
"Aku sudah tidak tahan lagi sayang, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini." bisik Aarav.
Aira yang sebenarnya sudah sangat basah hanya bisa pasrah di pelukan suami nya. Wanita yang sebentar lagi berusia dua puluh sembilan tahun ini mulai terbuai permainan suami nya.
"Aku akan melakukan nya. Sayang, tahan lah sedikit!" bisik Aarav lagi.
Pria itu mulai memegang junior nya, menyodorkan nya pada gua yang masih rapat itu. Di hentakan pertama dan kedua Aira merintih kesakitan hingga membuat nya menjambak rambut suami nya. Aarav tidak peduli, junior yang sudah menegang memaksa nya untuk segera masuk.
Di hentakan ke tiga dan empat, Aira lagi-lagi menjambak rambut suami nya hingga wajah Aarav memerah. Barulah, di hentakan ke lima Aarav berhasil menerobos jalan sempit tersebut. Melihat istri nya merintih kesakitan, Aarav langsung mencium bibir istri nya. Memberi jeda sejenak untuk mereka saling beradaptasi.
__ADS_1
Kulit mereka saling menyatu bergesekan, ketika melihat istri nya mulai tenang, perlahan namun pasti Aarav mulai melakukan gerakan naik turun mundur dan maju.
Lenguhan kecil yang keluar dari bibir tipis istri nya membuat Aarav semakin semangat untuk melakukan gerakan yang ternyata membuat Kania bisa merasakan puncak kenikmatan.
Tangan wanita itu mencengkram erat di punggung suami nya, Aarav sudah tidak peduli lagi dengan kacau nya tempat tidur ini, untung saja di kamar ini tidak ada siapa-siapa selain mereka berdua.
Gerakan masih sama, Aarav masih menaik turunkan tubuh nya hingga pada akhirnya sepasang pengantin baru itu melakukan puncak nya bersama-sama. Tubuh mereka saling menegang, menyatukan sebuah kehangatan. Di akhir yang memuaskan, Aarav dan Aira sama-sama terbaring tanpa menggunakan sehelai benang pun. Aarav menggendong istri nya menuju kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri sebelum tidur. Aira masih tampak malu-malu ketika di gendong suami nya.
Kecupan di kening adalah penutup untuk malam ini. Aira tidur dalam pelukan Aarav juga berbantalkan lengan suami nya. Malam ini hangat, Aarav mulai candu dengan aroma tubuh istri nya. Tengah malam yang indah ini tidak akan pernah di lupakan Aarav dan Aira.
__ADS_1
Malam telah berganti pagi, sepasang pengantin baru belum bangun juga. Bell pintu yang cukup berisik pada akhirnya membangunkan Aarav dan Aira. Ke dua nya panik, Aira langsung membalut tubuh nya dengan selimut padahal dia sendiri sudah menggunakan pakaian.
"Siapa?" tanya Aira.
"Pelayan hotel. Kita sudah melewatkan sarapan jadi mereka mengantar nya ke kamar." ujar Aarav. "mandilah, setelah itu kita sarapan."
Aira yang tidak tahu apa-apa langsung bergegas turun dari kamar mandi. Rasa perih langsung terasa, wanita itu kaku lalu berjalan seperti robot.
"Kau kenapa?" tanya Aarav yang tidak paham dengan keadaan istri nya.
__ADS_1
"Tidak kenapa-kenapa. Bajingan ini sudah membuat ku tidak bisa berjalan pagi ini." ujar Aira geram.
Aarav yang tidak Bodoh-bodoh amat langsung paham maksud istri nya. Tanpa basa basi, Aarav kembali menggendong istri nya pergi ke kamar mandi. Aarav juga menyiapkan air hangat untuk istrinya, entah kenapa hal kecil seperti ini membuat Aira bisa tersenyum kecil.