
Reno dan Siska baru saja mendapatkan kabar jika Angga sudah dinyatakan tewas oleh polisi dan tim pencari. Reno dan Siska bergegas ke sana karena malam ini akan diadakan acara pengajian untuk Angga. Reno mengusap wajahnya kasar, ia sangat khawatir sekaligus memikirkan nasib adiknya yang menjadi janda di usia muda.
" Kamu harus tenang, Mas. Kita harus bisa menguatkan Arisa nanti. Kalau kamu seperti ini bagaimana dengan Arisa, dia pasti butuh kamu " ucap Siska pada Reno yang tadi terlihat gelisah.
" Iya Sayang " jawab Reno walaupun ia tidak bisa berhenti mengkhawatirkan adiknya itu.
Sesampainya di kediaman Keluarga Wicaksono, Reno dan Siska pun disambut oleh Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi.
" Maaf, kami tidak membantu apa pun untuk acara pengajian ini " ucap Reno pada Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi.
" Tidak apa-apa, Pak Reno. Acara pengajian untuk Angga ini juga sudah beres kami siapkan " jawab Tuan Gunawan.
Ternyata pembicaraan mereka didengar oleh Arisa yang baru keluar dari kamar dan tidak mengetahui apapun.
" Mas Angga masih hidup, Ayah. Mas Angga belum meninggal " teriak Arisa saat mendengar Tuan Gunawan ingin mengadakan acara pengajian untuk Angga.
Mereka semua langsung menoleh pada Arisa yang berdiri tidak jauh dari mereka dengan air mata yang mengalir di pipinya. Reno pun dengan segera menghampiri adiknya itu.
" Arisa, kamu harus ikhlas. Abang yakin kamu kuat dan bisa melewati semua ini " ucap Reno memegang kedua bahu Arisa.
" Enggak, Bang. Mas Angga masih hidup dan gak perlu ada acara pengajian untuk Mas Angga seperti ini " jawab Arisa tidak bisa menerima semua orang menganggap Angga sudah tiada.
Semua orang di sana tidak tega melihat Arisa yang masih belum bisa menerima kepergian Angga. Ibu mertua Arisa memeluk Arisa dan menyalurkan kekuatan untuk Arisa.
" Sayang, ikhlas ya. Mama juga berat menerima ini semua tetapi ini sudah takdir untuk kita. Biarlah acara pengajian ini diadakan untuk Angga agar Angga di sana tenang " ucap ibu mertua Arisa.
Arisa tidak mengatakan apa pun lagi dan hanya bisa menangis. Hati Reno terasa sakit melihat adiknya seperti itu.
__ADS_1
" Ya Allah, kenapa ini semua juga harus terjadi pada adik hamba " ucap Reno di dalam hati.
Reno hanya bisa melihat Arisa yang dibawa masuk oleh ibu mertuanya dengan tatapan sendu. Kakak mana yang tidak akan sedih jika adiknya seperti itu.
" Arisa akan baik-baik saja, Mas " ucap Siska mengusap lengan Reno untuk menenangkannya.
Reno pun menganggukkan kepalanya.
" Silahkan duduk, Pak Reno, Siska " ucap Nyonya Dewi mempersilahkan mereka untuk duduk.
Reno dan Siska pun duduk di sebuah karpet yang mereka siapkan untuk acara pengajian itu. Reno hanya bisa melihat ke arah pintu kamar Arisa di rumah itu dan berharap Arisa baik-baik saja.
Saat acara pengajian itu akan dimulai, terlihat Arisa keluar bersama dengan ibu mertuanya. Hati Reno terasa teriris saat melihat Arisa terdiam dengan tatapan kosong. Bahkan saat ibu mertuanya meminta untuk duduk, Arisa tidak merespon apapun.
" Abang harap kamu selalu kuat menghadapi ini, Arisa " ucap Reno dalam hati menatap Arisa yang hanya terdiam.
Acara pengajian itu dihadiri oleh kerabat-kerabat terdekat mereka saja dan beberapa tetangga di daerah itu. Tuan Gunawan juga mengundang beberapa ustadz untuk mendoakan Angga agar Angga tenang. Tuan Gunawan ingin melakukan semua yang terbaik karena ia merasa sangat bersalah sebab kejadian ini, Angga harus tiada. Reno dan Siska mengikat acara pengajian itu hingga selesai karena ia juga ingin mendoakan yang terbaik untuk Angga yang telah tiada.
" Kamu boleh sedih tapi setelah ini kamu harus bangkit dan menjalani kehidupan kamu lagi. Angga pasti sedih kalau kamu terus seperti ini " ucap Reno pada Arisa.
Reno menghembuskan nafasnya berat karena tidak ada respon dari Arisa. Ia tahu jika sekarang adiknya itu sedang sangat terpukul.
" Arisa, jaga diri kamu baik-baik ya. Kakak pasti akan sering ke sini kalau kamu butuh teman buat bicara. Kamu bisa hubungi kakak " ucap Siska pada Arisa.
Reno dan Siska pun segera pulang karena hari sudah cukup malam dan mereka juga meninggalkan Nadia cukup lama. Reno dan Siska tidak bisa membawa Nadia untuk ikut ke sana karena keadaannya masih sangat berduka.
" Mas gak tega, Sayang. Hati Mas sakit liat Arisa begitu hancur dan terpukul " ucap Reno pada Siska saat mereka sudah di dalam mobil.
__ADS_1
" Aku ngerti, Mas. Aku juga merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan karena aku juga sudah menganggap Arisa seperti adik kandungku sendiri. Seiring berjalannya waktu pasti Arisa bisa menerima kalau Angga sudah gak ada. Yang Arisa butuhkan sekarang itu waktu dan dukungan dari kita semua " ucap Siska yang mengerti bagaimana perasaan Reno.
Reno terdiam dan menyadarkan tubuh di kursi penumpang. Rasa khawatir tetap saja ia rasakan pada adiknya itu.
" Kamu tenang ya, Mas. Besok kita kan ke sana lagi, kita bisa liat keadaan Arisa dan menghibur dia " ucap Siska pada Reno.
Reno hanya menganggukkan kepalanya.
Sesampainya di rumah, Reno dan Siska langsung masuk ke kamar mereka. Mereka berdua membersihkan tubuh mereka terlebih dahulu sebelum pergi beristirahat dan tidur.
" Ayo tidur, Mas. Kamu butuh istirahat " ucap Siska menarik tangan Reno untuk naik ke atas tempat tidur.
Reno membaringkan tubuhnya di samping Siska dan seperti biasa ia membawa Arisa tidur di dalam pelukannya. Ia mengusap perut Siska agar Siska segera tertidur.
Setelah Siska tertidur, Reno mengecup kening Siska lalu melepaskan pelukan mereka. Reno pergi ke balkon untuk menenangkan dirinya.
Reno menatap langit yang malam ini terlihat cerah dan dipenuhi dengan bintang-bintang.
" Ayah, Bunda, kenapa harus kami berdua merasakan kehilangan orang yang kami cintai. Tidak cukupkah hanya aku saja, aku tidak tega melihat Arisa seperti ini " ucap Reno mengadu kepada orang tuanya yang telah tenang di atas sana.
Sebagai seorang kakak, Reno ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Arisa. Apalagi ia juga pernah merasakan hal yang sama saat Anisa pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Rasanya sangat sakit dan cukup lama ia harus bangkit dan tidak terperangkap dengan masa lalu saat Siska hadir. Hal itu pun terjadi pada Arisa yang baru memulai kehidupannya bersama Angga.
Setelah cukup lama berada di balkon, Reno pun segera masuk kembali ke dalam kamar dan pergi tidur karena hari ini tubuhnya juga cukup lelah.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘