Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
40.Kapan Kau Hadir?


__ADS_3

Seperti Biasa, mansion ini hanya di huni oleh kaum lelaki dengan wajah sangat mereka. Meski pun begitu, Jova sekarang merasa senang karena semua anak buah Arzan sikap nya jauh lebih baik dari kemarin. Mereka mulai menyapa Jova jika sedang lewat, mungkin saja ini atas perintah Arzan.


Kepala pelayan mulai sibuk di dapur, sore ini Jova ingin sekali memasak untuk suami nya. Gadis ini lincah, meski pun tidak pernah memasak namun Jova dengan antusias menerima arahan para koki. Menu makan malam ini yang mudah di buat saja, seperti sup daging di tambah beberapa menu lain nya.


Bahkan, Jova sendiri yang menghidangkan makanan itu keatas meja makan, "Paman, coba sekali lagi. Apa sup ini enak?" tanya Jova merasa khawatir jika masakan nya tidak enak.


Dengan senang hati kepala pelayan dan beberapa koki mencicipi kembali masakan yang di buat Jova, "Sudah sempurna nona. Tuan pasti suka!" ucap kepala pelayan di iyakan para koki.


"Semoga saja!" seru Jova, "Ini adalah kali pertama aku memasak. Paman, jika si Tarzan itu banyak protes dan banyak mulut, bela aku ya nanti." ujar Jova mencoba merayu kepala pelayan.


Ingin rasa nya kepala pelayan yang bernama Pith itu tertawa, namun mereka harus bisa menahan nya agar Jova tidak merass tersinggung. "Baik nona, kami semua di mansion ini akan berpihak pada nona. Karena hanya nona Jova yang bisa menindas tuan Arzan." ujar paman Pith langsung di benarkan oleh semua orang.


Mereka tertawa bersama, mansion yang biasa sepi sore ini terdengar ramai. Seperti Jova harus merubah peraturan di tempat ini. Tawa. terhenti ketika Arzan memasuki mansion, semua anak buah menunduk ketakutan begitu juga dengan kepala pelayan.


"Ada apa ini?" tanya Arzan dengan wajah dingin nya. "Kalian mentertawakan apa?"


Jova segera menghampiri suami nya, bergelayut manja di lengan pria itu, "Bee, jangan marah. Aku tadi melucu, Jadi mereka tertawa." kata Jova berusaha merayu pada suami nya.


"Ku pikir ada apa?" ujar Arzan menghela nafas lega.

__ADS_1


"Sekarang cepat mandi, setelah itu kita makan malam. Aku baru saja memasak untuk mu!" kata Jova memberitahu dengan bangga nya.


"Wuuuaah, benarkah sayang?" tanya Arzan tidak percaya. "Kalau begitu aku harus cepat mandi." ujar pria itu bergegas pergi ke kamar.


Jova mulai menyuruh para anak buah Arzan bubar, mereka harus mempersiapkan makan malam karena jumlah anak buah yang di beri makan oleh Arzan lumayan ramai. Ada sekitar enam puluh orang yang tinggal di mansion ini, namun mereka memiliki tempat tersendiri. hanya anak buah tertentu yang bisa masuk ke dalam mansion.


Tak berapa lama, Arzan turun sambil bersenandung menuju meja makan, pria itu sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan istri nya. Kepala pelayan yang hendak melayani Arzan langsung di tahan oleh Jova.


"Biar aku saja paman." kata Jova menghentikan langkah lelaki paruh baya itu.


"Emm,...biar istri ku saja paman. Kalian pergi lah makan malam, aku ingin berdua dengan istri ku." kata Arzan membuat pera pelayan membubarkan diri masing-masing.


"cicipi lah bee...!" ujar Jova harap-harap cemas.


Lelaki itu mulai mencicipi, Bibir nya tersenyum lebar lalu berkata untuk memuji istri nya, "Ini sangat enak, terimakasih sayang."


Jova girang, gadis ini merasa senang ketika suami nya memuji hasil masakan nya, "Tapi ini tadi di bantu sama koki dan pelayan lain nya bee. Aku belajar dari mereka." ujar Jova memberitahu.


"Tidak apa-apa bee. Aku senang jika kau mau memasak untuk ku, aku bahagia!" ucap Arzan. "Aku akan menaikan gaji mereka." kata Arzan.

__ADS_1


Sepasang suami istri itu kemudian makan bersama, sebagai tanda penghargaan untuk istri nya, Arzan langsung menghabiskan makanan itu. Tentu saja Jova merasa senang, rasa nya begini bahagia, di mulai dari hal kecil. Jova mulai belajar menjadi istri yang bisa di andalkan.


Makan malam selesai, Arzan tidak main-main dengan ucapan nya. Hanya karena istri nya memasak, semua anak buah di kumpulkan di dalam aula. Lelaki itu memberi pengumuman, jika gaji mereka akan naik. Semua orang bersorak senang, berterimakasih kepada Jova.


Jova senang melihat orang lain bahagia, jadi gadis ini memutuskan untuk mengambil gambar bersama anak buah Arzan lalu mengunggah nya ke media sosial dengan caption "bersama anak buah suami ku" .


Arzan yang melihat tingkah konyol istri nya, hanya bisa tertawa geli. Malahan Arzan juga ikut berfoto dan mengunggahnya ke laman media sosial milik nya dengan caption "bersama istri dan anak buah ku". Tentu saja unggahan tersebut membuat seisi jagat maya heboh termasuk Mika dan Arvana.


Tidak hanya mereka berdua, rekan bisnis dan juga karyawan yang selama ini menganggap Jova adalah adik Arzan, merasa tidak percaya akan hal itu. Malam ini, mereka sukses membuat hubungan mereka menjadi tranding topik. Arzan dan Jova, hanya tertawa di kamar ketika membaca komentar orang-orang yang ingin tahu kebenaran foto yang mereka unggah tadi.


Melvin, hanya bisa tersenyum hambar ketika melihat senyum bahagia Jova yang sekarang terpancar. Lelaki ini merasa tidak pantas jika harus bersaing dengan Arzan, karena pria itu sudah memenangkan hati Jova.


Meletakan ponsel masing-masing, kini saat nya mereka saling bercerita di atas tempat tidur. Arzan merebahkan diri di atas pangkuan istri nya,mengusap perut yang masih datar itu.


"Sayang, kapan kau hadir di perut mommy?" Arzan bertanya. Jova yang mendengar hal itu hati nya mulai tersentuh. Tak di pungkiri jika diri nya juga mengharapkan seorang anak hadir dalam keluarga kecil nya. "Jangan lama-lama sayang, Daddy dan mommy sudah tidak sabar menunggu kehadiran mu." ujar Arzan.


"Iya Daddy, masih dalam perjalanan nih!" Jova menjawab dengan menirukan suara anak kecil.


Arzan yang merasa lucu, langsung metoel hidung istri nya. Sepasang suami istri itu kemudian saling bercanda di atas tempat tidur hingga pada akhirnya tanpa mereka sadar kini mereka sudah tidak mengenakan pakaian sehelai benang pun. Perlahan Arzan meraba wajah istri nya, menarik tengkuk Jova lalu meraup bibir manis itu. Tangan nya mulai nakal meraba-raba. Lagi-lagi Arzan memberikan stampel di bagian yang tidak bisa di lihat orang.

__ADS_1


Lenguhan kecil itu mengundang hasrat yang kini sudah membuat sang junior menegang, perlahan namun pasti, ke dua nya saling menyatu tak mau melepaskan. Tubuh Jova sudah bagai candu bagi suami nya, membuat pria itu hampir setiap malam melakukan nya. Merasakan kenikmatan yang tiada dua nya, sungguh Arzan sudah di mabuk cinta oleh istri nya.


__ADS_2