
Sumpah demi apa pun Arzan lebih memilih bertarung melawan seratus musuh dari pada harus melawan istri nya. Kini Arzan sudah berdiri dengan satu buah apel yang berada di atas kepala nya. David mencoba membantu Arzan namun tetap saja Jova kekeh dengan permintaannya.
"Sayang, jika kau meleset kau akan jadi janda." ujar Arzan takut ketika melihat istri nya mengelus-elus senjata api.
"Tidak akan, kau kan sudah melatih ku!" seru Jova kemudian bersiap-siap untuk menembak.
"Nona, pikirkan lagi. Ini sangat berbahaya." ujar david namun Jova mengacuhkan nya.
Gadis ini mulai mengambil ancang-ancang. siap menembak sasaran nya. Mulut Arzan terus berkomat kamit, bahkan laki-laki ini memejamkan mata nya karena tak kuasa untuk menatap wajah sang istri.
Dooorrrr.....
Suara tembakan mulai menggema, apel yang berada di atas kepala Arzan hancur dengan sempurna. Arzan langsung terduduk lemas, sedang Jova bersorak gembira bahkan mengajak anak buah Arzan untuk bersorak juga.
"Malaikat tertawa melihat ku hari ini" ujar Arzan mengusap dada nya.
"Bagaimana bee, apa aku hebat?" tanya Jova.
"Kau sangat hebat bee, saking hebat nya kau mampu membuat suami mu ini hampir mati jantungan." ujar Arzan.
"Kalau begitu, beri aku hadiah." pinta Jova.
"Apa hadiah yang kau mau bee?" tanya Arzan sambil mengambil air minum.
"Aku ingin kau membelikan ku seekor anak kuda perempuan." ujar Jova membuat Azan kembali tercengang dengan permintaan istri nya.
"Sayang, kenapa kau tidak meminta emas atau berlian saja, kenapa harus kuda?" tanya Arzan bingung.
"Jika tidak ingin membelikan nya ya sudah. Jangan banyak tanya!" ujar Jova merajuk kemudian gadis itu pergi dari tempat latihan.
Arzan yang melihat sikap istri nya hanya bisa menarik nafas dalam, "Ya kan, ngambek lagi." ujar Arzan lalu mengejar istri nya.
__ADS_1
Arzan langsung memberi perintah pada David untuk membeli sepasang anak kuda sesuai permintaan istri nya. Jova yang mengetahui hal itu langsung kembali senang.
hari telah berganti, entah kenapa kali ini Jova sangat bersemangat untuk pergi ke kantor dari pada Arzan. Sepanjang perjalanan Jova terus bersenandung ceria, Arzan yang melihat istri senang juga ikut senang.
Setiba nya di loby kantor, arzan langsung menggandeng tangan istri nya. Pemandangan seperti ini sudah biasa di lihat para karyawan. Anna yang melihat kedatangan Arzan langsung menghampiri mantan kekasih nya itu.
"Ada tontonan gratis nih!" ujar Aarav ikut menghampiri Arzan dan Jova.
Langkah Arzan dan Jova terhenti ketika Anna menghalangi langkah mereka berdua. Jova semakin erat menggandeng tangan suami nya begitu juga dengan Arzan yang langsung membawakan tas istri nya.
"Arzan, kau kemana saja? sejak kemarin aku mencari mu." ujar Anna sok akrab.
"Kenapa kau bekerja di sini, apa perusahaan ayah mu sudah bangkrut?" tanya Arzan.
"Aku sengaja bekerja di sini agar aku lebih dekat mu." sahut Anna memancing emosi Jova.
"Apa mata buta?" tanya Jova geram, "Kau sudah tahu jika Arzan sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki seorang anak. Lalu kenapa kau ingin dekat dengan suami orang?" ujar Jova dengan nada tinggi hingga membuat para karyawan yang mendengar nya langsung menggunjing Anna.
"Siapa kau, aku dan Arzan sudah dekat sejak kami kecil. Jadi, aku berhak dekat dengan Arzan." ujar Anna tanpa malu.
Ketika Anna hendak meraih tangan Arzan, tangan nya langsung di tepis oleh Arzan membuat Anna langsung malu.
"Arzan, kau sudaha berubah!" lirih Anna.
"Jika aku tidak berubah, itu tanda nya aku tidak akan maju." sahut Arzan lalu mengajak istri nya untuk masuk.
Jova mengejek Anna, sedangkan Anna langsung mengepalkan ke dua tangan nya geram ketika melihat kemesraan Arzan dan Jova.
"Kau ini, di mana letak malu mu sampai kau merendahkan harga diri mu seperti ini?" tanya Aarav dengan tatapan jijik. "Ku peringatkan pada mu Anna, jangan sesekali mengganggu rumah tangga Arzan dan Jova jika kau masih ingin hidup bebas." ancam Aarav namu Anna tidak takut.
"Siapa kau yang berani mengancam ku?" tanya Anna, "kau hanya babu Arzan!" cibir Anna kemudian pergi.
__ADS_1
Di ruangan, Arzan ingin mengajak istri nya untuk pulang namu Jova menolak karena dia ingin membuat Anna cemburu. Jova juga melarang suami nya ketika Arzan hendak memecat Anna.
Di luar dugaan, Anna dengan berani nya datang menemui Arzan dan Jova di ruangan Arzan. Jova tertawa sinis ketika melihat nyali Anna yang begitu besar untuk mendapatkan hati suami nya.
"arzan, aku tahu kau masih mencintai ku. Ku mohon beri aku satu kesempatan lagi." Anna memohon.
"Kata siapa jika aku masih mencintai mu?" tanya Arzan begitu santai nya. "Jika aku masih mencintai mu, mana mungkin aku menikah dan memiliki anak dari perempuan selain diri mu." ujar Arzan membuat Anna terdiam.
"Astaga, kau sudah tidak memiliki rasa malu lagi." cibir Jova. "Apa kau lupa dengan apa yang kau perbuat di masa lalu?" tanya Jova membuat Anna terdiam.
"Jangan senang dulu kau, jika Arzan tidak mencintai ku, kenapa dia tidak memecat ku?" ujar Anna dengan bangga nya.
Jova tertawa ketika mendengar Anna mengatakan hal itu, begitu juga dengan Arzan.
"Kau yang jangan senang dulu, aku tidak memecat mu itu karena perintah istri ku. Asal kau tahu saja Anna, semua yang aku miliki sekarang sudah atas nama istri ku, jadi apa yang akan aku lakukan harus izin dulu dengan dia. Benar begitu bee?" tanya Arzan pada istri nya.
"Benar sekali bee," sahut Jova.
Anna memandang Jova dan Arzan bergantian lalu berkata dalam hati. "Mereka bahkan memiliki nama panggilan. Sedangkan aku dan Arzan dulu tidak ada."
"Sadarlah Anna, hubungan kita sudah lama berakhir. Jadi, jangan mengharap apa pun dari ku!" ucap Arzan dengan tegas.
Arzan kemudian merangkul pinggang istri nya lalu mereka berdua saling berciuman bibir dengan mesra hingga membuat Anna cemburu. Mau tidak mau Anna keluar dari ruangan Arzan.
Arzan dan Jova melepas ciuman mereka.Jova merasa puas karena sudah puas mengerjai Anna. Arzan juga merasa puas, karena baru sekarang dia bisa membalas perbuatan Anna yang dulu pernah meninggalkan nya.
"Sayang, apa kau ingin pulang?" tanya Arzan.
"Tidak, aku ingin pergi ke rumah sakit saja." ujar Jova karena vitamin nya sudah habis.
Arzan berjongkok, mengusap perut istri nya yang mula terlihat buncit itu. "vitamin anak Daddy sudah habis ya? kita ke rumah sakit sekarang ya sayang." Arzan berbicara pada anak nya yang masih di dalam perut.
__ADS_1
"Iya Daddy, yuk berangkat." sahut Jova menirukan suara anak kecil.
arzan mencubit pipi istri nya gemas kemudian mereka langsung pergi. Anna yang melihat Arzan dan Jova pergi saling bergandengan tangan kembali cemburu melihat nya.