Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
125.Tamat


__ADS_3

"Mom, Ai ingin seorang adik!" ucap Aileen ketika mereka sedang sarapan hingga membuat Jova tersedak.Buru-buru Arzan mengambil kan air minum untuk istri nya.


Jova melirik suami nya, tatap wanita itu tajam membuat Arzan langsung ketakutan, "Kenapa jadi melihat ku?" tanya Arzan panik.


"Pasti kau yang sudah mengajari Ai bicara seperti itu." ujar Jova menunjuk suami nya.


"Mom, ini murni permintaan Ai. Lihatlah, Ai sudah hampir lima belas tahun tapi Ai tidak memiliki seorang adik. Ai kesepian di mansion." rengek gadis itu.


"Kau pikir seorang anak itu tinggal cetak?" tanya Jova dengan menekan suaranya.


"Di cetak sama daddy terus ada dalam perut mommy!" ucap gadis itu membuat Jova ingin sekali mencubit pipi anak nya.


Arzan malah tertawa, membuat Jova semakin kesal, "Anak dan ayah sama saja. Pasti kalian sudah sekongkol!"


"Apa sih, mommy dan daddy ini selalu saja seperti itu...!" gadis itu mengerucut bibir nya.


"Seperti itu seperti apa?" tanya Jova bingung.


"Tidak ada, intinya Ai ingin adik titik!" kekeh gadis itu membuat Arzan senang.


"Anak laki-laki bee!" bisik Arzan.


Jova diam, tidak berniat lagi meladeni anak dan suami nya. Selesai sarapan Arzan langsung membawa anak dan istri nya pergi jalan-jalan. Rasa nya sangat menyenangkan, melihat Jova dan Aileen bagai adik kakak. Pergi tanpa pengawalan, tentu saja membuat Arzan harus siap siaga.


Nama nya juga anak gadis, Jova membawa anak nya pergi berbelanja. Tidak masalah bagi Arzan jika dia harus membawa semua barang-barang belanjaan yang penting anak dan istri nya bahagia.


"Bocah ingusan itu lebih kaya dari aku, pantaslah diri ku menjadi babu seperti ini." ucap Arzan pada diri nya sendiri.


Tidak lupa mereka juga pergi berburu makanan, sungguh menyenangkan bagi Jova ketika anak nya bagai seorang teman. Begitu juga dengan keluarga Aarav dan Aira, mereka sedang menikmati liburan mereka dengan mengajak Aksa pergi ke wahana permainan juga pergi ke tempat wisata lain nya.


Tidak ada yang istimewa bagi Arzan dan Aarav selain bisa berkumpul bersama seperti ini. Dua laki-laki ini telah mendapatkan kehidupan dan kebahagiaan nya masing-masing.

__ADS_1


"Dad, Ai ingin naik ke atas menara." Aileen terus menarik tangan daddy nya.


"Aku juga bee, kau kaya tapi tidak pernah mengajak ku pergi ke tempat ini...!" Kata Jova kesal.


"Ini kan sudah di ajak, kenapa malah menyalahkan ku?"


"Ya, kalau bukan karena Ai mana mungkin kau mau pergi seperti ini." ujar Jova semakin kesal.


"Ya sudah, ayo naik!"


Sudahlah, Arzan sudah pasrah sekarang. Pria itu di apit dua perempuan yang sejak tadi terus mencerocos hingga membuat nya sedikit geram.


Setelah menuruti semua keinginan anak dan istrinya, Arzan mengajak ke dua nya kembali ke hotel karena hari sudah mulai larut. Selesai mandi dan makan malam, Aileen yang kelelahan langsung terlelap tidur.


"Kenapa di sini?" tanya Arzan pada istri yang sedang berdiri di balkon kamar mereka.


"Pemandangan kota ini sangat indah. Aku suka melihat nya." jawab Jova tersenyum tipis.


Arzan kemudian memeluk istri nya dari belakang, "Aku rindu pada mu bee." bisik Arzan membuat Jova bingung.


"Aku rindu segala yang ada pada mu. Sejak kau sakit tidak sekali pun aku menyentuh perempuan lain." ujar Arzan membuat Jova paham apa maksud dari ucapan suami nya.


Jova membalikan tubuh nya, menatap mata elang suami nya, tiba-tiba saja Jova mengalungkan tangan di leher suami nya, membuat Arzan langsung sedikit menunduk ke wajah istri nya.


Yang lebih membuat Arzan kaget, Jova berinisiatif mencium bibir suami nya. Karena wanita ini tahu jika suami nya selama ini tidak menyentuh diri nya karena Arzan takut istri nya kembali sakit.


"Aku mencintai mu bee, terimakasih sudah setia pada ku." ucap Jova membuat Arzan langsung meraup bibir manis yang dia rindukan selama ini.


Ke dua nya saling berciuman, di saksikan oleh hamparan lampu-lampu kota yang sangat menakjubkan. Ke dua nya larut dalam kehangatan, Arzan langsung menggiring istri nya masuk ke dalam kamar tanpa melepas ciuman mereka.


Hasrat yang Arzan pendam selama ini, telah menumbuhkan rasa nya yang harus di tuntaskan malam ini. Tangan nakal nya mulai sibuk menjelajahi titik sensitif yang sangat dia favorit kan dulu.

__ADS_1


"Aku sangat merindukan mu bee." bisik Arzan sekali lagi.


Tangan nya mulai sibuk melepas kancing piyama, membuang pakaian istri nya sembarang. Jujur saja Jova sebenarnya merasa gugup, namun ketika dia melihat semangat suami nya rasa gugup itu telah di buang jauh-jauh.


Lampu kamar di buat temaram, sepasang suami istri yang saling merindukan itu pada akhirnya saling melepas hasrat satu sama lain.


"Kau kembali seperti perawan bee, junior ku sangat susah masuk." bisik Arzan membuat istri nya malu.


"Heh, membuat ku malu saja!" kata Jova mencubit lengan suami nya.


Sementara itu, Aileen yang sedang berada di alam mimpi merasa jika diri nya sedang bermain dengan seorang anak laki-laki yang sangat tampan yang dia panggil adik. Sungguh indah mimpi Ai malam ini.


Kembali ke Arzan dan Jova, ke dua nya sangat menikmati malam ini. Lenguhan, erangan bahkan rintihan manja ini sudah lama tidak terdengar Arzan. Mereka bahkan melakukan nya berkali-kali, membuat Jova sangat kelelahan.


Arzan menggendong istri nya menuju kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri sebelum tidur. Kembali berpakaian, Arzan lagi-lagi memeluk istri nya dalam-dalam.


"Aku mencintai mu bee, sungguh aku mencintaimu. Jangan tinggalkan aku lagi, aku tidak bisa tanpa mu." ucap Arzan sambil mengusap lembut wajah istri nya.


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah meninggalkan mu bee. Kau dan Aileen adalah jantung dari kehidupan ku." balas Jova juga mengusap wajah suami nya.


"Bagaimana jika kita pergi ke kamar Ai, kita tidur di sana. Pasti dia akan terkejut ketika bangun nanti." Arzan membuat ide.


"Sudah sangat larut bee, lagian bagaimana cara nya kita masuk ke dalam kamar?" tanya Jova.


"Gampang, mau aku gendong?" tawar Arzan.


"Em, kau harus menggendong ku karena kau sudah membuat ku lelah malam ini." ujar Jova sambil mengulurkan tangan nya.


Begini lah kelakuan Arzan dan Jova, masuk mengendap-endap ke kamar anak nya seperti maling. Dengan sangat hati-hati Arzan dan Jova tidur di samping anak nya. Aileen yang sedang bermimpi indah pun tidak sadar jika mommy dan daddy nya sedang memeluk diri nya malam ini.


"Tidurlah," bisik Arzan pada istri nya berada di samping kanan anak nya.

__ADS_1


Jova mulai menutup mata, tak butuh waktu lama wanita itu telah menyusul anak nya ke alam mimpi. Begitu juga dengan Arzan. Malam ini, keluarga kecil itu tidur saling berpelukan, kehidupan mereka akan berjalan sebagaimana keluarga lain nya. Banyak penyesalan yang tak bisa di ungkapkan Arzan begitu juga dengan Jova. Sedangkan Aileen, gadis ini tidak ingin menghakimi ke dua orang tua nya, ada alasan di balik semua ini terjadi, sungguh gadis ini sangat pengertian dalam keluarga kecil nya. Tidak ada yang perlu di tanyakan oleh Aileen, sekarang diri nya sudah bisa merasakan kasih sayang ke dua orang tua nya secara utuh sekarang.


...****TAMAT****...


__ADS_2