
Keesokkan paginya, Reno tetap tidak mengizinkan Siska untuk melakukan apapun, termasuk membereskan tempat tidur.
" Astaghfirullahalazim, Sayang. Sudah aku bilang kamu tu istirahat aja dan jangan lakuin apa pun. Tolong kali ini aja nurut sama Mas dan jangan bandel kalau dibilangin " ucap Reno mendudukkan tubuh Siska di sofa yang ada di kamar mereka.
" Iya Mas. Aku diem nih sekarang " jawab Siska menurut walaupun sangat kesal.
" Bagus " ucap Reno karena istrinya itu sudah mau menurut.
Reno pun melanjutkan apa yang dikerjakan oleh Siska tadi untuk membereskan tempat tidur mereka yang masih berantakan.
Setelah semuanya selesai, Reno mengajak Siska keluar dari kamar untuk sarapan bersama. Tak lama juga Angga dan Arisa menyusul membawa barang-barang yang akan mereka bawa untuk pindah.
" Kalian pindah pagi ini? " tanya Siska pada Angga dan Arisa saat melihat barang-barang itu.
" Iya Kak, mumpung belum panas " jawab Arisa.
" Ya sudah kalau gitu, tapi kita harus sarapan sama-sama dulu pagi ini " ucap Reno agar mereka pergi setelah sarapan.
Angga dan Arisa pun duduk di meja makan bergabung dengan Reno dan Siska serta Nadia.
Arisa mengambilkan makanan untuk Angga seperti Siska yang juga melakukannya pada Reno. Reno dan Siska pun tersenyum melihat itu, mereka bersyukur karena seperti Angga dan Arisa sudah saling menerima walaupun pernikahan mereka itu dilakukan dengan keterpaksaan.
" Mas Angga mau pakai lauk apa? " tanya Arisa pada Angga karena ia belum mengetahui apa yang Angga sukai.
" Terserah kamu saja " jawab Angga.
Arisa pun mengambil beberapa lauk yang menurutnya Angga akan suka. Setelah itu mereka baru memakan sarapan itu dengan tenang.
Setelah selesai sarapan, Angga dan Arisa pun langsung pamit untuk pindah ke rumah yang sudah Angga beli. Mereka akan pergi menggunakan taksi online, padahal Reno sudah menyuruh mereka menggunakan salah satu mobilnya tapi Angga menolaknya. Sedangkan motor Arisa akan diambil oleh anak buah Angga dan dibawa ke rumah yang akan mereka tempati agar Arisa mudah pergi ke kampus nanti.
" Kami pamit dulu, Bang. Saya izin untuk membawa Arisa tinggal bersama saya " ucap Angga pada Reno memasukkan barang-barang mereka di bagasi taksi online.
" Iya Ngga. Kalau kalian butuh apa-apa jangan sungkan untuk minta bantuan Abang " ucap Reno dan Angga pun menganggukan kepalanya.
Reno mencoba untuk menutupi kesedihannya harus melepas Arisa tinggal bersama suaminya. Begitu juga dengan Siska, Siska baru merasakan memiliki adik setelah mengenal Arisa dan sekarang Arisa sudah dibawa pergi suaminya.
Arisa memeluk Reno dan Siska juga Nadia sebelum ia pergi. Ia juga memeluk Bu Ijah yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.
__ADS_1
" Aku pergi ya " pamit Arisa pada mereka.
" Assalamualaikum " ucap Angga dan Arisa bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Reno dan Siska hanya bisa melihat taksi online yang Angga dan Arisa tumpangi meninggalkan rumah itu.
" Sudah Sayang, kita bisa pergi ke rumah mereka nanti " ucap Reno agar Siska tidak bersedih lagi.
" Iya Mas " jawab Siska.
Setelah itu mereka segera masuk ke dalam rumah karena mereka harus bersiap-siap pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan Arisa. Tadi pagi Arisa juga sudah melakukan tes dengan menggunakan tespek dan sekarang mereka ingin mengetahui bayi di dalam kandungan Siska itu.
***
Di perjalanan menuju rumah sakit, Siska melihat seorang badut sedang mengamen di pinggir jalan. Tiba-tiba saja ia menjadi sangat ingin melihat Reno menggunakan pakaian badut itu.
" Mas, berhenti " ucap Siska pada Reno yang sedang fokus menyetir.
" Kenapa, Sayang? " tanya Reno bingung kenapa Siska tiba-tiba menyuruhnya untuk berhenti.
Reno menoleh dan memang melihat seorang badut yang dikelilingi anak-anak kecil di sana.
" Kamu mau lihat badut? " tanya Reno pada Siska.
Siska pun langsung menganggukkan kepalanya.
Akhirnya Reno pun menghentikan mobilnya agar Siska bisa melihat badut itu. Mereka berdua turun dari mobil dan langsung menghampiri kerumunan anak-anak yang juga sedang melihat badut itu. Siska tersenyum senang saat melihat badut itu menunjukkan beberapa atraksi.
" Mas, aku mau kamu pakai baju badut itu dan jadi badut kayak gitu deh " ucap Siska pada mengatakan keinginan yang sebenarnya.
" Hah? " Reno cukup terkejut mendengar permintaan Siska kali ini.
" Please, mau ya Mas. Ini kayaknya aku ngidam dan anak kita mau lihat Ayahnya jadi badut. Sebentar aja, Mas " ucap Siska mengelus perutnya yang masih rata dan menggunakan bayi mereka agar Reno mau menuruti keinginannya.
" Tapi Sayang, apa orang itu mau pinjamkan baju badutnya " ucap Reno ragu.
__ADS_1
" Kita coba dulu, Mas. Please " ucap Siska dengan tatapan memohon.
Reno pun tidak bisa menolak jika Siska sudah seperti itu. Apalagi ini juga karena bayi dikandungnya.
" Permisi Mas, apa boleh saya pinjam baju badutnya sebentar? Istri saya ngidam dan ingin melihat saya memakai baju badut " ucap Reno pada badut itu.
" Oh, boleh Mas. Kebetulan saya bawa baju badut satu lagi " jawab badut itu.
Siska pun sangat senang mendengar itu dan menyuruh Reno untuk segera memakai pakaian badut itu.
" Cepet sana pake baju badutnya, Mas " ucap Siska tidak sabar.
Reno memakai pakaian badut itu untuk memenuhi keinginan Siska dan bayi mereka yang ingin melihat ia menjadi seorang badut.
" Nah, sekarang kamu hibur juga anak-anak itu sama badutnya " ucap Siska saat Reno sudah memakai pakaian badut juga lengkap dengan rambut warna-warninya.
Reno sama sekali tidak keberatan melakukan itu apalagi saat melihat tawa bahagia dari Siska hanya karena melihat dirinya yang menjadi seorang badut.
Setelah puas, Siska menyuruh Reno untuk melepaskan pakaian badut itu karena kasihan melihat suaminya yang kepanasan.
" Terima kasih ya, Mas. Ini sedikit uang sewa baju badutnya " ucap Reno memberikan dua lembar uang seratus ribuan pada badut itu.
" Terima kasih banyak ya, Mas " jawab badut itu sangat senang menerima uang dari Reno.
Siska mengajak Reno untuk istirahat di sebuah warung es buah sekalian karena ia menginginkan es buah itu.
" Maaf ya Mas, gara-gara nurutin ngidam kamu jadi kepanasan gini " ucap Siska mengusap keringat di dahi Reno dengan tangannya.
" Gak papa, Sayang. Aku seneng kok bisa nurutin keinginan kamu dan anak kita " jawab Reno tersenyum.
Setelah itu mereka pun menikmati es buah yang menyegarkan itu di teriknya matahari padahal hari belum terlalu siang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘