
Melvin membuka ponsel ketika ada notifikasi masuk. Pria itu kemudian pergi setelah pamit dengan Jova dan Viana. Sejenak Jova mengingat pernikahannya, tidak ada yang tahu termasuk teman-teman kampusnya.
"Vin,...jika kau memiliki suami yang kaya raya apa yang akan kau lakukan?" tanya Jova.
Viava berpikir sebentar, lalu menjawab dengan sesuka hati nya." Aku akan menikmati semua kekayaan suami ku. Tidak perlu bekerja keras!"
"Benarkah? emm....jika seseorang telah berkomitmen untuk menjalankan sebuah pernikahan, apa yang seharusnya di lakukan pihak perempuan?" tanya Jova kembali membuat Viana menatap curiga.
"Kau ini sedang menyembunyikan sesuatu dari ku ya...? jangan bilang jika kita jarang bertemu lalu kau tidak ingin memberitahu ku masalah mu." Viana masih menatap curiga.
"Tidak, tidak ada. Aku hanya bertanya saja, setiap orangkan berhak mengeluarkan pertanyaan dan pendapat mereka." pungkss gadis itu.
"Impian seorang perempuan ketika menikah adalah memiliki anak dan menjadi istri serta ibu yang baik. Kenapa? apa kau tidak berniat memiliki anak?" tanya Viana asal.
Jova langsung terdiam, beberapa bulan menikah dengan Arzan pria itu sama sekali belum menyentuh diri nya selain berciuaman. "Iyakan,...apa tebakan ku benar?" Viana membuyarkan lamunan Jova.
"Hiiiss....kau ini." kata Jova kesal. "Aku juga ingin memiliki anak." ucap nya gugup.
"Hmmm...Jova, sebentar lagi kuliah kita akan selesai. Apa rencana mu?" tanya Viana.
"Mencari pekerjaan lalu apa lagi?" ujar Jova padahal Arzan sama sekali tidak membiarkan nya untuk bekerja.
"Sudahlah, aku harus masuk kelas." kata Viana saat melirik jam tangan nya. "Lain kali kita ngobrol lagi ya...!" ujar gadis itu sambil melambaikan tangan nya.
Kini tinggallah Jova seorang diri, Melvin entah kemana pria itu pergi. Tiba-tiba Mika datang menghampiri gadis itu, memandang dengan sinis bahkan gadis itu sangat menunjukkan dengan jelas jika diri nya sangat tidak menyukai Jova.
Mika melipat ke dua tangan nya,lalu berkata. "Kau pasti banyak uang sekarang. Ku lihat setiap hari kau selalu di antar jemput dengan mobil mewah. Apa kayak menjual tubuh mu?"
__ADS_1
Jova mengepalkan ke dua tangan nya, berdiri lalu melipat ke dua tangan nya juga. "Ya,...aku menjual tubuh ku. Lalu, di mana letak kesalahan ku ketika aku menjual tubuh ku pada suami ku sendiri?" tanya Jova membuat Mika tertawa keras.
Jova memutar bola mata nya jengah, Mika memang selalu merendahkan diri nya. "Siapa suami mu? sadar diri Jova, tidak akan ada laki-laki yang mau menikahi mu karena kau seorang yatim piatu yang miskin." cibir Mika namun Jova terlihat biasa saja.
"Ya...ya....terserah kau saja...!" seru Jova kemudian gadis itu memilih pergi ke ruang kelas nya.
Mika menghentakan kaki nya, merasa tidak terima ketika saudara tiri nya mengacuhkan nya. Ketika pulang kuliah, Mika yang tiba di apartemen yang dia dan ibu nya sewa langsung mengeluarkan amarah nya yang tidak jelas itu.
"Kau ini kenapa?" tanya Rose bingung.
"Aku tidak ingin melihat Jova hidup bahagia bu. Bagaimana cara nya aku bisa merebut kekasih Jova itu?" ujar nya yang sudah kehilangan akal.
"Ibu punya rencana, tapi tunggu lah sampai kuliah mu selesai dan kau bisa mendekati lelaki itu." kata Rose semakin membuat Mika kesal. "Jangan marah dulu, dengarkan rencana ibu." ujar Rose lalu mengatakan rencana nya hingga membuat senyum Mika mekar kembali.
Rencana licik yang sudah di susun oleh Rose jauh hari, mereka akan tetap menyingkirkan Jova sebagaimana dulu mereka merebut kebahagiaan gadis itu.
"Mau kemana kau?" tanya Arzan ketika Aarav mengikutinya masuk ke dalam ruangan.
"Mau masuk lah...!" ujar Aarav dengan polos nya.
"Tidak, kau keluar saja. Istri ku sedang tidur di dalam." usir Arzan. Aarav yang paham langsung keluar kembali dari ruangan itu.
Tebakan Arzan tidak salah, pria itu melihat istri nya tidur dengan nyenyak nya. Rasa nya tidak tega jika harus membangunkan Jova hingga pada akhirnya Arzan memutuskan untuk menunggu istri nya bangun meski hari sudah mulai sore.
Jova terbangun ketika mendengar panggilan telpon dari suami nya. Arzan yang ikut terkejut memilih mematikan ponsel nya lalu menghampiri Jova yang sudah duduk di tepi tempat tidur.
"Maaf sudah mengganggu tidur mu bee...!" ucap pria itu sambil merapikan rambut istri nya.
__ADS_1
"Apa aku tidur terlalu lama?" tanya gadis itu.
"Tidak apa-apa, kau harus banyak istirahat. Aku tidak ingin kau sakit seperti kemarin lagi." kata-kata manis keluar dari mulut lelaki itu hingga membuat Jova luluh.
"Terimakasih bee,..." ucap gadis itu.
"Sudah sore, ayo kita pulang." ajak Arzan. Jova merapikan diri sebelum mereka pulang, gadis itu masih setengah mengantuk hingga Arzan menggandeng tangan istri nya ketika berjalan keluar. Untung saja para karyawan sudah pulang.
"Kau masih mengantuk?" tanya Arzan pada istri nya ketika mereka sudah memasuki mobil.
"Tidak bee...!" seru Jova.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan sore yang cukup ramai. Sejak tadi Arzan sudah melihat dari kaca spion jika ada yang mengikuti mobil nya. Namun Arzan yang pintar bisa menghindari mobil yang mengikuti nya.
Setiba nya di mansion, Jova langsung masuk ke dalam kamar nya dan berniat untuk mandi. Tapi, gadis itu terkejut ketika melihat semua pakaian dan barang-barang nya sudah tidak ada di dalam kamar.
Jova keluar, menghampiri Arzan yang sibuk bicara dengan anak buah nya. "Bee,.....!" panggil gadis itu membuat Arzan langsung menoleh. "Kau membuang semua barang ku ya?" tanya nya dengan nada sedih.
Arzan tersenyum, lelaki itu lupa mengatakan jika semua barang Jova sudah di pindahkan ke kamar Arzan. "Tidak, ayo ikut aku..." kata Arzan lalu menarik tangan istri nya menuju kamar nya.
Arzan membuka pintu kamar milik nya, menunjukan pada istri nya jika semua pakaian dan barang kesayangan nya ada di kamar nya. "Kau istri ku, sudah sepantasnya barang mu ada di dalam kamar ku juga. Kamar ini sekarang milik mu juga." kata Arzan membuat Jova terharu. Tanpa sadar gadis itu mencium pipi suaminya lalu memeluk nya. Arzan yang mendapatkan serangan mendadak hanya bisa terpaku tidak percaya.
"Terimakasih bee,..." bisik Jova.
Arzan tersenyum, pria itu membalas pelukan istri nya. "Iya bee,...!"
Pelukan selesai, Arzan menyuruh istri nya untuk pergi mandi sebelum makan malam tiba. Sedangkan pria itu menemui anak buah nya yang sedang berjaga di belakang.
__ADS_1