
Siska masuk ke dalam ruang perawatan Nadia mengikuti Reno dari belakang. Terlihat Nadia sudah memakai baju pasien dan siap untuk melakukan kemoterapi.
" Kak Siska " ucap Nadia saat melihat Siska.
Siska tersenyum dan menghampiri Nadia. Siska memeluk Nadia seperti sudah lama tidak bertemu. Padahal mereka baru saja bertemu beberapa hari yang lalu saat Siska berkunjung ke rumah Reno.
" Aku kangen sama Kak Siska " ucap Nadia saat Siska sudah melepas pelukannya.
" Kak Siska juga kangen sama Nadia " jawab Siska tersenyum.
Reno hanya tersenyum melihat interaksi antara Siska dan Nadia. Sedangkan Sarah menatap Siska dengan tatapan tidak suka.
" Siapa sih perempuan ini? Akrab banget sama Nadia tapi aku belum pernah lihat dia " batin Sarah penasaran.
" Siska, Abang titip Nadia ya. Nanti Arisa juga langsung ke sini saat kegiatan sekolahnya selesai " ucap Reno pada Siska.
" Iya Bang. Abang tenang aja, aku pasti jagain Nadia " jawab Siska.
" Oh iya. Ini Sarah, dia perawat Nadia. Kalo kalian butuh apa-apa bilang aja sama dia " ucap Reno memperkenalkan Sarah pada Siska.
Siska pun tersenyum ramah pada Sarah dan Sarah membalasnya dengan senyum yang terpaksa.
" Ayah berangkat dulu ya, Sayang. Kamu jangan ngerepotin Kak Siska " ucap Reno lalu mengecup puncak kepala Nadia.
" Setelah semua pekerjaan Ayah selesai, Ayah pasti langsung pulang " lanjut Reno.
" Iya Ayah. Ayah tenang aja, Nadia gak bakal ngerepotin Kak Siska " jawab Nadia.
Nadia pun mencium tangan ayahnya itu.
" Abang berangkat dulu " ucap Reno tersenyum pada Siska.
" Iya Bang " jawab Siska juga tersenyum.
" Assalamualaikum " ucap Reno.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Kemudian Reno keluar dari ruangan itu dan akan pergi keluar kota.
" Nadia sudah sarapan? " tanya Siska pada Nadia.
" Sudah, Kak " jawab Nadia.
Sarah yang merasa tidak dianggap oleh Siska dan Nadia memilih duduk di sofa dengan perasaan kesal. Ia semakin tidak suka pada Siska karena Siska membuat Nadia tidak menghiraukannya dan ia akan kehilangan kesempatan untuk dekat dengan Nadia lalu mendekati Reno.
__ADS_1
" Mbak, kemoterapinya dilakukan jam berapa? " tanya Siska pada Sarah.
" Jam sembilan " jawab Sarah ketus.
Siska pun heran dengan sikap Sarah yang sepertinya tidak menyukainya.
" Kenapa sih ni orang? " ucap Siska dalam hati.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu diketuk dan terlihat seorang dokter dan perawat masuk ke dalam ruang perawatan itu.
" Dokter Diki? " ucap Siska saat melihat Dokter yang sama dengan Dokter yang menangani istri sepupunya.
" Nona Siska " ucap Dokter Diki tersenyum pada Siska.
" Jadi Dokter Diki juga yang merawat Nadia? " tanya Siska pada Dokter Diki.
" Iya Nona " jawab Dokter Diki.
Kemudian Dokter Diki mendekati Nadia yang berada di atas ranjang rumah sakit.
" Halo Cantik " sapa Dokter Diki pada Nadia.
" Halo Om Dokter " balas Nadia.
" Sudah siap untuk kemoterapi hari ini? " tanya Dokter Diki pada Nadia.
" Baiklah, kita mulai ya " ucap Dokter Diki.
Dokter Diki menyuruh perawat untuk menyiapkan semua peralatan dan obat yang akan digunakan dibantu oleh Sarah.
Siska yang ingin beranjak sedikit menjauh karena tidak ingin mengganggu Dokter Diki dicegah oleh Nadia.
" Kak Siska sini aja deket Nadia " ucap Nadia menahan tangan Siska.
" Iya Sayang, Kak Siska disini deket Nadia " jawab Siska tersenyum lalu mengusap kepala Nadia.
Siska terus berada di samping Nadia hingga Dokter Diki selesai melakukan kemoterapi pada Nadia.
" Nah, sudah selesai. Kamu istirahat dulu sampai badan kamu gak lemes lagi ya. Nanti kalo sudah gak lemes bisa panggil Om Dokter biar nanti Om Dokter periksa kamu boleh pulang atau belum " ucap Dokter Diki setelah melakukan kemoterapi pada Nadia.
" Iya Om Dokter " jawab Nadia lemas tapi masih bisa tersenyum.
" Saya permisi dulu, Nona " ucap Dokter Diki pada Siska.
" Iya Dok, terima kasih " jawab Siska.
__ADS_1
Setelah itu Dokter Diki pergi dari ruang perawatan itu bersama seorang perawat yang tadi datang bersamanya.
" Non Nadia butuh sesuatu? " tanya Sarah pada Nadia.
Nadia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban karena tubuh yang terasa sangat lemas.
" Mbak istirahat aja. Biar saya yang jaga Nadia " ucap Siska pada Sarah.
" Kamu aja yang istirahat atau pergi sekalian sana. Saya disini perawat Nadia dan saya yang akan jaga Nadia " jawab Sarah ketus dan menatap tidak suka pada Siska.
Siska yang mendengar itu pun menjadi kesal. Ia sudah berbicara baik-baik pada Sarah tapi Sarah menjawabnya dengan ketus.
" Eh Mbak, biasa aja kali. Mbak cuma perawatnya Nadia ya dan Mbak gak berhak nyuruh saya pergi. Saya dikasih tanggung jawab sama Bang Reno buat jaga Nadia " ucap Siska kesal.
Saat Sarah hendak membalas ucapan Siska tapi terdengar suara Nadia yang meminta Siska untuk tidak pergi.
" Kak Siska jangan pergi. Nadia mau Kak Siska tetap disini " ucap Nadia memegang erat tangan Siska.
" Kakak gak akan pergi kemana-mana sayang " jawab Siska tersenyum menenangkan Nadia.
Sarah yang melihat itu mengepalkan kedua tangannya lalu pergi keluar dengan emosi.
" Aku gak bakal biarin perempuan itu buat Nadia jauh dari aku dan nantinya aku gak bisa deketin Tuan Reno " ucap Sarah sangat kesal.
Sedangkan di dalam ruang perawatan itu, Siska meminta Nadia untuk istirahat agar tubuhnya cepat pulih.
" Nadia sekarang tidur aja ya. Nanti kalo Nadia cepet istirahat kan badan Nadia jadi kuat lagi terus kita bisa cepat pulang dari rumah sakit " ucap Siska pada Nadia.
" Iya Kak " jawab Nadia.
Nadia menutup matanya. Siska mengusap kepala Nadia agar Nadia cepat tertidur. Karena rasa kantuk juga mulai menyerangnya Siska pun ikut tertidur dengan posisi duduk.
***
Hari sudah beranjak siang. Reno baru saja menyelesaikan pekerjaannya di luar kota lebih tepatnya di Bandung. Reno sangat senang karena pekerjaannya selesai lebih cepat dari perkiraan. Reno akan segera kembali ke Jakarta karena ia ingin cepat-cepat ke rumah sakit menemui putrinya. Ia tidak ingin terlalu merepotkan Siska karena Nadia biasanya akan rewel setelah kemoterapi karena tubuhnya yang lemas dan efek samping lainnya dari kemoterapi.
" Alhamdulillah semuanya selesai lebih cepat. Aku harus cepat kembali ke Jakarta agar aku bisa sampai sebelum hari malam " ucap Reno setelah memasuki mobilnya.
Reno membawa mobil sendiri tanpa sopir karena perjalanan yang ia tempuh tidak terlalu jauh dari Jakarta ke Bandung.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘