Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
101.Panggil Aku Zen


__ADS_3

"Mau apa kau ke sini?" tanya Arzan ketika melihat anak nya datang bersama Aarav.


"Ai rindu dengan daddy dan mommy." jawab gadis itu polos.


"Pulanglah, bukan kah aku memberi mu perintah untuk tidak keluar rumah!" ujar Arzan membuat Aileen langsung tertunduk takut.


"Izinkan dia melihat Jova, kau tidak bisa melarang seorang anak bertemu dengan ibu nya." kata Aarav berusaha membantu Aileen.


"Menyusahkan saja!" seru Arzan yang sebenarnya membuat hati Aileen sangat sakit. Gadis ini mengepalkan ke dua tangan nya, dalam hati nya dia berjanji akan menghabisi orang yang sudah membuat keluarga nya menjadi seperti ini.


Perlahan Aileen menghampiri mommy nya, gadis ini mencium dan memeluk Jova. Tubuh yang kurus dan pucat, entah kenapa Jova masih betah dengan tidur nya. Tak sekali pun dia bangun, sungguh hancur hati Aileen ketika melihat mommy nya seperti ini terlebih lagi sang daddy hanya menghabiskan waktu nya di rumah sakit tanpa sekali pun menunjukkan perhatian nya pada Aileen.


"Daddy jangan telat makan, istirahat yang cukup. Aileen pulang dulu, terimakasih sudah mengizinkan Ai untuk melihat mommy." ucap gadis itu namun Arzan sama sekali tidak menanggapi nya.

__ADS_1


Aarav lagi-lagi hanya bisa bergeleng kepala melihat sikap Arzan pada anak nya. Sepulangnya Aileen, Arzan kembali duduk di samping istri nya. Pria ini menggenggam erat tangan sang istri.


"Apa kau tidak rindu pada ku bee, kenapa kau tidur sangat lama sekali?" tanya Arzan pada istri nya yang masih setia dengan pejam nya.


Arzan, saking setia nya dengan Jova pria ini rela duduk seharian hanya untuk membacakan buku untuk istri nya. Atau terkadang Arzan juga menceritakan kenangan manis mereka dulu pada saat awal kenal.


Di mansion, seperti biasa Aira dan Aarav akan pulang jam empat sore. Mereka juga memiliki rumah pribadi namun jika siang Aira lebih memilih berada di mansion menemani Aileen.


Ini adalah tempat perjudian, Aileen di sini sudah mengubah semua penampilan nya. Gadis ini seakan berubah menjadi sosok pemuda yang urakan dan memiliki banyak tatto. Bukan tatto asli, hanya tatto mainan yang bisa langsung di hapus.


"Dari kalian, siapa yang bisa bermain judi?" tanya David.


"Em, karena target kita sangat suka main judi." timpal Aileen.

__ADS_1


"Maaf nona, saya bisa. Tapi, jangan bilang sama tuan." ucap salah seorang anak buah yang mereka bawa.


"Aku bos kalian sekarang bukan si Tarzan." ujar Aileen membuat seisi mobil tertawa. "Ini ada uang, gunakan untuk memancing. Nanti sisa nya aku dan paman David yang akan bekerja." kata Aileen sambil menyerahkan satu tas ransel uang yang sengaja di bawa.


"Ini terlalu banyak nona, bagaimana jika tuan tahu nona menggunakan uang sebanyak ini?" ujar David yang syok dengan kelakuan gadis ini.


"Sudahlah, uang ku masih banyak. Tidak perlu khawatir, baik daddy atau pun paman Aarav tidak bisa mengetahui nya." kata Aileen menyakinkan. "Jangan lupa,jangan panggil nona atau siapa pun itu. Panggil aku Zen." ujar Aileen.


"Baik nona!" ucap mereka bersamaan.


Aileen dan David kemudian keluar, begitu juga dengan empat orang anak buah yang mereka bawa. Ini adalah pertama kali nya Aileen masuk ke tempat perjudian, gadis ini dapat melihat dengan jelas orang mabuk orang kalah judi atau apa lab itu babak belur di hajar karena utang.


Tidak ada yang curiga pada Aileen, gadis ini menggunakan sepatu kulit bentuk boots dan jaket kulit di lengkapi dengan rambut palsu juga topi tidak lupa kacamata hitam yang bisa dengan jelas meskipun di tempat gelap sekali pun. Maklum saja, itu adalah kacamata mahal milik Aileen.

__ADS_1


__ADS_2