Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
88.Kenapa?


__ADS_3

Setelah melewati masa-masa yang menegang beberapa waktu yang lalu, kini kehidupan rumah tangga Arzan dan Jova mulai berjalan normal. Begitu juga dengan Aarav dan Aira yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.


Tidak ada kata pacaran dalam hubungan Aarav dan Aira,mereka yang sudah merasa cocok langsung memutuskan untuk menikah. Hanya pernikahan sederhana, sebab ke dua nya tidak memiliki keluarga.


Rasa nya sedih juga, di momen sakral nanti hanya ada sahabat dan beberapa teman yang akan menghadiri acara pernikahan nya.


"Kau mengundang cecunguk ini?" tanya Arzan ketika melihat nama Melvin yang tertulis di buku undangan.


"Kenapa, apa salah nya jika aku mengundang dia?" tanya Aarav acuh.


Wajah Arzan langsung masam, Jova yang melihat ekspresi suami nya langsung melirik Aarav dan Aira.


"Suami mu ini ternyata masih cemburuan juga!" gumam Aarav.


"Diam kau!" ucap Arzan, "Jika kau sudah menikah nanti kau akan tahu rasa nya."


"Aku bukan seperti kau," sahut Aarav semakin membuat Arzan kesal.

__ADS_1


Pria itu lebih memilih mengajak anak nya masuk ke dalam kamar. Tidak ada yang berpihak pada Arzan jika masalah seperti ini.


Hari telah berganti, kini tiba saat nya Aarav dan Aira mengucapkan janji suci pernikahan. Mereka melangsungkan pemberkatan di sebuah gereja yang berada di tengah kota. Tidak ada yang mewah di sana, dekorasi sederhana, bahkan tak banyak tamu yang datang, hanya sahabat terdekat pihak gereja saja yang menjadi saksi pernikahan mereka.


Mata Aarav berkaca-kaca ketika melihat seorang perempuan yang dia kenal selalu memakai pakaian laki-laki kini malah menjelma bagai seorang ratu.


Setelah acara selesai, Aarav langsung membawa Aira ke salah satu hotel milik Arzan. Sedangkan Arzan dan Jova memilih pulang ke mansion karena tidak mau mengganggu acara pengantin baru.


Ketika Arzan dan Jova sedang asyik bermain bersama baby Ai di kejutan dengan kedatangan Melvin.


"Mau apa kau ke sini?" tanya Arzan.


"Wah, kau datang membawa apa Mel?" tanya Jova sambil menggendong anak nya.


"Hadiah kecil untuk si cantik." ujar Melvin lalu menyerahkan bingkisan yang dia bawa.


"Terimakasih," ucap Jova merasa senang jika Melvin masih ingat pada nya. "Kalian mengobrol lah, aku dan anak ku akan masuk ke kamar."

__ADS_1


Arzan dan Melvin duduk santai di ruang tamu.


"Ku dengar, beberapa waktu yang lalu kau menghabisi seseorang. Apa itu benar?" tanya Melvin penasaran.


"Em, orang yang ku anggap baik ternyata tidak lebih dari iblis. Apa kau ingin melihat orang nya?" tanya Arzan.


"Memang nya masih hidup?"


"Aku hanya membunuh anak nya, sedangkan ayah nya sengaja ku biarkan hidup." ujar Arzan lalu mengajak Melvin pergi ke markas mansion.


Melvin menatap ngeri dengan keadaan seorang pria paruh baya yang kini terkurung dalam jeruji besi seperti penjara. Tidak ada alas tempat tidur, hanya ada kamar kecil.


"Dia orang nya?" tanya Melvin.


"Dia yang selama ini sudah menyetir semua orang. Ku kira aku akan kesulitan menangkap nya, ternyata tidak. Sangat mudah sekali." ujar Arzan tertawa sinis.


"Kenapa kau membiarkan nya hidup?"

__ADS_1


"Karena dia memegang semua informasi mengenai harta kekayaan milik kakek ku. Sebenarnya aku sudah tahu, tapi aku sengaja membuat nya hidup agar dia bisa merasakan bagaimana rasa sakit yang aku alami sepanjang hidup ku." tutur Arzan menjelaskan alasan nya.


Clovis hanya bisa memandang penuh ketakutan pada pria yang selama ini selalu ia remehkan. Jika Clovis tahu akhirnya akan menjadi seperti ini, maka dia akan menghabisi Arzan bersama kedua orang tua dan juga adik nya.


__ADS_2