
Sepanjang perjalanan pulang, Nadia terus saja menanyakan pada Siska kapan ia akan memiliki adik. Nadia memang ingin sekali memiliki seorang adik agar ia memiliki teman. Di usianya yang sudah sepuluh tahun, ia hanya sendiri sedangkan anak-anak dari tetangga mereka sudah memiliki adik dan itu membuat Nadia iri.
" Sayang, kamu berdoa aja ya sama Allah semoga adik kamu cepat hadir di perut Bunda. Kasian Bunda kamu tanyain terus, kan yang bisa kasih adik itu Allah tapi melalui perantara Ayah sama Bunda " ucap Reno memberikan pengertian pada Nadia.
Ia kasihan melihat Siska yang harus menjawab semua pertanyaan dari Nadia.
" Iya Ayah. Nadia bakal terus berdoa sama Allah biar bisa cepat punya adik. Nadia juga bakal jadi anak yang baik biar Allah kabulin doa Nadia terus kasih Nadia adik di perut Bunda " jawab Nadia.
Reno dan Siska pun tersenyum mendengar itu. Tidak sulit memberikan sebuah pengertian pada Nadia yang memang merupakan anak yang pintar.
Kemudian Nadia menatap ke arah Siska. " Maaf ya Bunda, Nadia banyak tanya sama Bunda. Bunda pasti pusing jawab pertanyaan Nadia " ucap Nadia pada Siska.
" Iya Sayang, gak papa " jawab Siska tersenyum.
***
Akhir pekan telah selesai dan semua orang sudah kembali beraktivitas dengan kegiatan mereka masing-masing. Hari itu adalah hari dimana tahun ajaran baru dimulai. Reno dan Siska akan pergi ke sebuah sekolah yang sudah mereka pilih sebelumnya untuk Nadia. Reno sudah mendaftarkan Nadia sebelum dengan bantuan Anto dan Nadia sudah bisa masuk mulai hari itu.
Nadia begitu senang dan bersemangat hari itu. Keinginannya dari lama untuk bersekolah dan memiliki teman kini akan terwujud. Nadia sudah mengenakan seragam dari sekolah itu dan sekarang sedang sarapan bersama dengan kedua orang tuanya dan Arisa.
" Ayo, Ayah, Bunda. Nanti kita kesiangan " ajak Nadia yang sudah tidak sabar.
" Aduh, gak sabar banget sih yang mau sekolah " goda Arisa yang melihat Nadia yang begitu bersemangat.
" Iya dong, Tante. Aku gak sabar buat kenalan sama temen baru " jawab Nadia tersenyum.
Setelah itu, Reno dan Siska serta Nadia pergi ke sekolah itu karena Nadia terus merengek tidak sabar. Reno dan Siska hanya bisa tersenyum karena mereka paham bagaimana bahagianya Nadia bisa bersekolah di sekolah yang diinginkannya.
" Wah, sekolah bagus ya " ucap Nadia saat baru keluar dari mobil.
" Ayo Sayang, kita masuk. Kepala sekolah sudah menunggu kita " ajak Reno pada Siska dan Nadia.
Mereka pun masuk ke dalam area sekolah itu dan langsung menuju ruang kepala sekolah yang ia sudah tahu keberadaannya.
Tok tok tok.
Reno mengetuk pintu ruangan itu dan tak lama kemudian pintu itu pun terbuka.
" Assalamualaikum " ucap Reno tersenyum.
" Walaikumsalam " jawab kepala sekolah itu.
__ADS_1
Reno menjabat tangan kepala sekolah itu.
" Silahkan masuk " ucap kepala sekolah.
Mereka masuk ke dalam ruangan itu mengikuti langkah kepala sekolah.
" Silahkan duduk, Pak, Bu " ucap kepala sekolah mempersilahkan Reno dan Siska untuk duduk.
" Terima kasih " ucap Reno tersenyum.
Reno duduk di sofa yang ada di sana diikuti oleh Siska dan Nadia.
" Pak Anto sudah memberitahu saya mengenai kedatangan Bapak " ucap kepala sekolah pada Reno.
" Iya Pak. Saya dan istri saya datang menemui Bapak untuk menitipkan anak kami yang akan bersekolah di sini. Saya harap anak kami bisa belajar dan bersosialisasi dengan baik di sekolah ini. Saya juga meminta bantuan Bapak untuk mengawasi anak kami ini. Jujur saja kami sangat khawatir karena sebelumnya anak kami ini homeschooling dan tidak memiliki teman " ucap Reno pada kepala sekolah itu.
" Bapak tenang saja. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk semua anak didik kami. Bapak tidak perlu khawatir karena saya akan memastikan anak Bapak bisa belajar dengan baik dan tenang di sini " jawab kepala sekolah.
" Terima kasih banyak, Pak " ucap Reno bisa sedikit tenang.
Reno dan Siska juga mengantarkan Nadia menuju kelasnya. Mereka ingin memastikan Nadia merasa nyaman di sekolah itu.
" Ini kelas Nadia " ucap seorang guru yang mengantar mereka.
" Ayah, Bunda, Nadia masuk dulu ya " pamit Nadia pada Reno dan Siska sebelum memasuki kelas.
" Iya Sayang. Nadia yang semangat ya belajarnya " jawab Siska.
" Baik-baik ya Sayang dan belajar yang rajin. Nanti Ayah yang jemput kamu " ucap Reno pada Nadia.
" Iya Ayah " jawab Nadia.
" Terima kasih ya, Ayah, Bunda. Nadia seneng banget bisa sekolah di sini " ucap Nadia memeluk Reno dan Siska.
" Iya Sayang " jawab Reno dan Siska.
Setelah itu, Nadia pun masuk ke dalam kelasnya dan belajar bersama dengan teman-teman barunya.
" Kami permisi dulu, Pak. Saya titip Nadia " pamit Reno pada guru yang mengantar mereka tadi.
" Baik, Pak " jawab guru itu.
__ADS_1
" Assalamualaikum " ucap Reno dan Siska.
" Walaikumsalam " jawab guru itu.
Reno dan Siska pergi dari sekolah itu. Reno akan mengantarkan Siska ke kampus terlebih dahulu sebelum ia pergi ke kantor.
" Semoga Nadia baik-baik aja ya Mas dan dapat teman-teman yang baik " ucap Siska yang masih sedikit khawatir pada Nadia.
" Aamiin " jawab Reno.
" Kamu jangan terlalu khawatir. Ini semua kan keinginan Nadia dan kamu liat kan kalau Nadia bahagia " ucap Reno mengusap punggung tangan Siska.
" Iya Mas " jawab Siska.
Sesampainya di depan kampus, Siska langsung berpamitan pada Reno.
" Aku turun ya, Mas " pamit Siska pada Reno.
" Iya Sayang " jawab Reno.
" Maaf ya nanti Mas gak bisa jemput kamu. Mas ada meeting penting dan nanti langsung jemput Nadia " ucap Reno pada Siska.
" Iya Mas, gak papa. Aku bisa pulang pakai taksi online nanti " jawab Siska.
Siska mencium tangan Reno terlebih dahulu sebelum ia turun dan berpisah. Reno juga tidak lupa mencium kening Siska.
" Assalamualaikum " ucap Siska.
" Walaikumsalam " jawab Reno.
Siska pun turun dari mobil dan Reno langsung menjalankan mobilnya meninggalkan area kampus. Siska pergi menuju fakultas ekonomi karena ia sudah pindah jurusan saat semester baru itu.
Tak jauh dari sana ada sepasang mata yang terus memperhatikan Siska. Pemilik mata itu ada Frans.
" Aku nyesel banget selingkuhin kamu Siska. Tapi aku gak bisa berbuat apa-apa sekarang. Aku selalu berdoa semoga kamu selalu bahagia bersama laki-laki itu " ucap Frans saat Siska sudah menghilangkan dari penglihatan matanya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘