Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
76.Tidak Ingin Jadi Janda


__ADS_3

"Kerja mu bagus juga. Tapi ingat, jangan sampai Jova tahu." ujar Arzan langsung memberikan bonus pada Aira.


"Membuat ku kagum saja!" ucap Aarav membuat Aira malu-malu.


Arzan langsung menirukan gaya hendak muntah ketika mendengar kata-kata Aarav. "Jangan mudah tergoda dengan bajingan ini...!" ucap Arzan sebelum kembali ke kamar nya.


"Jangan dengarkan dia!" seru Aarav pada Aira.


"Aku senang melihat keakraban kalian. Aku juga tidak pernah bekerja sesantai ini." ujar Aira yang merasa beruntung mengenal Arzan dan Aarav.


Sementara itu, di kamar Jova yang sudah mulai malas bergerak lebih senang tiduran manja di tempat tidurnya. Usia kandungan yang sudah memasuki tujuh bulan membuat tubuh nya semakin bulat.


"Bee, kau sedang apa?" tanya Arzan yang melihat istri nya sibuk dengan ponsel nya.


"Seharusnya mereka sudah post foto gitu, tapi ini sudah dua hari tapi sosial media mereka sudah tidak aktif lagi." ujar Jova yang penasaran dengan Mika.


"Kenapa kau jadi penasaran dengan mereka bee?" tanya Arzan tidak suka.


"Ya penasaran aja, mereka punya uang dari mana buat libur?" ujar Jova masih penasaran.


"Gak usah di bahas, cepat mandi. Kita akan makan malam di luar bersama Aira dan Aarav." titah Arzan pada istri nya.


"Tumben sekali kau baik malam ini bee?"


"Aku memang baik, kau saja yang tidak mengakui kebaikan ku!" seru Arzan langsung membuat wajah istri nya masam.

__ADS_1


"Dasar Tarzan, pergi sana!" usir Jova lalu bergegas pergi ke kamar mandi.


Di sebuah restoran berbintang, Arzan dan Jova, Aarav dan Aira sedang makan malam bersama. Namun ekspresi wajah Aira langsung berubah ketika wanita ini melihat seseorang yang sangat di kenali.


"Kau kenapa?" tanya Aarav bingung ketika melihat Aira sibuk bersembunyi di bawah meja.


"Dia kenapa bee?" tanya Jova ikut panik.


"Itu tangan kanan tuan Mr.Bram, mereka pasti akan mengenali ku." ujar Aira memberitahu Aarav.


Aarav langsung memandang ke arah Arzan, namun pandangan mereka langsung beradu dengan orang yang di maksud Aira.


"Bersikap lah santai, anggap kita tidak mengenal mereka." perintah Arzan pada istri nya dan Aarav sedangkan Aira masih bersembunyi di bawah meja yang di tutupi lapis kain.


Aarav memastikan orang tersebut pergi baru lah Aira keluar. Mereka langsung pulang, namun tanpa mereka sadari ada satu buah mobil mengikuti mobil Arzan.


"Bee aku takut!" ucap Jova sambil memeluk perut nya.


Arzan menarik nafas panjang, laki-laki itu kemudian memakaikan istrinya pakaian anti peluru sebagai antisipasi. "Jangan khawatir, mereka hanya mengajak kita kenalan saja." ujar Arzan.


"Mata mu kenalan, mereka pasti ingin memperkenalkan nyawa kita pada malaikat." sahut Jova yang kesal dengan suami nya.


Aira dan Aarav masih sempat nya menertawakan Arzan dan Jova. Aarav juga sengaja melajukan kecepatan mobil dan ternyata mobil di belakang masih mengikuti mereka.


Aarav yang lihat memainkan kemudi mobil tiba-tiba memperlambat laju mobil hingga membuat mobil mereka dan orang-orang tersebut saling berdampingan.

__ADS_1


Aira yang paham langsung menembak ban depan mobil tersebut lalu Aarav kembali melanjutkan mobil nya. Meskipun mobil tersebut mengalami pecah ban, namun mereka tetap mengejar mobil Arzan sambil mengeluarkan tembakan.


Jova langsung menunduk, sedangkan Aira mulai sibuk menembak lewat jendela kaca mobil sedangkan Arzan malah mengeluarkan separuh badan nya lewat Sunroof atau lubang atap mobil. Arzan dengan lihai nya beradu tembak dengan mobil di belakang nya. Musuh cukup kuat, meskipun ban mobil mereka sudah pecah dua namun masih bisa mengejar mobil Arzan.


"Sialan!" umpat Arzan yang sudah geram. Laki-laki itu kemudian menganti senjata api nya dengan laras panjang, dengan satu kali bidikan Arzan berhasil menembak pengemudi mobil tersebut hingga masuk ke dalam hutan.


Setelah di rasa tenang, Arzan langsung memeluk istri nya. Mengusap perut yang tiba-tiba menegang itu.


"Mereka pasti sudah tahu jika kau bekerja dengan ku." ujar Arzan membuat Aira merasa tidak enak hati.


"Maafkan aku, gara-gara aku kalian terkena imbas nya." ucap Aira.


"Sudahlah, lagian kata mu mereka juga mencari ku. Jadi aku akan muncul di depan mereka." kata Arzan malah membuat istri nya khawatir.


"Berhenti melakukan apa pun yang membuat mu berada dalam bahaya bee. Aku tidak ingin jadi janda dan anak mu jadi anak yatim." ujar Jova malah membuat suami nya tertawa.


"Hanya satu orang bee, aku akan segera menyelesaikan nya."


"Kau tidak ada hubungan nya dengan mereka bee!" seru Jova.


"Sudah pasti ada bee. Aku yang sudah memasukan Alex, Lucas dan Afkar ke dalam penjara. Pasti akan ada yang datang untuk membalas dendam."


"Kau tenang saja Jova, aku akan terus membantu Arzan. Lagian sekarang sudah ada Aira yang akan menemani mu." ujar Aarav menenangkan Jova.


"Kalian semua nya sama saja. Terserah kalian!" ucap Jova kesal.

__ADS_1


Setiba nya di mansion, Arzan langsung menyuruh istri nya untuk istirahat. Sedangkan Aarav menemani Aira memasak karena wanita itu belum sempat makan tadi.


__ADS_2