Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
75.Di Tipu


__ADS_3

"Wuah, kau serius. Ini tiket liburan atas nama ku dan nama anak ku." ujar Rose kegirangan.


"Bu, ini ke paris!" timpal Mika yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Jika kalian menolak, kami tidak masalah. Kami akan mengganti nama kalian dengan nama orang yang beruntung lain nya." ujar Aira membuat Rose langsung bersikap akrab dengan Aira.


"Jangan seperti itu, kami pikir tadi kau berbohong." ujar Rose.


Aira tersenyum puas, Rose dan Mika sudah masuk ke dalam perangkap nya. "Besok kalian akan berangkat. Bisa kalian baca-baca dulu aturan main nya." kata Aira.


Rose dan Aira langsung bersorak senang ketika jadwal liburan mereka di paris selama satu minggu di lengkapi fasilitas hotel mewah dan voucher belanja full.


"Kami setuju.Tapi, kami tidak memiliki pasport." ujar Rose merasa sedih.


"Bagaimana ini bu, aku ingin sekali liburan ke paris." rengek Mika.


"Kalian tenang saja, kami membantu tidak setengah-setengah. Kami sudah menyiapkan semua nya termasuk paspor kalian." tutur Aira membuat raut wajah Mika kembali senang.


Rose dan Mika kemudian pulang, anak dan ibu tersebut sibuk berkemas-kemas sambil memamerkan tiket ke paris lewat sosial media mereka.


Jova yang melihat hal tersebut langsung tercengang. "Mereka punya uang dari mana?" ujar Jova tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Arzan bingung.


"Mika dan ibu nya akan liburan ke Paris besok. Mereka dapat uang dari mana?"


Arzan tersenyum tipis, itu arti nya rencana Aira sudah berhasil dan tinggal selangkah lagi.


"Suami ku kaya raya harta nya tidak akan habis tujuh tikungan. Tapi, sekali pun tidak pernah mengajak ku pergi ke luar negeri...!" gerutu Jova sedikit merasa iri pada Mika.


"Ya ampun bee, bukan kah kau yang selalu menolak jika ku ajal liburan?"


"Entahlah, aku tidak tahu!" rajuk Jova.


"Tunggu lah sampai anak kita berumur tiga bulan. Aku akan mengajak kalian pergi liburan ke luar negeri." ujar Arzan merayu istri nya.


"Dia akan mengatur perjalanan kalai selama berada di Paris." ujar Aira menunjuk seorang laki-laki bertubuh besar.


"Baiklah, kami tidak peduli akan hal itu. Kami sudah tidak sabar untuk terbang!" ujar Rose dengan gaya angkuh nya.


Pada akhirnya, pesawat yang membawa mereka kini sudah lepas landas. Namun, Rose sedikit heran karena ini bukan seperti pesawat pada umum nya melainkan seperti pesawat pribadi.


Tidak masalah, Rose dan Mika masa bodoh yang penting sekarang mereka pergi ke Paris. Di pesawat, Rose dan Mika sangat menikmati pelayanan yang mewah hingga membuat mereka semakin yakin jika ini benar liburan.

__ADS_1


Kurang lebih dua puluh jam penerbangan, Pesawat kemudian mendarat. Rose dan Mika mulai merasa heran karena bandara ini terlalu sepi dan kecil.


"Bu, apa bandara Paris sepi seperti ini?" tanya Mika berbisik.


"Ibu juga tidak tahu, mungkin saja kita akan melakukan perjalanan lagi. Kau diam saja!" ujar Rose.


Tanpa mereka sadari, Aira sengaja mengirim mereka ke negara Tavelu yang berada di pasifik selatan dengan sebaran lebih dari seratus pulau kecil dan hanya di huni kurang lebih dua ribu orang saja.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Rose dan Mika semakin heran di buat nya.


"Hai kau, ku rasa ini bukan Paris. Di mana kami?" tanya Rose mulai panik.


Mobil berhenti di tengah jalan, laki-laki yang bertubuh besar itu keluar lalu menyeret Rose dan Mika keluar dari dalam mobil.


"Kalian pikir kalian akan liburan ke Paris?" tanya laki-laki itu membuat Rose dan Mika ketakutan.


"Apa maksud mu?" tanya Mika.


"Siapa orang yang sudah kalian singgung sampai-sampai orang tersebut tega membuang kalian ke negara kecil ini?"


Mata Rose dan Mika melotot tidak percaya, anak dan ibu langsung panik. "Cepat bawa kami pulang!" ujar Rose berusaha memukul pria tersebut.

__ADS_1


"Jangan harap kalian bisa keluar dari pulau ini, semua identitas kalian sudah kami hapus. Selamat tinggal, bersenang-senang lah di tempat baru ini." ucap pria itu dengan gelak tawa nya lalu mendorong Rose kemudian masuk ke dalam mobil.


Rose dan Mika menangis histeris, mereka baru sadar jika mereka sudah di tipu. Mika langsung menyalahkan ibu nya, begitu juga Rose yang menyalahkan Mika. Kini hidup mereka telah hancur, mereka tidak kenal tempat ini bahkan nama tempat dan bahasa saja mereka tidak mengerti. Ponsel juga tidak ada sinyal, Rose dan Mika hanya bisa menangis di tapi jalan yang sangat sepi ini.


__ADS_2