Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
71.Lihatlah


__ADS_3

"Ke mana kau mengajak ku bee?" tanya Jova tanpa menoleh ke arah suami nya yang sibuk dengan kemudi.


"Nanti kau akan tahu sendiri bee," ujar Arzan.


"Bee, besok aku akan pergi bersama Aira untuk membeli perlengkapan bayi yang masih kurang."


"Em, aku akan ikut!" seru Arzan tidak mau melihat istri nya pergi sendiri.


"Tidak usah bee, kan ada Aira." tolak Jova.


"Kau istri ku, sudah seharusnya kita pergi bersama-sama apa lagi ini mengenai anak kita." tegas Arzan. Jika sudah begini Jova tidak ingin melawan lagi.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, ternyata Arzan membawa istri nya untuk makan malam di salah satu restoran ternama yang ada di kota ini. Rasa nya sangat senang sekali, sudah lama Jova tidak pergi seperti ini.


"Kau membuat ku terharu bee!" ucap Jova dengan mata berkaca-kaca.


Arzan menggenggam tangan istri nya, laki-laki ini menyelipkan anak rambut yang menutup wajah Jova. "Maaf jika aku tidak pernah membuat mu bahagia bee. Aku tidak tahu jika hal sekecil ini mampu membuat mu bahagia." ucap Arzan membuat istri nya tersenyum.


Arzan lalu menggandeng tangan Jova lalu mereka masuk ke dalam restoran yang sebelum nya Arzan sudah melakukan pemesanan terlebih dahulu.


"Lihat lah bee, mereka berpasangan semua!" bisik Jova.


"Iya, malam ini semua orang nampak bahagia termasuk aku dan kamu." kata Arzan.


Bukan makan malam romantis namun bisa membuat hati Jova bahagia. Sesekali Arzan menyuapi istri nya makan. Hidup mereka memang sedikit membosankan karena Arzan selalu membatasi aktifitas Jova di luar terlebih lagi mereka tidak memiliki saudara yang bisa di ajak berkumpul keluarga.

__ADS_1


"Astaga, bajingan ini di sini juga!" ujar Arzan ketika melihat Aarav dan Aira masuk.


"Siapa?" tanya Jova bingung.


"Lihat mereka!" tunjuk Arzan pada Aarav dan Aira.


"Wuah, gerak cepat juga ya si Aarav itu." ujar Jova terkekeh lucu.


Pandangan Arzan dan Aira bertemu, wanita itu langsung menunduk tidak enak hati karena sudah tertangkap basah pergi berdua bersama Aarav.


"Ada mereka!" bisik Aira pada Aarav.


"Mereka siapa?" tanya Aarav bersiap siaga jika itu adalah musuh.


Aira menarik kemeja Aarav lalu menunjuk dengan ekor mata nya. Aarav langsung menelan ludah kasar, mau tidak mau mereka harus menghampiri Arzan dan Jova terlebih dahulu.


"Makan malam romantis tapi kenapa kau harus memakai pakaian serba gelap seperti ini?" tanya Jova.


"Kemarin aku hanya membeli beberapa pakaian seperti ini." kata Aira.


"Apa kau sudah tidak punya uang, untuk membeli Aira pakaian saja tidak bisa?" sahut Arzan.


"Mulut kau ini, kotor!" seru Aarav yang langsung duduk di samping Arzan.


"Aira, besok kau minta uang pada Arzan. Aku tidak mau melihat mu menggunakan pakai gelap seperti ini. Pakai lah pakaian yang berwarna setiap hari nya." ujar Jova yang benar-benar tidak suka dengan pakaian yang di kenakan Aira.

__ADS_1


"Kenapa harus meminta pada suami mu?" tanya Aarav geram. "Aku masih sanggup membelikan nya!" ucap Aarav sombong.


"Ck,...." Arzan berdecak ketika mendengar ucapan Aarav. "Sombong sekali kau ini,"


"Diam kau, jangan mempermalukan ku!" bisik Aarav.


"Karena kau sudah mengganggu makan malam ku bersama Jova, maka kau yang akan membayar semua nya!" ujar Arzan langsung di iyakan oleh Aarav karena laki-laki ini tidak ingin di pandang lemah di depan Aira.


Arzan dan Jova saling lirik, pasangan suami istri ini sengaja ingin mengerjai Aarav karena mereka tahu Aarav menyukai Aira.


"Aira, jika kau menikah nanti, tipe laki-laki seperti apa yang ingin kau jadi kan suami?" tanya Jova yang sengaja memancing emosi Aarav.


Aarav langsung menoleh ke arah Aira menunggu jawaban wanita itu.


"Sudah tentu aku akan mencari laki-laki yang bisa menerima ku apa ada nya." jawab Aira membuat Aarav tersenyum tipis. "Aku juga ingin mencari suami yang pandai memasak karena jika aku hamil dan memiliki anak dia bisa di andalkan." lanjut Aira membuat senyum Aarav langsung pudar. "Aku juga ingin memiliki suami yang pandai melakukan hal apa pun, bukan termasuk jago bela diri. Contoh nya bisa memperbaiki atap yang bocor, kran yang rusak atau perabotan rumah tangga yang rusak gitu.* ujar Aira langsung membuat masam wajah Aarav.


Arzan menyenggol bahu Aarav lalu berkata, "Kau tidak termasuk dalam tipe seperti itu."


Aarav hanya diam, membuat Arzan dan Jova semakin bersemangat untuk membuat laki-laki itu emosi.


"Wah, jika seperti itu rumah tangga mu nanti akan irit ya!" seru Jova.


"Tidak juga sih.Bagi ku menikah adalah dua orang yang di satukan dengan ego masing-masing. Dalam rumah tangga kita bisa belajar untuk melakukan hal apa pun secara bersama-sama dengan pasangan kita, tentu saja itu terlihat sangat romantis." kata Aira membuat Arzan dan Aarav langsung tersinggung. "Menurut ku, perempuan itu tidak perlu di belanjakan barang mahal atau liburan mahal. Cukup pasangan kita selalu ada jika kita membutuhkan nya saja sudah merasa bahagia."


Jova menoleh ke arah suami nya, "Kau sungguh benar," sahut Jova.

__ADS_1


Jova dan Aira terus mengobrol, kali ini bukan hanya Aarav yang kepanasan, Arzan juga ikut kepanasan dengan obrolan dua wanita yang ada di depan nya sekarang.


*****Slow menulis kakak, maklum bumil muda bawaan nya pusing mual lesu***** maaf karena jarang update ya kakak harap maklum 🙏🏻🙏🏻


__ADS_2