Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
66.Mau Apa Kau?


__ADS_3

Hari telah berganti, tiba-tiba saja Arzan dan Jova kedatangan tamu. Wajah Arzan langsung masam ketika melihat Melvin datang mansion nya dengan membawa berbagai macam makanan. Tentu saja Jova senang, gadis ini langsung mengajak Melvin duduk di taman samping.


"Kenapa kau datang ke sini?" tanya Arzan pada Melvin.


"Istri mu mengundang ku. Kata nya dia ingin makanan kampus jadi aku datang mengantarkan nya." jawab Melvin dengan santai nya.


Arzan langsung menatap tajam istri yang sedang asyik menikmati makanan yang baru saja di bawa Melvin.


"Bee, jika kau ingin makan kenapa tidak minta sama aku? aku suami mu, bukan dia!" kata Arzan kesal.


"Apa sih?" ujar Jova ikut kesal. "Dia kan teman ku, wajar jika aku minta tolong pada nya. Ya kan Mel?"


Melvin hanya mengangguk, hingga membuat Arzan semakin naik cemburu. "Dulu saja kau selalu mengumpat tentang Melvin." ucap Arzan buka kartu.


"Beda dulu beda sekarang, kami seumuran jadi kenapa kau yang tua ini sakit hati?" sahut Jova memarahi suami nya.


"Aku pusing melihat kalian, aku pulang dulu!" Melvin pamit pulang.

__ADS_1


"Kenapa buru-buru?" tanya Jova membuat mata suami nya semakin melotot.


"Kau kan tahu aku sedang ada pekerjaan." jawab Melvin membuat Jova langsung paham.


"Cepat pulang sana, lama-lama ku retakan juga tulang mu!" usir Arzan.


"Suami mu ini mengerikan!" kata Melvin langsung pergi begitu saja.


Jova kembali ke kamar nya dengan membawa makanan yang di bawa Melvin tadi. Arzan terus mengekor sambil mengomel di belakang istri nya namun Jova terus mengacuhkan nya.


"Kenapa kau mengatai ku tua hah?" tanya Arzan kesal langsung mengunci pintu kamar nya.


Tiba-tiba Arzan melepas kancing baju nya, membuat Jova langsung berjalan mundur. "Kau mengatai ku tua tadi, kau memang sudah lama tidak merasakan goyangan lelaki tua ini kan?" tanya Arzan lalu menarik istri nya kedalam pelukan nya.


"Mau apa kau?" tanya Jova berusaha mendorong tubuh suami nya.


"Aku hanya ingin membuktikan jika laki-laki tua seperti ku masih memiliki jiwa muda. Bahkan jika kau bandingkan dengan Melvin saja lewat." ujar Arzan lalu membuang baju nya sembarang.

__ADS_1


"Aku sedang hamil, jangan macam-macam bee!" ucap Jova mulai panik.


"Yang bilang kau sedang berkebun siapa?" tanya Arzan, "Ayo sayang, kita buktikan kekuatan laki-laki tua ini...!" kata Arzan lalu menggendong istri nya naik ke atas tempat tidur.


Arzan melepas pakaian istri nya lalu membuang nya sembarang, Arzan dengan gesit mulai mencumbu inci demi inci bagian tubuh istri nya hingga membuat Jova yang sempat menolak pada akhir nya menikmati nya juga.


Tidak perlu menunggu malam, sore seperti ini juga syahdu untuk melakukan olahraga ranjang. Arzan masih sadar, diri nya melakukan gerakan dengan sangat lembut agar tidak menyakiti calon anak mereka.


Bukan main, Jova sangat ganas sore ini. Diri nya meminta berulang kali, tentu saja Arzan akan melakukan nya dengan senang hati. Bahkan, sepasang suami istri itu mandi bersama setelah selesai.


"Bagaimana bee, apa kau tidak ingin menarik kata-kata mu tadi?" tanya Arzan sambil mengeringkan rambut istri nya.


"Ngapain harus ku tarik, toh sudah ku ucapkan juga!" seru Jova membuat suami nya geram.


"Perempuan memang ingin menang sendiri." ucap Arzan pelan namun masih terdengar oleh istri nya.


"Kalau bicara yang nyaring, kau pikir aku ini tidak bisa mendengar nya?" kata Jova.

__ADS_1


"Maaf bee, maaf sayang ku!" ucap Arzan mengalah.


Mereka kemudian makan malam bersama, Arzan menyiapkan vitamin yang akan di minum istri nya dan tidak lupa Arzan membuatkan istri nya segelas susu sebelum tidur.


__ADS_2