Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
121. Drama Ibu Hamil


__ADS_3

Hari sudah berganti malam, Siska sudah berada di tempat tidur dan sedang membaca buku tentang kehamilan dan proses melahirkan. Ia belum tidur karena sengaja menunggu Reno yang sedang mengerjakan beberapa pekerjaan kantor di ruang kerjanya. Siska akan sulit tidur jika tidak berada di dalam pelukan Reno sehingga ia memilih untuk menunggunya daripada tidur terlebih dahulu.


Setelah hampir satu jam, Reno pun kembali dari ruang kerjanya dan memasuki kamarnya dan Siska.


" Kok kamu belum tidur, Sayang? " tanya Reno saat melihat Siska yang meletakkan buku yang tadi dibacanya saat Reno datang.


" Aku gak bisa tidur kalau gak dipeluk kamu " jawab Siska dengan nada suara yang begitu manja karena sekarang ia memang ingin dimanja oleh suaminya itu.


Reno tersenyum lalu segera mengunci pintu kamar mereka dan berjalan mendekati tempat tidur. Tapi baru saja ia akan naik atas tempat tidur, Siska segera menghentikannya.


" Stop, Mas " ucap Siska pada Reno.


Reno pun menghentikan gerakannya. " Kenapa, Sayang? " tanya Reno bingung.


" Kamu cium bau sesuatu gak? " tanya Siska karena hidungnya mencium bau yang tidak ia sukai.


" Enggak, Sayang. Gak ada bau apa-apa " jawab Reno yang memang tidak mencium bau apapun.


Siska mengendus bau di sekitar sana dan ingin mencari tahu dari mana asal bau itu. Semakin ia dekat dengan Reno, makan semakin tajam juga bau itu. Seketika Siska teringat jika ini bau yang sama seperti yang ia cium saat awal kehamilan dulu. Dengan kata lain bau itu adalah bau tubuh Reno yang sangat tidak ia sukai.


" Mas, badan kamu bau lagi " ucap Siska bergeser menjauh dan langsung menutup hidungnya dengan kedua jarinya.


" Hah? Bau badan aku? " ucap Reno bingung.


Reno pun segera menciumi tubuhnya tetapi tidak ada bau yang aneh, ini adalah bau badannya seperti biasa.


" Enggak ah, Sayang. Mas gak bau " ucap Reno pada Siska.


" Bau, Mas. Ini bau badan kamu persis banget kayak waktu kita di Jepang, saat aku belum tau kalau hamil " ucap Siska karena dengan jelas ia mencium bau itu lagi.

__ADS_1


Wajah Reno langsung pias karena ia bisa menebak apa yang akan terjadi setelah ini. Akan terjadi drama ibu hamil lagi dan ia harus tidur terpisah dengan Siska seperti dulu saat awal kehamilan Siska.


" Kenapa kumat lagi? Bukannya ngidam cuma di trimester pertama? " ucap Reno dalam hati.


Reno menghela napasnya panjang. " Jadi sekarang gimana? Kamu mau Mas tidur di sofa atau di luar? " tanya Reno karena ia yakin jika istrinya itu pasti tidak ingin tidur dengan dirinya.


" Aku gak tau. Aku mau tidur di peluk kamu tapi aku gak tahan sama bau badan kamu " jawab Siska menundukkan kepalanya.


" Ya sudah, malam ini kami tidur sendiri dulu. Biar Mas tidur di sofa " ucap Reno karena tidak ingin Siska tersiksa dengan bau tubuhnya yang ia sendiri tidak tahu bagaimana baunya.


Reno ingin pergi menuju sofa yang ada di kamar itu tetapi terhenti saat mendengar ucapan Siska.


" Kamu gak mau tidur sama aku? Gak mau peluk aku lagi? Sudah gak sayang sama aku? Kamu jahat, Mas " ucap Siska dan tiba-tiba saja menangis.


Tentu saja Reno langsung panik tetapi saat hendak mendekati Siska, ia takut jika Siska akan merasa sangat bau dengan bau tubuhnya.


" Bukan gitu, Sayang. Mas sayang banget sama kamu dan Mas tentu aja mau tidur sama kamu dan peluk kamu. Mas cuma gak mau kamu nanti merasa bau dan malah gak bisa tidur dengan nyaman, Sayang " ucap Reno agar Siska tidak menangis lagi.


" Beneran, Mas? " tanya Siska dengan tangan yang mengucek matanya persis seperti anak kecil.


" Iya Sayang " jawab Reno dengan keyakinan karena jika tidak bisa meyakinkan Siska, maka Siska akan menangis lagi.


Siska percaya dan terdiam memikirkan solusi yang tepat untuk mereka dan sebuah ide tiba-tiba muncul di kepalanya.


" Aku punya ide, Mas " ucap Siska tersenyum.


Siska segera mendekati nakas dan membuka lacinya lalu mengambil beberapa buah masker.


" Itu masker buat apa, Sayang? " tanya Reno pada Siska.

__ADS_1


" Buat aku pakai, Mas. Jadi aku gak bakal cium bau kamu walaupun aku tidur sambil dipeluk kamu " jawab Siska.


Siska langsung memakai masker itu sebanyak lima lapis dan memastikan jika bau yang tadi ia cium tidak tembus.


" Nah, sekarang udah gak kecium baunya. Cepet naik Mas, aku udah ngantuk banget " ucap Siska pada Reno.


Reno menurut dan naik ke atas tempat tidur dengan pelan-pelan karena ia harus membuat Siska nyaman dan tidak terganggu lagi dengan bau tubuhnya.


" Cepet, Mas " ucap Siska yang sudah ingin di peluk oleh Reno.


" Iya Sayang " jawab Reno.


Reno menarik tubuh Siska ke dalam pelukannya dan menjadikan tangannya sebagai bantalan.


" Gak bau, Mas. Kita bisa tidur sekarang " ucap Siska menyusupkan wajahnya di dada Reno.


" Iya Sayang " jawab Reno mengusap kepala Siska agar Siska lekas tertidur.


Benar saja dalam hitungan menit, terdengar suara napas teratur dari Siska yang menandakan jika Siska sudah pergi ke alam mimpi.


" Akhirnya tidur juga " gumam Reno melihat Siska yang sudah tidur.


Reno bisa sedikit lega karena drama ibu hamil malam ini sudah selesai dan mungkin besok pagi ada drama-drama ibu hamil lainnya. Walaupun terkadang merasa sedikit kesal dan panik tetapi Reno senang selalu ada di masa kehamilan Siska ini. Apalagi Siska yang sangat manja kepadanya membuat ia merasa sangat dibutuhkan oleh Siska.


Setelah itu Reno pun segera menyusul Siska ke alam mimpi dan ia harus menyiapkan tenaga serta mentalnya untuk menghadapi Siska yang mungkin akan bersikap aneh lagi besok.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2