Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
99.Tentang Peluru


__ADS_3

Selesai makan malam Aileen terus berada di kamar nya sepanjang malam. Gadis ini bebas, daddy nya melarang untuk pergi ke sekolah sampai waktu tidak di tentukan.


Aileen memegang peluru yang sempat dia pungut tadi. Tangan nya yang lecet akibat memegang peluru panas tidak dia perdulikan lagi yang penting Aileen bisa mendapatkan informasi siapa penembak tersebut.


Ada logo khusus di peluru tersebut, logo bunga teratai tanpa nama. Namun jika di lihat dari logo ini, seperti ini ini bukan logo sembarang. Aileen terus berkutat dengan komputer nya, mencari tahu makna dari bunga teratai dan siapa saja orang yang menggunakan logo ini.


Cukup sulit, orang-orang atau komunitas yang muncul rata-rata memiliki tatto bunga teratai namun teratai yang di peluru seperti ada ukiran bentuk air.


"Ini bentuk air atau apa ya?" tanya Aileen bingung.


Gadis ini mulai mencari kembali, mengumpulkan bentuk gambar yang hampir menyerupai. Pada akhirnya Aileen tertidur di meja belajar nya.


Malam telah berganti pagi, mansion ini cukup sepi karena sejak Aksa bersekolah, Aira akan datang jika tengah hari saja. Aileen memaklumi nya, selama ini Aira sudah sangat baik mau merawat dan menemani nya.


"Paman, di mana semua orang?" tanya Aileen ketika David datang menemui nya di ruang makan.

__ADS_1


"Semua orang sedang bekerja nona, sejak kejadian kemarin tuan Arzan memerintahkan para anak buah untuk mencari penembak itu." jawab David yang merasa kasihan pada gadis ini.


Aileen menghela nafas, gadis ini menyuruh David untuk duduk di depan nya.


"Paman, Ai ingin menunjukkan sesuatu. Tapi tolong jangan beritahu Daddy atau paman Aarav ya." ujar gadis itu.


Kening David langsung mengkerut, pria ini penasaran apa yang ingin di tunjukkan Aileen.


"Maaf nona, sesuatu apa yang ingin nona tunjukkan?" tanya David penasaran.


Mata David langsung memandang kesana kemari, "Maaf nona, jika nona sudah selesai sarapan. Alangkah baik nya kita bicara di ruang tertutup saja. Ini seperti nya penting." ujar David.


Aileen setuju, gadis ini tidak mau ada yang mengadu pada Daddy nya atau Aira dan Aarav. Pada akhirnya David dan Aileen pergi ke perpustakaan pribadi milik Aileen.


"Dari mana nona Ai mendapatkan peluru ini?" tanya David penasaran.

__ADS_1


"Sebelum daddy mendorong ku masuk kedalam mobil kemarin, aku sempat mengambil peluru ini paman. Lihatlah, ada ukiran bunga teratai di di peluru ini. Apa paman mengetahui sesuatu?" tanya Aileen penasaran.


"Tangan mu terluka hanya demi benda ini?" tanya David.


"Benda ini adalah satu-satunya untuk kita menemukan siapa pelaku sebenarnya. Siapa tahu ini adalah orang yang sama yang membuat mommy koma sampai sekarang." ujar Aileen membuat David terdiam. "Paman, Aileen mohon bantu Aileen untuk menemukan siapa pemilik nya. Tapi, tolong jangan beritahu siapa pun. Biarkan ini semua menjadi rahasia kita berdua." mohon gadis itu.


David yang tidak tega langsung mengiyakan permintaan Aileen.Aileen yakin dengan David, karena pria ini adalah yang paling setia dengan daddy nya dan sudah pasti David memiliki pengetahuan yang luas tentang dunia luar.


"Pemilik peluru ini pasti bukan orang sembarangan paman. Dia pasti orang terlatih!" ujar Aileen.


"Em, pasti nya. Dia begitu lincah, anak buah lain nya saja tidak bisa menemukan jejak nya." timpal David.


Tidak mau berlama-lama, David langsung pergi untuk mencari tahu pemilik peluru tersebut. Aileen tidak memberikan peluru tersebut pada David, pria ini hanya mengambil gambar agar mempermudah pekerjaan nya.


***Jangan lupa mampir di karya baru Author ya***

__ADS_1



__ADS_2