
"Kalian mau kemana?" tanya Aarav bingung ketika melihat Arzan dan keluarga kecil nya juga berada di bandara.
"Kau pikir hanya keluarga mu saja yang ingin pergi berlibur, kami juga!" ujar Arzan sambil merangkul anak nya.
"Kalian mengikuti kami?" tanya Aira tidak terima.
"Liburan kami lebih berkelas. Kita beda jalur!" kata Arzan lalu mengajak anak dan istri nya pergi naik pesawat.
Aarav bergeleng kepala, baru sekarang dia melihat Arzan begitu bahagia nya setelah sembilan tahun. Aarav dan Aira dapat melihat dengan jelas jika ke dua tangan Arzan masing-masing menggenggam tangan anak dan istri nya.
"Aku harap setelah ini kehidupan Arzan maupun kita akan berjalan dengan damai dan tenang." ucap Aarav penuh harap.
"Ku harap juga begitu," sahut Aira dengan senyum tipis nya.
"Oh mom, dad, kapan kita akan naik pesawat. Kalian hanya sibuk melamun." tegur Aksa yang mulai merasa bosan.
__ADS_1
Aarav menggendong anak nya, "Jagoan daddy sudah tidak sabar ya?" tanya Aarav, "Kalah begitu ayo kita berangkat sekarang!"
Aarav menggenggam tangan Aira, sedangkan Aksa masih berada di dalam gendongan daddy nya. Aarav dan Aira lebih memilih pergi liburan ke Australia sedangkan Arzan dan Jova lebih memilih liburan Paris karena Arzan pernah janji ingin mengajak Jova pergi ke sana.
Penerbangan yang cukup melelahkan, Aileen menghempaskan tubuh nya di atas tempat tidur ketika mereka baru tiba di hotel. Sedangkan Arzan, laki-laki ini lebih memilih membereskan semua barang-barang yang mereka bawa dan pria itu tidak membiarkan istri nya kelelahan.
"Aku senang melihat mu seperti ini bee, kau banyak berubah." ucap Jova sambil memperhatikan suami nya.
"Banyak hal yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahan ku. Bee, sekarang aku hanya ingin keluarga kita bahagia. Tidak lebih!" kata Arzan menatap wajah istri nya yang masih tampak awet muda.
Arzan tersenyum, mengusap kepala istri nya lembut, "Istirahat lah, aku akan melihat anak gadis kita."
Arzan kemudian pergi ke kamar anak nya yang berada di samping kamar nya. Aileen membuka pintu kamar nya, nampak sekali wajah gadis itu sangat kelelahan.
"Daddy, Ai sangat lelah." keluh gadis itu memeluk daddy nya.
__ADS_1
"Jika lelah, kenapa tidak tidur?" tanya Arzan membalas pelukan anak nya.
"Ingin tidur bersama mommy dan daddy!" seru gadis itu.
"Heh, kau sudah besar. Apa kau ingin seorang adik?" Arzan bertanya pada anak nya, membuat Aileen langsung menatap tajam ke arah diri nya.
"Memang nya mommy sudah benar-benar sehat?" tanya Aileen membuat Arzan malah menggaruk kepala nya tak gatal. Sejak Jova keluar dari rumah sakit beberapa bulan yang lalu, Arzan sama sekali belum pernah mengajak istri nya berhubungan badan karena pria ini takut jika kesehatan istri nya kembali menurun.
"Beri daddy semangat, daddy bingung ingin melakukan apa sekarang!" ujar Arzan malah membuat anak nya ikut bingung.
"Gak tahu ah, sana pergi. Ai mau istirahat!" usir gadis itu yang sudah tidak bisa berpikir untuk membantu daddy nya.
"Em, tidurlah. Besok kita akan pergi jalan-jalan!" ujar Arzan kemudian keluar dari kamar anak nya.
Arzan kembali ke kamar nya, mendapati istri nya yang sudah terlelap. Sebagai seorang laki-laki normal, Arzan juga haus akan belaian istri nya. Tapi, mana mungkin Arzan melakukan nya malam ini karena terlihat sekali Jova begitu nyenyak tidur nya.
__ADS_1