Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
74.Rencana Aira


__ADS_3

"Kenapa kau masih memberi hati pada Mika dan ibu nya?" tanya Arzan yang sudah gemas melihat kesabaran istri nya.


"Sebenarnya aku sangat malas meladeni mereka. Tapi, hari ini mereka sudah sangat menyakiti hati ku." ujar Jova merasa sedih. "Aku kehilangan ibu ku, mereka merebut ayah ku. Aku sudah terbiasa hidup sendiri, tapi kenapa mereka selalu saja mengganggu ku?"


Arzan mengerti dengan perasaan istri nya, pria itu kemudian keluar untuk menemui Araav dan Aira yang sedang bersantai di dekat kolam renang.


"Menurut kalian, mereka pantas nya di apakan?" tanya Arzan membuat ke dua manusia itu tidak mengerti.


"Siapa yang di apakan?" tanya Aarav bingung.


"Mika dan ibu nya, aku merasa jika mereka adalah benalu dalam hidup Jova. Harus di singkirkan!" ujar Arzan.


"Buang saja ke negara yang membuat mereka tidak akan bisa kembali lagi." sahut Aira memberi ide pada Arzan. "Kau dan Jova tidak harus melukai mereka, cukup buang mereka agar mereka mengerti jengah nya di ganggu."


"Ide yang bagus, kalau begitu bisa kan kalian mengerjakan nya?" ujar Arzan.


"Pekerjaan macam apa ini?" tanya Aarav protes.

__ADS_1


"Biar aku yang mengurus nya. Aku tahu kemana mereka harus di buang!" seru Aira langsung di setujui Arzan.


Arzan kembali ke kamar,mendapati istri nya sudah terlelap tidur. Tidak mau mengganggu, Arzan lebih memilih menyelesaikan pekerjaan kantor yang sedikit menumpuk.


Malam telah berganti pagi, Jova baru saja bangun dan turun ke dapur. Lalu pergi ke ruang makan namun hanya mendapati Aarav di sana.


"Di mana Aira?" tanya Jova.


"Pergi sejak pagi." jawab Aarav.


"Kemana? apa dia tidak takut tertangkap?"


"Seharusnya aku memang mengusir mu, kenapa kau berduaan dengan istri ku?" tanya Arzan yang tiba-tiba muncul.


"Mulut mu ini, lagian siapa juga yang mau sama istri mu. Sudah buncit jelek lagi...!" ejek Aarav seakan tidak ada takut nya sama Arzan.


"Bee, bajingan ini mengatai ku barusan!" adu Jova tidak terima.

__ADS_1


"Jangan hiraukan jomblo yang sedang mengejar cinta bee. Otak nya memang sedikit geres!" ujar Arzan membalas ucapan Aarav.


Di lain tempat, Aira yang sengaja menyamar sebagai karyawan sebuah butik langsung melancarkan aksi nya. Pagi sekali Aira mengirim sesuatu ke rumah Rose hingga membuat ibu dan anak tersebut datang ke butik yang sekarang sedang di jaga Aira. Aira sangat pandai mengoles wajah nya, wanita ini bukan seperti Aira yang di lihat Rose dan Mika kemarin.


"Kami datang ke mari atas undangan ini, apa ini benar?" tanya Rose dengan gaya angkuh nya.


"Benar nyonya, kalau boleh saya memastikan apa benar nyonya bernama Rose dan ini anak nyonya yang bernama nona Mika?" tanya Aira sok basa basi.


"Benar. Kalau boleh tahu, apa benar isi dari undangan ini?" tanya Rose balik yang masih tidak percaya dengan dua undangan yang ada di tangan nya.


"Benar nyonya, ini adalah butik baru. Kami tahu nyonya Rose suka berbelanja pakaian di butik-butik. Jadi, dari sekian banyak orang kami memilih nyonya dan nona yang akan Mendapatkan tiket liburan beserta voucher belanja sepuasnya." terang Aira membuat mata Rose melotot.


"Halah, ini penipuan bu. Mana ada butik seperti ini memberikan tiket liburan gratis dan voucher belanja gratis!" ujar Mika yang tidak percaya.


Aira masih menunjukkan senyum manis nya, berusaha menyakinkan Mika. "Ini butik baru, butik kami berpusat di luar negeri. Untuk memulai sesuatu bukan kah harus di mulai dari bawah dulu?"


"Aku tetap tidak percaya. Ayo pulang bu!" ajak Mika.

__ADS_1


"Kalau ini, kalian pasti akan percaya!" seru Aira menghentikan langkah ke dua anak dan ibu itu.


Rose dan Mika berbalik badan, sedangkan Aira tersenyum licik ketika melihat dua orang perempuan dengan mata melotot di depan nya. Rose langsung memegang tangan anak nya tidak percaya apa yang dia lihat.


__ADS_2