itu mulai membelai kulit mulus istri nya.


"Kau mau apa?" tanya Aira ketika tangan Aarav ingin melepas kancing piyama nya.


"Aku juga ingin merasakan malam pertama seperti kata orang. Aira, kita suami istri. Ku harap kau tidak menolak jika aku meminta nya." ucap Aarav membuat Aira terdiam. Tak terasa semua kancing sudah habis terbuka.


"Aku tidak tahu ingin mulai dari mana!" ujar Aira.


"Aku akan yang memulai nya, kau ikuti saja permainan ku." kata Aarav lalu meraup bibir istri nya lagi. Tangan nakal nya melepas semua pakaian istri nya lalu membuang sembarangan.Setelah melihat istri nya yang polos tanpa mengenakan sehelai benang pun, Aarav yang sudah di kepanasan juga ikut melepas pakaian nya. Tidak lupa lampu kamar di buat redup agar suasana semakin syahdu.

__ADS_1


Pria itu mulai liar,tidak hanya mencumbu bibir istri nya, Aarav juga memberi tanda kepemilikan di leher dan dada atas istri nya hingga membuat Aira mengeluarkan lenguhan kecil yang membuat Aarav semakin liar.


Kulit mereka saling bergesekan, menyatu dengan keringat meski pendingin di kamar ini sudah sangat dingin. Aarav menyentuh setiap bagian sensitif yang bisa membuat istri nya melenguh.


__ADS_2