
"Hentikan kata-kata mu bee,...aku tidak ingin mendengarnya." pinta Jova, "Mulai sekarang, mulai detik ini kau berhak atas diri ku. Kau berhak atas tubuh ku karena kau adalah suami ku. Maafkan keegoisan ku, maafkan sifat kekanakan ku ini." sekali lagi, Jova meminta maaf pada suami nya. Dalam pelukan Arzan, gadis itu telah memberi izin atas semua tentang diri nya.Arzan tersenyum bahagia, memeluk erat istri nya yang masih sesenggukan itu.
"Jangan menangis lagi,...!" ujar Arzan sambil mengusap air mata istri nya.
"Tapi aku sedih...!" gumam gadis itu.
"Jangan sedih, aku yakin kita akan bahagia selama nya." kata Arzan.
Tanpa ragu, Jova memulai semua nya. Gadis itu memberanikan diri mencium suami nya, Arzan yang terkejut tidak percaya dengan perubahan sikap istri nya ini. Gadis itu, mengalungkan ke dua tangan nya di leher sang suami, mereka saling bercumbu menikmati pagutan yang penuh cinta ini. Bersaing dengan drama yang mereka tonton, Arzan dan Jova jauh lebih romantis dari pada drama tersebut.
Cukup lama mereka berciuman, cinta telah merasuk kesegala penjuru ruangan. Arzan dan Jova tidak melepaskan pagutan mereka, berjalan asal menuju tempat tidur. Harus, malam ini Arzan harus menuntaskan apa yang selama ini pria itu tunggu.
Mereka jatuh ke atas tempat tidur, Arzan merobek pakaian tidur istri nya hingga kini gadis itu tidak mengenakan sehelai benang pun untuk menutupi dua bukit indah yang ada di depan suami nya.
Jova yang merona malu langsung menutup bagian dada nya menggunakan ke dua tangan nya. "Aku malu bee...!" ucap gadis itu pelan.
"Jika kau tidak siap, aku tidak akan melakukan nya. Maaf telah merobek pakaian mu." sahut Arzana.
Jova menatap dalam ke dua mata elang suami nya yang penuh cinta itu, "Aku tidak ingin membuat mu kecewa, mari kita langgar perjanjian kita bee...!" bisik Jova.
"Terimakasih bee,..." ujar Arzan lalu meraup bibir istri nya.
Dengan sekali lentikan jari, lampu kamar langsung meredup atas perintah tuan nya. Samar temaram dan sangat cocok untuk memadu kasih. Arzan juga sudah melepas semua pakaian nya, sehingga mereka berdua sudah sangat polos sekarang. Tubuh mereka saling bergesekan, menimbulkan sensasi yang tak hanya bisa di rasakan namun tak bisa di jelaskan.
__ADS_1
Arzan yang sudah terlanjur basah, tangan nakal nya terus meraba kulit putih istrinya. Menyusuri setiap lekuk tubuh istri nya, menghafal setiap inci bagian yang membuat istri nya bisa menggeliat geli. Memberi tanda kepemilikan di tempat yang di sukai oleh Arzan.
"Bee,...Apa kau serius sekarang?" tanya Arzan sekali lagi memastikan nya.
"Sudah terlanjur bee,...apa kau mau berhenti sekarang?" tanya balik Jova. Kata-kata gadis itu terdengar nakal di telinga Arzan.
"Kau ingin membunuh ku kalau begitu bee...!" seru pria itu masih sempat nya bercanda.
"Aku tidak pernah melakukan nya. Aku sebenarnya takut." ucap Jova malu-malu.
"Kata orang, jika untuk yang pertama itu akan sakit. Tapi kau tenang saja bee, aku akan melakukan nya selembut mungkin. Aku janji..." ujar pria itu. Jova hanya mengangguk, gadis itu juga bingung ingin melakukan apa selain berciuam diri nya tidak tahu apa-apa.
Lagi, Arzan kembali mencumbu bibir istri nya agar gadis itu kembali merasakan hal sama yang di rasakan oleh Arzan. Pria itu, dengan degub jantung yang kencang, mulai bermain pada inti nya. Satu hentakan, tidak masuk hingga membuat Jova meremas seprai tempat tidur nya. Dua hentakan, gadis itu menjambak rambut suami nya.
Arzan kembali menghantamkan senjata nya. Masuk, membuat tubuh istri nya menegang di tambah lagi Jova tidak sengaja menggigit bibir suami nya. Arzan berhenti sejenak, membiarkan bagian itu beradaptasi. Setelah melihat istri nya tenang, baru lah Arzan melanjutkan gerakan nya. Sungguh gila betul Arzan ini, meski pun sama-sama yang pertama, namun pria bisa membuat istri nya melayang menikmati indah nya malam.
Saling melepas satu sama lain, membuat Arzan mulai kecanduan tubuh istri nya. Sudahlah, sudah lelah rasa nya Jova ini. Sebagai suami yang baik Arzan menggendong istri nya menunju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur. Mengganti pakaian yang sudah seperti kain lap. Rasa nya memang perih, namun mau apa di kata memang itu sudah resiko nya.
"Istirahat lah bee,...terimakasih untuk malam indah dan malam pertama kita ini." ucap Arzan lalu mengecup kening istri nya.
Jova yang sudah sangat mengantuk dan kelelahan hanya bisa menanggapi dengan senyuman. Malam ini mereka tidur dengan saling berpelukan, bahkan cicak sekali pun tidak berani untuk mengeluarkan suara.
Malam yang panjang telah mereka lalu, namun rasa nya sangat singkat sekali. Matahari samar-samar menampakkan sinar nya, kicauan burung saling bersahutan di antara pepohon pinus, dingin nya pagi ini seakan lenyap dengan hangat nya pelukan Arzan. Membuat Jova betah berlama-lama berada di atas tempat tidur. Untung saja hari ini adalah hari minggu, gadis itu bebas mau bangun jam berapa.
__ADS_1
Ketukan kamar membuat Arzan terbangun, mengiyakan ketika pelayan memberitahu jika sarapan sudah siap. Pria itu memandang wajah istri nya yang masih tertidur pulas. Arzan tersenyum, memainkan anak rambut yang menutup wajah cantik nya. Lelaki itu tersenyum sendiri ketika mengingat acara tadi malam, hanya karena sebuah drama yang di tonton, bisa membuat hati Jova meleleh.
"Aku harus berterimakasih pada drama yang ku tonton tadi malam." batin Arzan tertawa lucu.
Belaian tangan Arzan membuat Jova terbangun, rasa nya tubuh gadis itu remuk serasa hancur. Ke dua mata nya pun rasa nya berat untuk di buka.
"Selamat pagi istri ku sayang....!" ucap Arzan lalu mengecup kening istri nya.
"Pagi bee....!" balas Jova dengan suara serak khas bangun tidur.
"Mandi lah, setelah itu kita sarapan." ujar Arzan kemudian gadis itu mulai menurunkan ke dua kaki nya terlebih dahulu. Namun apa yang terjadi ketika Jova mulai melangkah kan kaki, rasa nya perih bahkan lebih perih dari tadi malam. Wajah gadis itu menjadi kaku, begitu juga dengan Arzan yang mulai panik ketika melihat ekspresi istri nya.
"Kau kenapa bee?" tanya Arzan.
"Perih bee,...aku tidak sanggup untuk melangkahkan kaki ku." jawab gadis itu malu-malu.
Sebagai suami yang baik, Arzan langsung menggedong istri nya menuju kamar mandi. Jova menutup wajah nya malu, Arzan tertawa melihat hal itu. Arzan menurunkan istri nya, kemudian lelaki itu keluar dan menunggu istri nya keluar.
Aaaaaa......teriak Jova dari dalam kamar mandi membuat Arzan langsung berlari panik. Pria itu menerobos masuk kekamar mandi. "Ada apa bee?" tanya Arzan dengan wajah panik nya.
"Ini apa bee?" tanya Jova dengan menunjuk leher dan bagian dada nya "Kenapa kulit ku merah semua?"
Arzan menghembuskan nafas panjang,istri nya ini benar-benar polos atau bodoh. "Itu adalah cap kepemilikan. Hanya aku yang boleh melakukannya, jika ada laki-laki yang berani menyentuh mu. Aku akan membunuh nya." ujar Arzan membuat Jova menelan ludah nya kasar. "Apa kau paham bee?" tanya Arzan hanya di tanggapi dengan anggukan oleh Jova. "Anak baik,...cepat mandi. Jangan lupa gunakan pakaian yang panjang, aku tidak ingin orang lain melihat cap itu." kata Arzan sebelum pria itu keluar dari kamar mandi.
__ADS_1