
Di bawah tangan Arzan, Aileen sangat senang, gadis itu fokus dengan cara daddy nya yang menunggang kuda. Setelah dua putaran, Arzan mengajak anak nya istirahat.
"Love you daddy, daddy sangat hebat." puji Aileen dengan kecupan manis nya sebagai hadiah untuk Arzan.
"Oh gadis manis ku, love you to." balas Arzan yang gemas dengan anak nya.
"Anak dengan daddy sama saja!" seru Jova kesal.
"Sepertinya kau tidak penting lagi untuk mereka Jova." ujar Aarav langsung mendapatkan tendangan di kaki pria itu.
"Mulut mu ini, beracun sekali...!" seru Jova semakin kesal.
"Kalau bisa, kau cincang saja mulut nya itu." sahut Aira.
"Oh daddy, Ai ingin menjadi kuat biar bisa melindungi Daddy dan Mommy." ucap gadis itu dengan polos nya.
"Sekolah saja yang pintar sayang," ujar Arzan mengusap keringat anak nya.
"Besok hari minggu, Ai ingin jalan-jalan Dad," kata gadis itu.
"Baiklah, besok kita akan pergi ke mall." ujar Arzan yang selalu menuruti kemauan anak nya.
"Kami pulang dulu," pamit Aarav.
__ADS_1
"Em, hati-hati di jalan." ujar Arzan.
"Hati-hati di jalan aunty, paman." ucap Aileen sambil melambaikan tangan nya.
"Uh, manis sekali." Aira yang gemas mencubit pipi Aileen sebelum pulang.
Arzan kemudian menggendong anak nya kembali ke mansion. Aileen langsung di mandikan oleh Jova karena tubuh gadis kecil itu sudah sangat lengket. Jam masih menunjukkan pukul tiga sore, seperti biasa jika sore-sore begini keluarga mereka akan duduk di taman.
"Bee, entah kenapa sejak pagi perasaan ku tidak enak." ujar Arzan yang memberitahu perasaan nya.
"Kenapa bee, apa kau sakit?" tanya Jova heran.
"Tidak, aku sehat bee. Tapi, entah kenapa hati sangat gelisah." pria itu memegang dada nya.
Arzan tersenyum, lalu berkata pada anak nya, "Gadis Daddy, pengertian sekali."
"Jangan bahas ini depan Ai, nanti kita bahas lagi." ujar Jova.
Sore telah berganti malam, selesai makan malam Aileen langsung tidur karena lelah. Setiap hari begitu, bocah ini setiap hari berlatih bela diri atau belajar hal lain nya.
Arzan dan Jova keluar dari kamar anak nya, tiba-tiba saja Arzan memeluk istri nya dari belakang.
"Kau ini kenapa bee?" tanya Jova.
__ADS_1
"Aku merindukan mu bee." ucap Arzan di telinga istri nya.
"Setiap hari kan kita bertemu, setiap hari juga kau menggempur ku." ujar Jova.
"Entah lah, malam ini aku sangat merindukanmu." kata Arzan yang bingung sendiri.
"Perasaan mu masih gelisah ya?" tanya Jova penasaran.
"Em, seperti nya aku tidak mau jauh-jauh dari mu." kata Arzan membuat Jova semakin bingung.
"Bee, Ai benar. Kau butuh istirahat, sebaiknya kau tidur cepat." ujar Jova menarik suami nya ketempat tidur.
"Em, tapi sini, peluk aku." kata Arzan dengan manja nya.
"Astaga, kau dan Ai apa beda nya sih?" tanya Jova.
"Ya beda, aku manja nya hanya bisa pada mu. Kalau Ai bisa manja sama siapa aja." ujar Arzan menarik istri nya ke dalam pelukan nya.
Malam semakin larut, semua orang sudah lelap dalam tidur masing-masing. Namun, pukul satu malam Arzan terkejut karena pria itu mimpi buruk.
Arzan bangun, pria itu menatap wajah istri nya yang masih terlelap tidur. "Jangan tinggalkan aku bee." lirih Arzan.
Pria itu kemudian pergi ke kamar anak nya untuk memastikan gadis manis nya tidur dengan lelap. Setelah melihat anak nya baik-baik saja, Arzan kembali ke kamar lalu melanjutkan tidur nya sambil memeluk istri nya.
__ADS_1