
Aileen terus menyakinkan mommy nya perihal atas apa yang terjadi selama ini. Jova memeluk anak nya, diri nya juga tidak bisa menyalahkan Arzan sepenuh nya atas apa yang terjadi.
"Mommy hanya mengerjai daddy mu, habisnya mommy geram mendengar cerita Aksa. Lagian salah mommy juga,terlalu lama sakit nya. Mommy minta maaf ya sayang." ucap Jova sambil merapikan rambut anak nya.
Tiba-tiba Arzan masuk ke dalam kamar, pemandangan indah yang di lihat namun nyata nya perasaan Arzan masih takut pada istri nya.
"Mom, malam ini Ai tidur di sini ya." ujar Aileen malah ikut mengerjai daddy nya.
"Heh, kau sudah besar. Ngapain tidur sama mommy dan daddy mu?" tanya Arzan dengan mata melotot.
"Kau ini kenapa?" tanya Jova, dengan Ai tidur satu malam bersama kita belum tentu kita mengulang masa-masa menyedihkan dia dulu." ujar Jova sedikit meninggi kan suara.
"Mommy mu ini, setelah sembuh jauh lebih mengerikan dari pada yang dulu." ucap Arzan.
Aileen tertawa, gadis ini bangkit dari duduk nya sambil bergeleng kepala, "Sudah ah, jangan bertengkar lagi. Ai mau mandi, daddy cepat mandi sana. Biar dingin kepala nya!"
__ADS_1
"Kau tidak tahu saja jika daddy mu ini dingin kepala atas dingin kepala bawah!" sahut Arzan malah mendapatkan timpukan bantal dari istri nya.
Aileen tidak ingin mendengar lagi, gadis ini memutuskan untuk keluar dari kamar orang tua nya.
"Suka sekali menyiksa ku, apa tidak kasihan?" ujar Arzan kesal.
"Kalau bicara di depan anak itu yang sopan. Anak mu itu perempuan!" ujar Jova geram dengan suami nya.
"Tapi kan benar, sembilan tahun lebih aku tidak pernah menyentuh mu. Kau pikir tidak menyiksa ku?"
"Aku tidak percaya!" seru Jova.
"Bee, kau mau bukti?" tanya Arzan, "Lihat saja nanti, aku akan menggoyang mu semalam suntuk!" ucap Arzan lalu menggoda istri nya.
Jova hanya berdecih, wanita ini mulai kepikiran apakah benar suami nya tidak pernah berhubungan dengan perempuan lain selama diri nya koma.
__ADS_1
Malam mulai menyapa, keluarga Arzan makan malam bersama sedangkan keluarga Aarav sudah pulang. Arzan memberikan waktu liburan selama dua minggu pada Aarav untuk sekedar berkumpul dengan keluarga kecil nya.
"Aunty bilang mereka akan pergi liburan ke luar negeri. Apa daddy tidak ingin mengajak aku dan mommy?" ujar Aileen sangat berharap daddy nya mau mengajak nya pergi liburan. Jujur saja, Aileen belum pernah pergi liburan dengan keluarga nya apa lagi sampai ke luar negeri.
"Ai ingin kemana, daddy sebenarnya juga ada rencana seperti itu. Tapi, kita harus lihat kondisi mommy dulu." kata Arzan yang masih mengkhawatirkan istri nya.
"Aku baik-baik saja bee, sekarang aku hanya ingin melihat Aileen bahagia. Ayo pergi liburan." ajak Jova membuat senyum anak nya melebar.
"Ai ingin pergi ke sebuah pulau yang indah dan menenangkan. Pergi ke tempat di mana tidak ada satu pun orang yang mengenali keluarga kita." ucap Aileen.
"Daddy akan mempersiapkan nya besok. Keluarga kita akan pergi berlibur." ujar Arzan.
Demi menyenangkan anak dan istri nya, Arzan juga memberi libur pada semua anak buah nya. Hanya saja ada beberapa yang akan tetap tinggal di mansion karena mereka akan libur bergantian selama Arzan pergi.
Aileen melanjutkan makan nya dengan lahap, gadis ini sangat bahagia karena sekarang dia bisa makan bersama-sama dengan daddy dan mommy nya. Aileen sekarang juga bisa pergi liburan bersama keluarga nya, menunjukan pada teman-teman nya jika dia sekarang memiliki keluarga yang lengkap.
__ADS_1