Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
102.Ambil Saja Keuntungannya


__ADS_3

Dari balik kacamata hitam nya, Aileen terus memandang pria yang sekarang sedang beradu main dengan salah satu anak buah nya. Ternyata anak buah yang Aileen dan David bawa bisa di andalkan, dia begitu handal dalam bermain judi hingga membuat pria itu cukup ketar ketir.


Pria itu mulai gelisah, karena uang yang dia bawa sudah habis, "Tunggu aku sebentar, aku akan mengambil uang di mobil ku!" ucap pria itu bergegas pergi.


Aileen langsung menarik David untuk membuntuti pria tersebut. Mereka hanya melihat dari jauh, di mana pria itu memarkir mobil nya sekarang. Aileen yang pandai dan ingatan nya tajam langsung menghafal nomor plat mobil tersebut.


"Paman masuk saja, nanti dia curiga.Aku akan memasang alat pelacak dan penyadap di mobil nya." ucap Aileen berbisik.


Meskipun ragu meninggalkan Aileen seorang diri, mau tidak mau David meninggalkan gadis itu. Aileen melihat pria itu mengambil uang di dalam tas dengan segala sumpah serapah yang sengaja dia keluarkan karena kekalahan nya tadi.


Setelah mendapatkan sisa uang, pria tersebut kembali masuk ke dalam gedung tua tersebut. Aileen memandang ke sekelilingnya, hanya ada empat orang mabuk yang tidak sadarkan diri tidur sembarangan.

__ADS_1


Aileen bergegas pergi ke mobil tersebut, tidak lupa gadis ini memastikan jika tempat ini aman dan tidak memiliki cctv. Buru-buru Aileen memasang semua alat yang baru saja dia beli dua hari yang lalu, tidak lupa Aileen juga menyambung kan semua nya pada ponsel baru yang dia beli dua hari yang lalu.


Dengan kepandaian yang dia miliki, Aileen memasang semua alat yang sudah dia persiapkan di bagian bawah mobil. Tidak lupa Aileen membuka mobil tersebut dengan kunci yang dia rakit sendiri.


"Astaga, tidak sia-sia cepitan rambut ini." ujar Aileen terkekeh geli.


Gadis ini kembali memasang alat penyadap di bawah kursi mobil, ketika Aileen melihat tas ransel yang lumayan ribet, gadis ini juga memasang alat yang sangat kecil di sana, ukuran benda yang di pasang Aileen tidak besar, hanya seukuran jarum karena gadis ini rela membeli barang tersebut dengan harga mahal.


Sambil menunggu, Aileen mencoba membuka ponsel nya. Gadis ini mulai mengotak atik ponsel nya agar tersambung dengan alat-alat yang dia pasang.


"Beres, aku tinggal menyambungkan nya pada komputer saja." ujar Aileen.

__ADS_1


Tak berapa lama David dan empat orang anak buah nya keluar dan memasuki mobil. Mereka terus tertawa dengan kemenangan mereka. Uang yang di bawa sebanyak satu tas itu di kembalikan pada Aileen beserta keuntungan nya.


"Aduh paman, ambil saja keuntungan nya. Anggap saja kalian meminjam modal dari ku." ujar Aileen.


"Wah nona memang the best dan terbaik. Terimakasih nona," ucap anak buah tersebut.


"Jangan lupa bagi-bagi, tapi kalian saja. Jangan sampai begajul-begajul di mansion pada tahu." ujar Aileen mengingatkan.


Berhubung sudah larut malam, David membawa Aileen kembali ke mansion. Rasa nya tegang juga membawa anak tuan nya pergi ke tempat ini, namun David yakin jika Aileen ini sangat pandai dan cerdik.


Setibanya di mansion Aileen tidak langsung tidur, gadis ini membersihkan diri lalu kembali berkutat pada komputer nya. Aileen mengecek, tidak ada suara mencurigakan dari alat yang dia pasang. Mungkin pria tersebut sedang mabuk gila karena kalah judi.

__ADS_1


__ADS_2