Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
07.Jalan-Jalan


__ADS_3

Hari ini adalah hari milik Jovata, selesai sarapan Arzan sudah mengajak nya pergi kemana pun sesuai keinginan Jova. Arzan sempat berpikir negatif pada gadis itu, dia pikir Jova akan mengajak nya pergi ke tempat mahal lalu berbelanja seharian penuh. Tapi tidak, gadis itu untuk pertama kali nya mengajak Arzan pergi ke pantai.


Arzan tertawa lucu ketika melihat tingkah istri nya, gadis itu seperti anak kecil yang berlarian di tepi pantai. Pantas saja, saat di mansion tadi Jova meminta pada suami nya untuk membawa pakaian ganti. Sempat berdebat, tapi pada akhirnya Arzan kalah juga.


"Segar sekali jika minum air kelapa langsung dari sumber nya!" kata Jova sambil memandan pohon kelapa yang lumayan tinggi nya. "Zan, Tarzan...kenapa kau tidak mengambilkan satu saja buah kelapa untuk ku?" gadis itu mulai mengelakar.


"Kau pikir aku monyet?" Arzan kesal.


"Kau kan seorang Tarzan, masa iya sih, Tarzan tidak bisa memanjat?" canda gadis itu terus mengejek suami nya.


"Terus saja mengejek ku, ...teruskan teruskan istri ku...!" seru Arzan tiba-tiba mencolek titik geli dari tubuh istri nya. Sudah tentu Jova merasa geli, gadis itu kemudian berlari lalu di kejar oleh Arzan.


Detik itu, mereka seperti melupakan rasa permusuhan yang selalu mewarnai keseharian Arzan dan Jova. Berlari ke arah bibir pantai, saling bermain air. "Arzan, aku ingin naik itu?" tunjuk Jova pada Jet Ski.


"Apa kau tidak takut?" tanya Arzan memastikan nya.


"Aku pikir suami ku ini akan melindungi ku. Tidak mungkin kan dia membunuh ku dengan cara menenggelamkan tubuh ku di tengah laut itu?" kata Jova langsung mendapatkan jitakan yang mendarat di kening nya.


"Kalau bicara jangan mengada-ngada!" ujar Arzan lalu menarik tangan gadis itu menuju tempat penyewaan Jet Ski.


Arzan memakai pelampung kepada istri nya, gadis itu nampak senang sekali. Arzan terus melirik ke wajah Jova, tak sedetik pun senyum dari gadis itu menghilang. "Peluk aku, jika tidak kau akan tercebur nanti." kata Arzan sebelum menghidupkan mesin nya.


Gadis itu menaikan sebelah bibir nya, "Yeee...ini mah cari kesempatan dalam kesempitan!" celoteh gadis itu.

__ADS_1


"Ya sudah,....tidak jadi...!" seru Arzan kesal berlagak hendak turun.


"Iih...Arzan,....iya...iya....bercanda doang gak boleh!' kata gadis itu langsung memeluk tubuh suami nya dari belakang. Jantung Arzan langsung berpacu sangat kencang, laki-laki itu tiba-tiba saja menjadi gugup. "Kapan jalan nya?" tanya gadis itu membuyarkan lamunan Arzan.


"I-iya...iya...ini mau jalan kok." kata Arzan dengan suara gugup nya.


Jet Ski mulai meluncur di atas air laut, Arzan dan Jova sangat menikmati permainan itu. Sesekali Arzan melajukan benda itu hingga membuat pelukan Jova semakin erat. Benar saja kata Jova, pria itu sedang mencari kesempatan. Berputar kesana ke mari, menghantam ombak lalu kembali lagi.


Setelah puas bermain, Jova dan Arzan kembali ke tepi pantai. Bibir gadis itu nampak pucat, Arzan benar-benar keterlaluan tadi. "Ganti pakaian mu. Sudah hampir siang, kita cari makan siang dulu." perintah Arzan langsung di iyakan oleh Jovata.


Mereka saling berganti pakaian, kemudian mencari tempat makan yang sedikit agak sepi pengunjung. Hari ini akhir pekan, sudah tentu sangat ramai, Arzan tersenyum samar, ternyata memikat gadis ini cukup gampang jika tahu seluk beluk nya.


"Wuuaahhh....segala macam seafood ada di sini. Eeemmmm...aku tidak boleh pilih kasih dalam memakan mereka." ujar Jova membuat Arzan tertawa lucu dengan kata-kata itu.


"Kau ini seperti tidak pernah ku beri makan saja!" seru Arzan bergeleng kepala.


"Sana, makan di dasar laut sana." ujar Arzan menimpali.


"Aku bukan putri duyung. Hii...Tarzan, kau kan terbiasa hidup di hutan, pasti tidak pernah makan binatang laut seperti ini, ayo cepat habiskan." kata Jova sambil mengangkat kepiting yang berukuran sangar besar itu.


"Kau pikir aku semiskin itu kah? hingga aku tidak mampu membeli makanan seperti ini?" tanya Arzan mulai kesal.


"Aku tidak tertarik dengan kekayaan mu!" seru Jova semakin membuat Arzan kesal.

__ADS_1


Tak mau berdebat lagi, Arzan memutuskan untuk melahap makanan yang ada di depan nya. Sesekali Arzan membantu istrinya yang kesusahan untuk membuka cangkak kepiting itu. Sungguh, ini adalah satu kebahagiaan tersendiri untuk Arzan saat bersama Jovata.


"Setelah ini kita kemana lagi?" tanya Arzan di sele makan nya. "Tidak mungkin kan kita berada di pantai seharian penuh." ujar pria itu.


"Ada laut ada darat, sudah pasti aku akan mengajak mu pergi ke suatu tempat untuk menikmati matahari tenggelam nanti." kata Jova kembali bersemangat.


"Di mana tempat itu?" tanya Arzan penasaran.


"Sebentar, aku akan bertanya pada peta dulu." ujar gadis itu. "Di mana kah tempat itu? katakan peta...katakan peta...kata peta....!" Jova menirukan serial kartun yang pernah viral pada masa nya itu.


"Kau ini seperti sudah tidak waras...!" seru Arzan tak habis pikir.


"Terkadang kita harus bersikap seperti orang gila untuk menghadapi orang waras yang bicara terlalu tinggi..." gumam gadis itu membuat ke dua alis Arzan berkerut.


"Apa omongan terlalu tinggi?" tanya Arzan mencoba mengoreksi obrolan mereka sejak tadi.


"Tidak ada, aku hanya bilang saja." kata Jova membuat suami nya menarik nafas dalam-dalam. Gadis ini senang bercanda, hanya saja dia tidak memiliki teman yang bisa mengerti keadaaan nya. Arzan mulai mengerti sekarang, di balik orang yang suka bercanda dan tertawa, dia adalah orang yang biasa nya kesepian.


Selesai makan, mereka duduk sebentar sambil menikmati air kelapa muda yang di ingin oleh Jova tadi. Setelah itu baru lah mereka pergi. Sebelum menuju tempat yang di katakan Jova saat makan tadi, gadis itu mengajak suami nya pergi ke taman untuk makan es krim.


Lagi-lagi, ini adalah kali pertama Arzan makan es krim di tempat seperti ini. Ketika Arzan mengajak Jova pergi ke mall, gadis itu menolak karena sudah biasa pergi sana. Meski cuaca sedang panas, tapi taman ini sangat ramai karena di tumbuhi pohon-pohon tinggi dan juga rimbun.


Es krim habis, Jova kemudian merebahkan diri di atas rumputan hijau itu. Sungguh, rasa nya nyaman sekali. "Arzan, cobalah seperti ini. Hmmm...nyaman nya." gumam gadis itu sambil memejamkan mata menikmati setiap angin yang datang berhembus. "Ku rasa, Tarzan tidak tidur di atas rumput. Tarzan tidur nya di atas pohon kalau tidak salah juga." kata Jova mengejek suami nya kembali.

__ADS_1


Arzan tidak kesal, pria itu sudah biasa mendengar kata-kata seperti itu dari mulut istri nya. Pria itu, kemudian ikut merebahkan diri di samping istri nya. "Jova,...apa yang sedang kaya pikirkan?" tanya Azran.


"Aku ingat kata-kata ini seperti jargon yang tertulis di salah satu aplikasi sosial media. Apa yang sedang anda pikirkan? dia terlalu ingin tahu isi otak orang, sama seperti mu!" ujar Jova membuat Arzan kembali geram. Ingin rasa nya menerkam gadis itu, namun Arzan masih bisa mengontrol diri karena ini tempat umum.


__ADS_2