
"Mau kemana bee?" tanya Jova.
"Hanya ingin melihat orang yang ingin melakukan transaksi saja bee. Mereka masuk ke dalam wilayah ku!" ujar Arzan memberitahu.
"Main tembakan-tembakan gak?" tanya Jova membuat kening suami nya langsung berkerut.
"Maksud nya?" tanya Arzan tidak mengerti.
"Maksud ku apa kau akan menembak malam ini?" Jova memperjelas pertanyaan nya.
"Tergantung, aku ingin melihat apa yang mereka lakukan malam ini." ujar Arzan.
Sebelum pergi Arzan mencium kening istri nya dan mencium perut buncit istri nya. Akhir-akhir ini, Jova lebih senang menonton film action dari pada harus menonton drama romantis.
Sedangkan Arzan dan Aarav, mereka hanya mengintai dari jarak yang tidak terlalu jauh agar bisa melihat wajah-wajah orang yang sudah berani memasuki wilayah nya. Ada tiga mobil di sana, Arzan dapat melihat dengan jelas jika mereka sedang melakukan transaksi jual beli obatan terlarang.
__ADS_1
Namun, ada hal yang lebih mengejutkan bagi Arzan dan Aarav ketika seorang laki-laki bertubuh gempal menyeret keluar seorang perempuan dari dalam mobil.
"Siapa perempuan itu!" Aarav mulai penasaran.
Dengan sangat kasar beberapa orang memukul perempuan itu hingga jatuh tak berdaya di tanah. Aarav yang tidak tega langsung menembaki orang-orang yang ada di depan nya dengan membabi buta.
Beberapa orang langsung kabur, beberapa lagi terkena tembakan namun mereka masih bisa kabur. Ada pun perempuan yang belum di ketahui identitas nya itu hanya bisa pasrah melihat semua orang meninggalkan nya.
"Ternyata dia bisa sendiri...!" gumam Arzan lalu keluar dari persembunyian nya.
"Kita harus menyelamatkan perempuan ini." ujar Aarav bergegas menggendong perempuan yang sudah tidak sadarkan diri itu.
Mereka membawa nya ke mansion, Arzan langsung memanggil istri nya untuk menggantikan pakaian perempuan ini yang sudah kotor. Hanya Jova yang bisa membantu menggantikan pakaian karena hanya dia satu-satunya perempuan di mansion ini.
"Tega sekali mereka memukul nya, tubuh nya penuh dengan luka." ujar Jova memberitahu suami nya dan juga Aarav.
__ADS_1
"Jika di lihat, perempuan ini pasti sudah berkhianat dari salah satu kelompok tadi." tebak Aarav.
Jova kemudian menaikan lengan baju perempuan itu lalu menunjukan sesuatu yang mengerikan.
"Lihatlah, ini bekas tato yang sengaja di hilangkan. Mereka sudah menyilet kulit perempuan ini." ujar Jova tanpa rasa jijik atau pun takut melihat nya.
"Jangan melihat nya bee. Tutup!" titah Arzan langsung di tutup Jova kembali.
Wajah perempuan ini pucat, sudut bibir nya lebam berdarah. Begitu juga dengan lingkaran mata nya yang seperti habis di tonjok seseorang.
"Aku akan menginap di sini malam ini," ujar Aarav merasa kasihan pada perempuan itu.
"Awas jika kau apa-apa kan dia...!" kata Jova sambil mengangkat gunting bekas menggunting pakaian perempuan itu.
"Turunkan,itu benda tajam!" Arzan ngeri melihat kelakuan istri nya yang sekarang. Bukan nya menurunkan gunting yang berukuran cukup lancip itu Jova malah menyodorkan nya lada sang suami dan juga Aarav. "Bee, kau ini...!" ujar Arzan lalu mengambil gunting tersebut membuang nya sembarang. Buru-buru Arzan membawa istri nya pergi ke kamar.
__ADS_1
Sedangkan Aarav, laki-laki ini menjaga perempuan yang masih belum sadarkan diri itu. Jika di lihat wajah perempuan ini sangat cantik, membuat hati Aarav menjadi damai melihat nya.