
Ketika Arzan keluar dengan menyeret Lucas yang tak berdaya, semua orang langsung menghentikan baku hantam nya. Apa lagi Alex yang kini sudah tak berdaya di tangan Aarav mulai merasa jika kali ini Arzan lebih menakutkan dari biasa nya.
Lucas tergeletak begitu saja, dengan bercak darah yang ada di mana-mana. Arzan kemudian menghampiri Alex yang masih tersungkur di bawah. Tatapan nya tajam, membuat firasat Alex mengatakan jika diri nya pasti habis di tangan Arzan.
"Aku masih inget dengan kata-kata mu tadi. Kau akan menikahi istri ku dan menyiksa anak ku, bagaimana jika aku yang melakukan nya pada mu?" suara Arzan terdengar dingin dan berat. Laki-laki itu kemudian menendang perut dan menginjak wajah Alex berulang kali hingga membuat nya tak sadarkan diri.
Belum puas rasa nya bagi Arzan karena belum melihat mereka mengemis di bawah kaki nya. Di sisi lain, Melvin yang sejak tadi menghilang kini kembali dengan menyeret paman nya sendiri. Tidak ada rasa persaudaraan lagi bagi Melvin, demi sebuah kekuasaan dan harta paman nya ini tega membunuh saudara kandung nya sendiri.
"Kau apa kan dia?" tanya Arzan ketika melihat Afkar yang sudah tidak memiliki lima jari.
"Bagaimana dia menghilangkan dua jari adik ku, begitu juga aku akan membalas nya. Selama ini aku sulit untuk menemukan bajingan ini, berkat kau aku bisa membalaskan dendam keluarga ku." ujar Melvin yang ternyata memiliki sifat kejam nya sendiri.
Afkar terus memegang tangan kanan nya yang saat ini terus mengalir darah segar. Lebih syok lagi ketika diri nya melihat Alex yang sudah tidak sadarkan diri.
"Bawa dia keluar!" perintah Arzan.
Aarav kemudian menyeret seseorang yang sejak tadi bersembunyi di mobil.
"Kenapa menyeret ku seperti ini?" tanya Rasyad mulai panik.
"Kau,....!" tunjuk Arzan "Kau ternyata balik berkhianat pada mereka. Jangan kau pikir aku tidak tahu apa hubungan mu dengan koki brengsek itu." ujar Arzan langsung membuat bulu kuduk Rasyad langsung merinding.
__ADS_1
"Aku tidak melakukan nya, nyata nya dulu aku tetap membiarkan mu hidup." bantah Rasyad tidak terima dengan tuduhan itu.
"Membiarkan ku hidup?" tanya Arzan di iringi tawa keras nya "Kalian sengaja membiarkan ku hidup agar aku bisa membalas dendam. Kalian hanya ingin melihat aku terpuruk dan gila atas kematian keluarga ku. Kau dan koki sialan itu bekerjasama mencari tempat di mana aku menyembunyikan istri ku untuk menjadikan nya umpan kelemahan ku."
***Flashback***
"Kemana lagi kita akan memindahkan Jova?" tanya Aarav bingung. "Kau juga, kenapa membawa bajingan itu ikut kemari?"
"Mari mengikuti permainan mereka. Rencana mereka sudah bisa ku tebak, setelah kita pergi dari sini, aku yakin jika koki abal-abal itu akan memberi kode pada teman-teman nya." ujar Arzan.
"Untung saja selama ini dia tidak meracuni kalian!" seru Aarav merasa bersyukur.
"Dai baru satu bulan ini berkhianat. Bajingan Rasyad itu telah membayar nya mahal." ujar Arzan memberitahu.
"Dan pertemuan kau dan dia sebenarnya sudah di atur oleh Alex. Sekarang, perintahkan David untuk membawa Jova kembali ke mansion karena anak buah mereka sebagian sudah berjalan kemari. Dan kau, bawa koki sialan itu pergi. Biarkan dia satu mobil dengan ku." perintah Arzan langsung di laksanakan oleh Aarav.
Pukul empat pagi, tega tidak tega Arzan membangunkan istrinya lalu menyuruh nya untuk ikut David kembali ke mansion. Namun, Arzan menyuruh mereka pergi setelah diri nya pergi terlebih dahulu.
"Heiii kau,...!" panggil Aarav pada koki itu"Ikut aku,..." ujar nya.
"Mau kemana kita tuan, saya harus memasak untuk nona Jova." koki tersebut sedikit melakukan penolakan.
__ADS_1
"Kita kembali ke mansion, Jova ingin kau memasak di sana lalu di bawa ke sini lagi." ujar Aarav berbohong.
"oh baiklah tuan." ucap nya menurut "Lagian, aku juga sudah memberitahu mereka di mana Arzan menyembunyikan istri nya." batin koki lalu tertawa puas.
Begitulah, setelah Aarav membawa koki tersebut keluar, di tengah perjalanan Arzan sudah menunggu lalu sengaja masuk ke dalam mobil. Mereka benar kembali ke mansion, tapi hanya untuk menjemput Rasyad. Ke dua nya mulai merasa bingung ketika Arzan malah mengajak mereka pergi. Sedangkan Davin dan Jova baru melakukan perjalanan kembali ke mansion setelah Arzan meninggalkan mansion.
***Flashon****
"Apa kau pikir kalian semua bisa menyentuh istri ku?" tanya Arzan geram "Tidak, lihat tuan mu ini, mereka semua ada di bawah kaki ku." ujar Arzan membuat beberapa anak buah Alex mundur ketakutan. Bukan hanya anak buah Alex, ada juga anak buah Lucas yang ikut membantu namun nyata nya tetap kalah.
Rasyad kemudian bersimpuh di bawah kaki Arzan, pria ini kemudian mengakui jika semua ini adalah rencana Lucas dan Alex. Hanya saja, mereka telah gagal untuk menculik Jova, sebab hanya Jova sumber kelemahan Arzan dan tidak ada yang lain.
"Maafkan saya tuan, jangan sakiti saya." Rasyad memohon di bawah kaki Arzan. Memang benar jika Rasyad pernah di siksa oleh Lucas hingga dia cacat, namun tetap saja anjing akan setia dengan majikan nya.
Arzan mendendang Rasyad hingga pria itu terpelanting jauh. "Kau dan ke dua bajingan ini harus mendapatkan hukuman yang setimpal. Seret mereka ke kantor polisi...!" perintah Arzan langsung di tolak oleh Melvin. "Ada apa?" tanya Arzan.
"Aku hanya ingin membunuh bajingan ini, kenapa harus membiarkan nya masuk penjara?" tanya Melvin tidak terima.
"Jangan bodoh Melvin, balas dendam terbaik adalah tetap membiarkan mereka hidup dan menyiksa mereka sampai kematian itu datang sendiri pada mereka. Jika kita membunuh mereka sekarang, itu tidak ada guna nya. Pikiran tentang hidup kita yang selama ini di liputi amarah dan dendam." Arzan menjelaskan tujuan nya karena tidak mau membunuh mereka semua. "Percayalah pada ku Melv, aku kenal semua pejabat negara ini. Kau akan bebas melakukan apa pun pada mereka di dalam penjara nanti." ujar Arzan.
"Kau benar, jika mereka mati sekarang mereka tidak akan pernah merasakan kesakitan yang sebenarnya." Melvin setuju dengan usulan Arzan.
__ADS_1
"Ini lah maksud ku, selama ini aku sengaja tidak membuka kasus kematian orang tua ku. Lihatlah sekarang, mereka ada di bawah kaki kita." ujar Arzan sedikit merasa puas.
Dengan gagah nya Arzan dan Melvin langsung membawa Lucas dan Afkar juga Alex pergi ke kantor polisi. Sejahatnya Arzan, pria ini menyembunyikan kejahatan Melvin yang seorang gembong Narkoba. Namun, Melvin berjanji jika masalah ini selesai diri nya akan berubah dan tidak akan melakukan pekerjaan haram itu lagi.