Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
62.Mencelakai Jova


__ADS_3

Rasa nya panas juga hati Anna ketika melihat kemesraan Arzan dan Jova setiap hari. Apa lagi ketika Anna melihat perut buncit Jova. Tangan gadis itu mengepal erat, kembali ke ruangan nya untuk memikirkan cara untuk menyingkirkan Jova.


Pada akhir nya, Anna mengajak ayah nya untuk bertemu makan siang. Bukan hanya ayah nya, di restoran tertutup itu juga ada kepala HRD yang selama ini telah membantu Anna.


"Aku ingi paman membantu ku untuk menyingkirkan Jova. Setidak nya, buat dia kehilangan anak nya agar Arzan membenci nya." ucap wanita itu langsung di tolak oleh Hasyid kepala HRD.


"Kau tenang saja, aku akan memberikan imbalan yang kau ingin kan." ujar Farhan membantu anak nya.


"Tapi, kalian yang akan bertanggung jawab untuk semua nya." ujar Hasyid sedikit takut.


"Kau tenang saja, kami yang akan bertanggung jawab." Farhan menyakinkan Hasyid pada akhir nya lelaki itu mau mengikuti permintaan Anna.


Untuk beberapa hari ke depan, Hasyid akan memantau Jova yang suka wara wiri di kantor.


Sudah hampir tujuh hari Hasyid mengintai kebiasaan Jova yang ternyaa suka pergi ke kantin seorang diri untuk mencari camilan. Jova sangat di senangi karyawan nya karena gadis ini sangat ramah dan tidak sombong jika di sapa.


"Cepat lakukan." perintah Anna pada Hasyid.


Hasyid menumpahkan cairan pembersih lantai bercampur sedikit minyak goreng agar lebih licin pada anak tangga yang tidak terlalu tinggi itu.


Suasana masih sepi karena ini belum masuk jam makan siang, biasa nya di suasana sepi seperti ini Jova akan pergi ke kantin.

__ADS_1


"Ayo sembunyi," ujar Hasyid.


Tebakan mereka tidak salah, Jova terlihat berjalan santai sambil memegang perut nya. Gadis ini tidak tahu akan ada bahaya yang mengancam nya di depan mata.


"Aku lupa sesuatu," ujar Anna.


"Lupa apa?" tanya Hasyid penasaran.


"Apa ada cctv di situ? bahaya jika kita ketahuan."


"Kau lihat di sana." tunjuk Hasyid, "Cctv itu idak akan bia menjangkau kita." ucap nya membuat Anna senang.


Rencana mereka berhasil, Jova jatuh terpeleset sedikit berguling hingga membuat perut nya nyeri bahkan keram. Gadis ini berteriak kesakitan. Untuk beberapa waktu tidak ada yang menolong Jova. Hingga pada akhir nya teriakan Jova yang begitu keras mengundang beberapa karyawan. Mereka langsung panik, ada karyawan yang memberitahu Arzan sedangkan Ana dan Hasyid langsung pergi tidak mau tahu dengan keadaan Jova.


Arzan yang mendengar istri nya jatuh langsung berlari mencari istri nya. Pria ini langsung panik ketika melihat istri nya yang sudah pucat bahkan di celana Jova ada sedikit noda darah. Arzan langsung menggendong istri nya menuju mobil lalu membawa nya ke rumah sakit.


"Bertahanlah bee." ucap Arzan dengan air mata yang sudah menggenang di sudut mata.


"Aku sudah tidak kuat bee, sakit!" rintih Jova.


"Cepat sedikit brengsek...!" perintah Arzan pada supir pribadi nya.

__ADS_1


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, untung saja jarak kantor ke rumah sakit tidak terlalu jauh. Setiba nya di rumah sakit Jova langsung mendapatkan penangan. Arzan mondar mandir kacau, pria ini takut jika anak dan istri nya kenapa-kenapa.


Tak berapa lama Aarav datang menyusul, sebentar menenangkan Arzan. Pada akhir nya Arzan mau duduk juga untuk menunggu Dokter keluar.


"Aku sudah memeriksanya, sepertinya ada yang sengaja menumpahkan pembersih lantai di campur minyak goreng." tutur Aarav langsung membuat telinga Arzan panas.


"BAjingan mana yang sudah berani mencelakai istri ku?" tanya nya geram.


"Di sekitar situ tidak masuk dalam jangkauan cctv, jadi aku sudah menyuruh anak buah kita untuk menyelidiki nya." ujar Aarav.


"Sampai ke lubang tawon sekali pun, cari pelakunya sampai dapat!" perintah Arzan.


Tak berapa lama Dokter keluar, bergegas Arzan bertanya keadaan istri nya. "Bagaimana keadaan istri dan anak ku?"


"Untung saja cepat di larikan ke rumah sakit, jika tidak mungkin nona Jova akan kehilangan anak nya. Pendarahan nya cukup hebat tadi, tapi kami bisa mengatasi nya." jawab Dokter membuat Arzan dan Aarav bisa bernafas lega.


Buru-buru Arzan masuk untuk melihat istri nya yang sekarang masih terbaring lemas di brankar. Aarav menarik nafas panjang lalu berkata dalam hati. "Terkutuk Lah kalian yang sudah mencelakai Jova, aku yakin jika Arzan akan membunuh kalian semua."


Arzan mengusap perut istri nya yang belum membuka mata itu. Wajah Jova masih nampak pucat apalagi sekarang gadis ini sedang melakukan transfusi darah.


Sedangkan Anna dan ayah nya merayakan keberhasilan mereka yang sudah mencelakai Jova. Hasyid juga sangat senang karena ayah dan anak ini menepati janji nya memberikan hadiah yang dia mau.

__ADS_1


__ADS_2