Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
73.Jangan Di Pikirkan


__ADS_3

"Aku hanya ingin pergi sama Aira, kalian tunggu saja di mobil atau di mana yang kalian mau!" ujar Jova setelah semua barang yang di inginkan nya sudah terbeli.


"Em, baiklah. Jangan lama-lama." pesan Arzan pada istri.


Bebas sekali rasa nya Jova, untuk pertama kali nya dia pergi dengan sesama perempuan. Jova mengajak Aira pergi ke outlet yang menjual makanan cepat saji. Di sini Aira menggunakan kacamata dan topi sebagai penyamaran agar tidak terlihat orang lama nya.


"Astaga, rasa nya seperti ini pergi bersama teman." ujar Jova merasa bebas.


"Memang nya kau tidak pernah pergi bersama teman mu?" tanya Aira merasa aneh.


"Tidak, Arzan selalu saja mengintil di belakang ku!" jawab Jova kesal.


"Baiklah, untuk ke depan nya aku akan menjadi teman mu!" seru Aira membuat Jova senang. umur Jova yang masih berada di bawah Aira membuat wanita itu menganggap Jova sebagai adik nya.


Ke dua wanita itu makan apa pun yang mereka inginkan. Hanya saja selera makan Jova langsung hilang ketika ada Rose dan Mika yang menghampiri nya lalu mempermalukan Jova di depan umum.


"Wah wah, enak sekali hidup mu Jova. Kau makan enak dan menikmati hidup mu yang mewah sedangkan aku dan Mika hidup sengsara." kata Rose sengaja meninggikan suara nya.


"Kalian itu apa sih?" tanya Jova yang telinganya mulai gatal. "Kita kan hanya orang asing, ayah juga sudah meninggal jadi kita tidak ada hubungan apa-apa lagi."

__ADS_1


"Jaga bicara mu Jova, dasar anak tidak tahu berbakti dan berbalas budi." bentak Rose.


"Kau tega meninggalkan aku dan ibu Jova. Kau sangat kejam!" Mika menimpali nya.


Jova memutar mata nya malas, akting ke dua manusia yang ada di depan nya ini sungguh luar biasa. Beberapa pengunjung mulai menggunjing pada Jova.


"Seharusnya kau yang sadar diri, kau dan anak mu ini sudah merebut ayah dari aku dan ibu sampai ibu ku meninggal. Kenapa kalian jadi menyudutkan ku?" tanya Jova geram.


Ketika Mika hendak menyahut ucapan Jova, Aira langsung menyiramkan jus ke wajah gadis itu hingga membuat nya menjerit.


"Apa yang kau lakukan, predator dari mana kau?" ujar Mika menjerit.


"Nyonya Rose yang terhormat, sekali lagi aku tegas kan jangan pernah mengganggu kehidupan ku. Apa kalian kurang puas telah merebut kebahagiaan ku dulu?" ujar Jova memandang benci pada Rose dan Mika.


Jova kemudian mengajak Aira pergi. selera makan nya sudah hilang.Di parkiran mobil, Arzan yang melihat wajah kusut istri nya langsung bertanya pada Aira.


"Kau apa kan istri ku?" tanya Arzan dengan mata melotot.


"Jova baru saja ketemu dua orang perempuan yang ngaku ibu." ujar Aira memberitahu.

__ADS_1


Tidak ingin membahas lagi, Arzan langsung menyuruh Aarav untuk pulang. Sepanjang perjalanan pulang Jova hanya diam saja, membuat suami nya bingung ingin melakukan apa.


Setiba nya di mansion, Jova langsung masuk sedangkan Arzan langsung menyuruh Aarav dan Aira untuk menyelesaikan hama yang selama ini selalu mengganggu kehidupan istri nya. Setelah itu Arzan menyusul istri nya di dalam kamar yang sedang merebahkan diri karena lelah.


"Sudahlah, jangan di pikirkan." ujar Arzan.


"Aku tidak memikirkan mereka bee."


"Lalu, apa yang kau pikirkan?" tanya Arzan tidak mengerti.


"Entahlah, aku malas membahas nya. Lebih baik kau mandi, bau mu membuat ku mual saja!" ucap Jova membuat Arzan langsung mencium aroma badan nya sendiri.


"Suami wangi gini di bilang bau, penciuman mu memang harus di perbaiki bee!" kata Arzan.


"Kau saja tidak sadar bee, Tarzan seperti mu sudah pasti akan bau keringat setiap hari. Secara kau kan suka bergelantungan!" ejek Jova.


"Terus saja, apa kau tidak mau dapat jatah malam ini?" ancam Arzan membuat istri nya tertawa. "Kenapa kau tertawa, ada yang lucu?" tanya Arzan bingung.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, kenapa jadi kau?"

__ADS_1


Arzan membuang nafas kasar, tidak mau terus di ejek istri nya Arzan memutuskan untuk pergi mandi saja.


__ADS_2