Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
59. Rencana


__ADS_3

"Tangan ku sudah gatal untuk menyingkirkan Jova bu," ujar Mika geram.


"Selama ini, apa kau sama sekali tidak tahu di mana dia tinggal?" tanya Rose.


"Aku benar-benar tidak tahu bu, orang kaya seperti Arzan pati memilik tempat tinggal yang berada di kawasan elit." ujar Mika.


"Seharusnya dia ikutan mati bersama dengan ayah nya yang miskin itu. Menyusahkan saja, selam ini ibu sudah menyingkirkan nya dari ayah nya malah dia yang mendapatkan kehidupan enak." ucap Rose dengan geram nya.


"Bu, JOva memiliki seorang teman yang menurut ku dia sangat menyukai Jova, bagaimana jika kita mengajak nya untuk bekerja sama untuk menghancurkan rumah tangga mereka/" MIka memberi ide.


Rose mendekat pada anak nya lalu bertanya, "Siapa yang kau maksud itu?"


"Dia teman kuliah Jova, dulu dia cupu tapi sekarang sudah terlihat lumayan tampan dan juga kaya. Tapi, dia masih kalah jauh dari Arzan." ujar MIka memberitahu.


"Kalau begitu, segera atur rencana. Ibu sudah jengah hidup serba kekurangan seperti ini." kata Rose mulai berkhayal hidup mewah.


Mika tersenyum puas, gadis ini merasa senang karena diri nya sudah memiliki rencana yang akan merusak rumah tangga Jova dan Arzan.


Di tempat lain, Anna mulai menyesal karena telah meninggalkan Arzan, apa lagi yang dia lihat sekarang Arzan sudah sangat bahagia dengan istri nya. Anna membuka kembali sisa kenangan yang masih ia simpan. Selembar foto mereka berdua di saat mereka masih duduk di sekolah menengah pertama.

__ADS_1


"Arzan, aku menyesal telah meninggalkan mu." lirih Anna mengusap selembar kertas bergambar itu.


"Foto siapa yang kau lihat?" tanya ayah Anna yang sejak tadi berdiri di ambang pintu kamar anak nya.


Buru-buru Anna menyembunyikan foto Arzan karena takut jika ayah nya marah. "Bukan siapa-siapa!" jawab Anna dengan gugup namun ayah Anna dengan cepat mengambil nya.


"Kau masih mencintai Arzan?" tanya Farhan pada Anna.


"Ya, aku masih mencintai nya." jawab Anna jujur. " Tapi, Arzan sudah menikah dan istri nya sedang hamil sekarang."


"Ayah dengar sekarang dia sudah menjadi pengusaha yang sangat sukses. Jika kau masih mencintai nya, kenapa kau tidak merebut Arzan kembali, ayah yakin jika Arzan juga masih mencintai mu?" ujar Farhan.


"Jika dia masih mencintai mu, ayah yakin Arzan akan meninggalkan istri nya demi kamu." kata Farhan menghasut anak nya.


"Tapi bagaimana cara nya aku bisa dekat dengan Arzan? dia saja selalu mengusir ku jika kami bertemu," Anna mulai putus asa.


"Kau bisa mendekati Arzan jika kau bekerja di perusahan nya. Ayah akan membantu jika kau mau bekerja di perusahaan Arzan, kebetulan sekali kepala HRD itu teman baik ayah." ujar Farhan membuat senyum Anna langsung melebar.


"Terimakasih ayah. Ayah tahu saja yang aku mau." ujar Anna bergelayut manja di lengan ayah nya.

__ADS_1


Sementara itu, Arzan menemani istri nya latihan memanah karena sejak kemarin Jova terus merengek minta di ajari memanah. Arzan mulai merasa heran dengan sikap Jova, jika di lihat dari penampilan nya sekarang Jova sangat lah feminim, namun jika di lihat dari kelakuannya sehari-hari Jova sungguh bar-bar.


"Bee, aku lelah." ujar Jova melempar panah nya sembarang. Arzan langsung melotot ketika melihat panah dengan harga yang sangat mahal itu di lempar begitu saja oleh istri nya.


"Sungguh, dia tidak tahu harga barang!" batin Arzan.


"Aku ingin memberi makan para buaya!" kata Jova langsung di cegah oleh suami nya. "Kenapa?" tanya Jova.


"Itu sangat berbahaya, kau boleh memberi makan ikan atau kelinci asal jangan buaya." ujar Arzan yang khawatir.


"Apa nya yang berbahaya?" tanya Jova, "Cukup beri mereka rayuan maka para buaya itu akan tunduk pada kita." canda Jova.


"Kau mengatai kami kau lelaki buaya ya?" tanya Arzan merasa tersinggung.


"Aku tidak mengatai kalian. Tapi, jika kau sadar berarti kau adalah buaya." ujar Jova membuat anak buah Arzan yang mendengar nya langsung tertawa. Arzan langsung melirik tajam kearah anak buah nya membuat tawa itu seketika hening.


Jova tidak jadi memberi makan buaya, gadis ini lebih memilih pergi mandi karena tubuh nya sudah sangat lengket. Arzan menyusul istri nya setelah memberi hukuman pada anak buah nya yang tertawa. Namun, ketika Arzan pergi para anak buah Arzan kembali mentertawakan tuan mereka kembali.


"Tuan sangat takut pada istri nya." ujar salah satu anak buah Arzan hingga tempat latihan itu kembali ramai dengan gelak tawa. Di sisi lain Arzan terus saja bersin berulang kali, namun pria ini tidak tahu jika diri nya sedang jadi bahan gosip anak buah nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2