Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
68.Melvin Pamit


__ADS_3

Matahari sudah cukup tinggi, Aarav masih terlelap tidur. Perempuan itu perlahan membuka mata nya dan langsung memegang kepala nya yang cukup sakit. Wajah nya yang sangat sakit membuat perempuan ini merintih kesakitan.


"Di mana aku?" lirih perempuan itu sambil memandang ke sekeliling nya.


Aarav yang merasakan ada suara seseorang langsung bangun.


"Sudah bangun?" tanya pria itu dengan suara serak khas bangun tidur.


"Siapa kau, di mana aku?" tanya perempuan itu.


"Aku yang sudah menolong mu tadi malam. Ini mansion teman ku." jawab Aarav jujur.


"Terimakasih sudah menolong ku." ucap perempuan itu lalu Aarav mengambilkan nya air minum.


" Nama ku Aarav, siapa nama mu?" tanya Aarav.


"Nama ku Aira." jawab perempuan itu.


Tak berapa lama Jova dan Arzan masuk ke dalam ruangan. Jova membawa semangkuk bubur dan buah jeruk untuk Aira.


Aira menatap pasangan suami istri itu bergantian, perempuan ini sudah bisa menebak jika ini adalah teman yang di maksud Aarav tadi.


"Aku membawakan mu bubur. Makan lah, kau pasti lapar." ujar Jova ramah.


"Terimakasih, nama ku Aira." perempuan itu memperkenalkan diri lagi.

__ADS_1


Jova tersenyum, "Nama ku Jovata Lateshia, panggil aja Jova. Ini suami ku nama nya Tarzan!" ucap gadis itu.


"Kumat lagi...!" seru Arzan. "Jangan dengarkan dia, nama ku Arzan."


"Terimakasih karena kalian sudah menolong ku." sekali lagi Aira mengucapkan kata terima kasih.


"Biar aku suapi," ujar Aarav yang merasa kasihan melihat tangan Aira yang juga memar.


Aira sudah selesai makan, untuk sementara waktu diri nya akan tinggal di mansion atas permintaan Aarav. Jova sangat senang karena diri nya mendapatkan teman baru meskipun mereka belum tahu seluk beluk Aira.


"Ini kamar mu," ujar Arzan.


"Itu ada beberapa pakaian ku yang masih baru, kau bisa menggunakan nya." timpal Jova.


"Sekali lagi terimakasih. Aku tidak akan melupakan kebaikan kalian." ucap Aira.


"Pergi mandi lalu istirahat." kata Aarav juga ikut keluar.


Jova dan Arzan memilih duduk di taman, karena Jova sangat senang melihat kupu-kupu yang sengaja dia ternak.


"Kenapa kau tidak pulang?" tanya Arzan pada Aarav.


"Aku akan menjaga Aira, siapa tahu kalian akan membunuh nya nanti." ujar Aarav.


"Mulut mu itu memang harus ku gunting!" sahut Jova.

__ADS_1


"Gunting saja bee, bajingan ini seperti nya mulai merasakan bau-bau jatuh cinta." kata Arzan langsung di benarkan istri nya.


Saat ketiga nya mengobrol, Melvin tiba-tiba datang tanpa permisi. Arzan yang melihat laki-laki itu langsung kepanasan.


"Mau apa kau ke sini lagi?" tanya Arzan sangat menunjukkan wajah tidak suka nya.


"Jova, kenapa suami mu ini galak sekali?" tanya Melvin langsung duduk, "Padahal aku kesini cuma mau pamitan aja." ujar Melvin.


"Mau kemana kau?" tanya Jova langsung duduk di sebelah Melvin.


"Aku dan adik ku juga paman ku akan pindah ke luar negeri." ujar Melvin memberitahu.


"Kenapa kau tiba-tiba pindah nya?" tanya Arzan.


"Semua demi kebaikan adik ku. Kota ini penuh dengan kenangan menyedihkan. Jadi, aku memutuskan ingin membuka lembaran baru bersama adik ku." jawab Melvin berterus terang.


"Lalu, bagaimana dengan perusahaan mu?" tanya Aarav.


"Paman ku yang akan mengurus semua nya, perlahan kami akan memindahkan nya juga." kata Melvin.


"Mel, aku tidak bisa melarang mu. Setiap orang butuh hidup damai. Jadi aku hanya bisa mendukung setiap keputusan mu. Semoga kau dan adik mu akan menemui kebahagiaan di tempat baru." ujar Jova membuat Melvin terharu.


"Terimakasih Jova, terimakasih karena selama ini kau mau berteman dengan ku." ucap Melvin tulus. "Aku harus pulang, pesawat kami tiga jam lagi." ujar Melvin melirik jam yang melingkar di tangan nya. "Arzan, Aarav, terimakasih karena kalian sudah membantu ku selama ini." ucap Melvin lalu mereka berpelukan sebagai tanda perpisahan.


Arzan menghela nafas panjang ketika melihat Melvin pergi lalu berkata, "Akhirnya, pengganggu istri ku pergi ku!"

__ADS_1


"Suka sekali seperti itu...!" ketus Jova.


Aarav hanya bisa menjadi pendengar dan penonton yang baik jika pasangan suami istri ini sedang beradu mulut. Dari pertama kenal sampai sekarang Arzan dan Jova masih suka mengejek. Tentu saja Arzan akan kalah dari Jova, membuat Aarav geli sendiri melihat nya.


__ADS_2