Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
111.Kita Impas


__ADS_3

Mereka menunggu malam, namun Aileen sudah tidak sabar. Rumah ini sangat besar, banyak penjaga yang berkeliling. Aarav kembali memainkan keahlian nya, melempar kan gas yang bisa membuat orang tidak sadarkan diri dalam sekejap mata. Setelah itu barulah Aileen mengeluarkan laptop yang sengaja dia bawa untuk meretas cctv yang ada di rumah itu.


"Sudah beres, ayo kita masuk!" ujar Aileen membuat Arzan semakin kagum dengan kepintaran anak nya.


"Ehem, awas saja jika kau main-main, daddy akan menggantung mu!" ancam Arzan.


"Em, aku tidak takut!" seru Aileen seolah mengejek daddy nya.


Mereka kemudian masuk, halaman ini cukup luas dan banyak tanaman di sana. Namun, ketika mereka berdiri di depan pintu utama tiba-tiba pintu tersebut terbuka lebar. Arzan langsung menarik anak nya kebelakang.


Di pintu tersebut, berdiri seorang wanita yang di belakang nya juga ada dua orang wanita yang sangat di kenali Arzan dan Aarav. Mereka seolah sudah tahu tentang rencana kedatangan Arzan.


"Selamat datang di rumah ku." ucap wanita yang usia nya lebih muda sedikit dari Arzan.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Arzan, "Dan kalian, bukan kah aku sudah membuang kalian?"


"Ya, kau memang sudah membuang kami. Tapi, nyonya yang baik hati ini sudah menyelamatkan kami." ujar Mika dengan sombong nya.


"Bagaimana kabar anak tiri ku itu, ku dengar dia koma selama beberapa tahun. Apa dia sudah mati?" tanya Rose dengan nada mengejek.


Tentu saja Rose dan Mika berani pada Arzan, karena di belakang mereka sudah banyak anak buah yang mendampingi mereka.


"Itu tidak seberapa dengan apa yang sudah kau perbuat dengan keluarga ku." ujar wanita itu dengan sorot mata tajam, "Kau sudah membuah ayah dan kakak ku. Kau juga sudah membunuh anak ku!" ucap nya dengan nada tinggi.

__ADS_1


Arzan tersenyum tipis, pria ini mulai mengenali siapa wanita ini, "Ayah mu memang pantas mati di tangan ku. Seharusnya kalian yang bermalu muka di hadapan ku sekarang!" ujar Arzan semakin menggenggam erat tangan anak nya.


"Oh, apa yang di belakang mu itu keponakan ku?" tanya Mika dengan senyum lebar nya.


"Dia bukan keponakan mu, kau dan Jova tidak ada hubungan darah sama sekali." tegas Arzan malah membuat Mika dan ibu nya tertawa.


"Hajar mereka.....!" perintah wanita yang bernama Miranda itu.


Arzan berusaha menarik anak nya untuk menjauh namun Aileen malah melepaskan diri dari genggam daddy nya lalu ikut berkelahi dengan anak buah Miranda.


Miranda, Rose dan Mika naik ke lantai dua, mereka menonton dari atas sana. Arzan sangat mengkhawatirkan anak nya, namun Aileen yang pandai ilmu bela diri ternyata lebih gesit dari yang dia kira.


Aileen melirik ke arah atas, melihat wanita yang sudah menyebabkan mommy koma selama beberapa tahun. Tak butuh waktu lama, setengah dari anak buah Miranda bisa di kalahkan oleh Arzan dan anak buah nya.


Miranda menodongkan senjata api ke arah Arzan, "Kau sudah membunuh anak ku, kau akan mati di tangan ku!" ucap Miranda dengan sorot mata tajam.


Dooor.....suara tembakan membuat semua orang terhenti. Arzan menoleh ke arah anak nya lalu langsung memeluk bocah itu.


"Apa yang kau lakukan Ai?" tanya Arzan khawatir.


"Dia ingin menembak daddy!" ujar gadis itu.


Aarav yang melihat hal tersebut langsung naik lantai dua. Sedangkan Rose dan Mika memutuskan untuk kabur bahkan mereka meninggalkan Miranda yang sedang menahan sakit dan panas nya peluru yang menghantam dada kanan nya.

__ADS_1


"Tangkap dia perempuan itu...!" perintah Aarav pada beberapa anak buah nya sedangkan anak buah nya yang lain masih mencoba mengalahkan anak buah Miranda. Mereka mulai tersudut yang pada akhirnya memutuskan kabur satu persatu.


Arzan naik ke lantai dua, pria itu kemudian berjongkok di hadapan Miranda yang masih sadar.


"K-kau, kau sudah membunuh anak ku!" ucap Miranda dengan suara bergetar.


Aarav dan Arzan saling pandang, Aarav tidak tahu yang mana anak Miranda tapi Arzan ingat betul jika saat dia menembak Abrar ada seorang pemuda berlari ingin menolong Abrar.


"Kita impas," ujar Arzan, "Ayah mu tega membunuh semua keluarga ku lalu aku membunuh semua keluarga mu." ucap Arzan dengan senyum sinis nya.


Aileen hanya diam, gadis ini tidak paham maksud dari ucapan Daddy nya.


Dooor,... tiba-tiba Arzan terpental ketika seseorang dari arah belakang menembak pria itu. Aileen yang syok melihat daddy nya tertembak langsung mengejar seorang pria yang berlari masuk ke dalam kamar. Pria tersebut berusaha menembaki Aileen namun gadis ini bisa menghindari nya.


"Anak ku, tolong anak ku!" ucap Arzan meminta tolong pada Aarav.


Aarav yang bingung harus melakukan apa memutuskan untuk menyusul Aileen. Sedangkan Arzan mencoba bangkit sambil menahan rasa sakit di pinggang nya yang tertembak.


"Kita akan sama-sama mati di sini Arzan!" ucap Miranda masih kuat tertawa.


"Diam kau!" ucap Arzan lalu menendang wanita itu.


Di bantu anak buah nya, Arzan di bawa ke mobil. Mereka hendak membawa Arzan pergi ke rumah sakit namun pria ini menolak karena anak nya masih berada di dalam.

__ADS_1


"Cepat keluar, cari anak ku!" perintah Arzan membuat anak buah nya bingung. Terlebih lagi Arzan datang ke tempat ini tidak banyak membawa anak buah, "Brengsek cepat! jika sampai anak ku kenapa-kenapa, akan ku habisi kalian semua!"


Mereka pun langsung pergi meninggalkan Arzan seorang diri do dalam mobil sambil menahan rasa sakit di pinggang nya. Darah segar terus mengalir keluar membuat tenaga Arzan perlahan melemah.


__ADS_2