Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
39.Hadiah


__ADS_3

Gelap telah berganti terang, Arzan dan Jova masih ingin menikmati kebersamaan mereka di apartemen ini. Seharian hanya mereka habiskan dengan menonton drama kesukaan Jova. Sebagai suami yang baik sudah pasti Arzan akan menuruti segala keinginan istri nya.


Pukul tiga sore Arzan mengajak Jova pergi ke luar, pria itu mengajak istri nya pergi salon. Jova bingung kenapa suami nya meminta diri nya untuk di rias. Gadis ini juga mengenakan gaun yang sangat indah.


Arzan yang melihat istri nya mengenakan gaun dengan panjang selutut dengan bagian dada sedikit terbuka langsung membelalakkan ke dua mata nya.


"Mata mu bee, besar sekali...!" tegur Jova membuat Arzan langsung membuang muka malu.


"Kau sangat cantik bee..." puji Arzan juga membuat Jova langsung merona malu.


Arzan mengulurkan tangan nya, dengan malu-malu Jova menerima uluran tangan suami nya. Mereka kemudian pergi ke tempat yang sudah di persiapkan oleh Arzan jauh-jauh hari.


"Kita mau kemana?" tanya Jova penasaran.


"Ketempat yang sudah ku persiapkan dari jauh hari." jawab Arzan semakin membuat Jova penasaran.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Jova menikmati jalanan yang sangat ramai karena malam ini adalah malam minggu. Mobil memasuki kawasan yang terbilang sangat elit. Ini adalah kali pertama Jova masuk ke tempat ini.


Restoran berbintang yang mengambil konsep alam. Jika cuaca sedang bagus atap restoran akan di buka, jika cuaca tidak bersahabat maka atap akan di tutup. Demi memanjakan sang istri, lelaki ini rela melakukan apa saja sekarang.


Alunan musik klasik terdengar syahdu di telinga, rasa nya romantis sekali jika datang ke tempat ini bersama dengan pasangan masing-masing. Mata Jova berkaca-kaca ketika melihat kue ulangtahun yang sudah ada di atas meja. Makanan mewah nan romantis membuat gadis itu merasa jika diri nya seorang putri malam ini.


"Bagaimana bee, apa kau suka?" tanya Arzan mempersilahkan istri nya untuk duduk.


"Tempat ini sangat indah bee, terimakasih sudah mengajak ku ke tempat seindah ini." ucap Jova merasa terharu dengan kejutan yang di berikan suami nya. "Kau tahu dari mana ulang tahun ku bee?" tanya Jova yang baru sadar jika ada kue ulang tahun.


"Aku kan suami mu, apa pun tentang mu aku pasti tahu." kata Arzan membuat cinta Jova pada Arzan semakin bertumpuk-tumpuk.

__ADS_1


"Terimakasih suami ku!" ucap Jova dengan wajah bahagia nya seakan gadis ini lupa jika kemarin diri nya sudah bersedih.


Tiba-tiba Arzan mengeluarkan hadiah yang sudah di persiapkan nya, pria itu mengeluarkan sebuah kaluang bermatakan berlian untuk istri nya. Berkilauan indah membuat perempuan lain merasa iri jika melihat nya.


"Untuk mu bee!" kata Arzan membuat Jova tak dapat bicara apa-apa lagi.


Arzan kemudian berdiri, meraih tangan istri nya untuk berdiri juga. Lelaki itu kemudian memakaikan kalung tersebut. Jova semakin terharu, hadiah ini terlalu besar untuk nya. Gadis ini merasa tidak pantas menerima nya, namun untuk menolak rasa nya sayang juga.


"Sungguh cantik, kau sangat cantik istri ku." puji Arzan.


"Terimakasih suami ku." ucap Jova lalu mereka berpelukan. Untuk beberapa waktu pasangan suami istri itu saling membasahi bibir.


Masih tetap sama, alunan musik klasik masih mengiringi indah nya malam ini, "Ayo tiup lilin dulu bee!" ajak Arzan dengan senang hati Jova melakukan nya. "Jangan lupa untuk membuat harapan bee." ujar Arzan mengingatkan.


Sebelum tiup lilin, Jova mengepalkan ke dua tangan nya untuk memanjatkan doa-doa nya. Arzan tersenyum melihat wajah istri nya yang saat ini sedang tersenyum sendiri, mungkin gadis ini sedang meminta sesuatu yang indah pada Tuhan nya.


"Sekarang tiup lilin nya." ujar Arzan.


Dalam hitungan ke tiga, Jova meniup lilin dengan perasaan yang tak bisa di ungkapkan sekarang. Arzan mencium kening istrinya, lagi-lagi pria itu memberikan hadiah yang membuat mata Jova terbelalak.


"Aku benar-benar mencintai mu, jadi aku memberikan saparuh harta kekayaan ku untuk mu." kata Arzan.


"Aku tidak bisa menerima nya bee!" tolak Jova merasa ini sangat berlebihan. "Kau memberi ku sebuah kartu saja belum ku gunakan, Jadi untuk apa kau memberi ku yang berlebihan ini?"


"Aku tidak menerima penolakan! lagian, aku sudah membalik nama semua nya atas nama mu." ujar Arzan merasa bangga.


"Dasar Tarzan! suka sekali memaksa orang. Tapi, jika kau memaksa baiklah, dengan senang hati aku akan menerima nya." kata Jova di iringi tawa nya. Arzan juga ikut tertawa, istrinya ini gampang sekali tertawa.

__ADS_1


Makan malam berlanjut, setelah itu baru lah Arzan dan Jova pulang. Mereka langsung pulang ke mansion, karena Arzan masing ingin melepas kerinduan pada istri nya di atas tempat tidur.


Arzan dan Jova sedang bersiap-siap untuk pergi tidur, namun Arzan langsung menarik istri nya kedalam pelukan nya. "Apa kau tidak berniat memberi ku hadiah bee? sekarang kan kau sudah kaya raya." ujar Arzan membuat Jova bingung ingin memberi hadiah apa.


"Hadiah apa yang kau mau bee?" tanya Jova dengan polos nya.


"Berikan aku seorang anak yang lucu bee!" seru Arzan membuat Jova sadar jika pelengkap rumah tangga itu adalah hadir nya seorang anak.


"Kenapa tidak meminta pada Tuhan, kita yang berusaha." ujar Jova.


Arzan tersenyum, membenarkan ucapan istri nya. Perlahan, pria itu mengecup kening istrinya, berpindah ke bibir tipis yang saat ini saling memagut indah. Malam ini milik mereka, Arzan terus mencumbu di bagian favorit yang dia suka. Memberi tanda kepemilikan, saling memeluk erat tak terlepaskan.


Tangan kekar itu mulai menjelajah ke bagian yang tidak seharusnya di pegang, meraba-raba hingga membuat Jova mengeluarkan suara lenguhan yang membuat Arzan tidak sabar lagi untuk melakukan nya. Lampu kamar yang sengaja di buat ranum, kamar kedap suara yang mampu menutup telinga dengan suara-suara desahan.


Waktu tengah malam, di saat semua orang asyik dengan mimpi masing-masing, namun Arzan dan Jova malah asyik bercocok tanam. Menanam benih dengan pilihan bibit unggul yang berkualitas tinggi.


"Pegang milik ku bee!" pinta Arzan.


"Aku tidak mau!" tolak Jova.


"Ayolah bee, ayo pegang punya ku." Arzan merengek seperti bayi. Pria itu menarik tangan istrinya memaksa untuk menyentuh benda keras itu.


"Kenapa keras sekali bee?" tanya Jova dengan polos nya.


"Biar keras begini, ini yang akan membuat mu enak bee!" kata Arzan tanpa malu-malu. Ya, pasangan suami istri ini sudah tidak malu-malu lagi untuk saling bicara mesum. Meski pun geli, mau tidak mau Jova menuruti suami nya agar lelaki itu senang.


Junior yang sudah menegang sejak tadi pada akhirnya masuk juga ke dalam sarang yang berakar. Arzan mulai melakukan atraksi nya, naik turun untuk memompa, berbagai gaya mereka lakukan untuk saling mendapatkan kenikmatan. Kembali memagut bibir manis istrinya, meremas salah satu gunung kembar yang membuat nya semakin cepat memompa. Hingga pada akhirnya, pasangan suami istri itu sama-sama melakukan pelepasan. Mungkin tidak hanya satu kali, lelaki itu ingin berkali-kali. Membuat Jova mulai kewalahan melayani hasrat suami nya yang ternyata lebih parah dari sebelum nya.

__ADS_1


__ADS_2