Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
9. Meminta Bantuan Siska


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Nadia sedang mengemas barang-barangnya dibantu oleh Bu Ijah. Nadia akan pergi ke rumah sakit bersama Reno untuk kemoterapi untuk yang kesekian kalinya.


" Ayo kita keluar, Non. Tuan pasti sudah menunggu Non Nadia buat sarapan " ucap Bu Ijah pada Nadia.


" Iya Bu " jawab Nadia.


Kemudian mereka berdua keluar dari kamar Nadia. Di meja makan sudah ada Reno dan Arisa yang menunggu Nadia untuk sarapan.


" Selamat pagi Ayah, Tante Arisa " sapa Nadia lalu duduk di samping Reno.


" Pagi Sayang " balas Reno mengusap kepala sang putri.


" Pagi Nadia " balas Arisa.


Bu Ijah mengambilkan nasi dan lauk untuk Nadia. Setelah itu mereka pun sarapan pagi bersama.


Tiba-tiba saja terdengar suara ponsel Reno berbunyi menandakan ada panggilan telepon masuk. Reno dengan segera menjawab panggilan telepon itu.


" Baik, saya akan ke sana sekarang juga " ucap Reno lalu menutup panggilan telepon itu.


" Ris, kamu ada waktu kosong gak hari ini? Abang harus pergi keluar kota karena ada proyek yang bermasalah jadi Abang minta kamu buat temani Nadia buat kemoterapi " ucap Reno pada Arisa.


Sebenarnya Reno tidak tega meninggalkan Nadia yang akan menjalani kemoterapi tapi proyek yang sedang ia tangani di luar kota juga sangat penting.


" Aku ada kelas tambahan sampai sore Bang " jawab Arisa.


Reno pun menjadi bingung. Ia tidak tega meninggalkan Nadia hanya dengan perawat saja. Ia juga tidak mungkin meminta tolong kedua mertuanya yang pasti sangat sibuk mengurus pesantren yang dikelolanya.


" Ayah pergi aja. Nadia gak papa sama Mbak Sarah " ucap Nadia pada Reno.


" Gimana kalo Abang hubungin Kak Siska aja. Siapa tau dia gak kuliah kan. Lagi pula Nadia juga pasti lebih seneng kalo ditemani Kak Siska dari pada Mbak Sarah " ucap Arisa pada Reno.


Arisa sebenarnya tidak menyukai perawat Nadia itu yang selalu mencoba mencari perhatian dari Reno. Apalagi ia sempat meminta untuk tinggal di sana dengan alasan agar bisa untuk menjaga Nadia. Untung saja Reno menolak karena takut akan timbul fitnah karena Sarah masih muda dan Reno seorang duda.


" Iya Yah. Nadia mau Kak Siska aja " ucap Nadia dengan wajah memohon.


Nadia merasa lebih bersemangat untuk kemoterapi jika Siska yang menemaninya.


" Tapi apa gak ngerepotin Siska nanti " jawab Reno ragu untuk menghubungi Siska.


" Coba aja dulu, Bang " ucap Arisa pada Reno.


" Baiklah, Ayah bakal hubungin Kak Siska. Kalau Kak Siska gak bisa nemenin kamu, biar Ayah kirim orang kepercayaan Ayah aja ke luar kota. Biar Ayah yang nemenin kamu kemoterapi " ucap Reno pada Nadia.


Nadia pun menganggukkan kepalanya.


Reno mencari nomor telepon Siska dan mencoba untuk meneleponnya. Tak butuh waktu lama untuk Siska menjawab panggilan telepon itu.

__ADS_1


" Halo, Assalamualaikum " ucap Reno setelah Siska menjawab panggilan telepon itu.


" Walaikumsalam " jawab Siska dari ujung sana.


" Ada apa, Bang? " tanya Siska pada Reno.


" Begini, Abang mau minta bantuan kamu. Nadia hari ini mau kemoterapi tapi Abang harus keluar kota untuk urusan yang penting. Arisa juga ada kegiatan di sekolahnya sampai sore. Kalau kamu gak keberatan, Abang mau minta tolong kamu buat nemenin Nadia kemoterapi hari ini " ucap Reno pada Siska.


" Oh, iya Bang. Aku malah seneng kalo nemenin Nadia, kebetulan aku juga gak ada jadwal kuliah hari ini " jawab Siska.


" Baiklah, kamu langsung ke rumah sakit aja ya. Nanti Abang kirim ruang rawat Nadia lewat pesan " ucap Reno karena Siska bisa menemani Nadia.


" Iya Bang " jawab Siska.


" Abang tutup dulu. Assalamualaikum " ucap Reno.


" Walaikumsalam " jawab Siska.


Setelah itu Reno pun langsung mematikan sambungan telepon itu.


" Gimana, Yah? Kak Siska mau kan nemenin Nadia? " tanya Nadia pada Reno.


Reno tersenyum. " Iya, Kak Siska bakal nemenin " jawab Reno.


" Ayo cepat habiskan sarapannya terus kita berangkat ke rumah sakit " ucap Reno.


Setelah selesai sarapan, Reno dan Nadia langsung pergi ke rumah sakit. Sedangkan Arisa pergi ke sekolah dengan menggunakan motor maticnya.


***


Sementara itu, Siska langsung bersiap-siap setelah mendapatkan telepon dari Reno. Siska tadi baru saja masuk ke dalam kamarnya setelah sarapan bersama kedua orang tuanya.


" Kamu mau kemana, Sayang? " tanya Mommy Amelia yang melihat Siska sudah rapi karena tadi Siska berkata akan menonton drama Korea di kamarnya karena sedang tidak ada jadwal kuliah.


" Ke rumah sakit, Mom " jawab Siska.


" Siapa yang sakit? Yeni gak papa kan? " tanya Mommy Amelia panik saat mendengar kata rumah sakit.


" Itu Mom, aku mau nemenin Nadia buat kemoterapi " jawab Siska.


" Nadia? " ucap Mommy Amelia yang sepertinya pernah mendengar nama itu.


" Anak rekan bisnis Daddy, Mom. Kita pernah ketemu di rumah sakit saat jenguk Yeni " ucap Siska menjelaskan.


" Oh iya Mommy ingat. Memang dia sakit apa? " tanya Mommy Amelia pada Siska.


" Kanker Mom dan sudah stadium empat " jawab Siska.

__ADS_1


" Ya ampun. Mommy gak nyangka, padahal dia kelihatan anak yang ceria " ucap Mommy Amelia.


" Iya Mom " jawab Siska.


" Kapan-kapan Mommy mau ketemu sama dia " ucap Mommy Amelia ingin menjenguk Nadia.


" Iya Mom. Nanti aku bawa Mommy buat ketemu Nadia " jawab Siska.


" Aku berangkat dulu, Mom " pamit Siska pada Mommy Amelia.


" Iya Sayang " jawab Mommy Amelia.


Siska mencium pipi Mommy Amelia lalu pergi keluar dari rumah.


Siska melajukan mobilnya menuju rumah sakit milik Keluarga Wicaksono. Reno juga sudah mengirimkan ruang perawatan yang digunakan oleh Nadia.


Sesampainya di rumah sakit, Siska langsung memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit. Siska memasuki rumah sakit dan langsung menuju ruang perawatan Nadia yang kebetulan satu lantai dengan ruang perawatan Yeni.


Tok tok tok.


Siska mengetuk pintu ruang perawatan Nadia. Tak lama terlihat seorang wanita dewasa membukakan pintu, sepertinya itu adalah perawat Nadia.


" Maaf siapa ya? " tanya wanita itu pada Yeni.


" Saya Siska, kenalan Bang Reno. Saya mau bertemu Bang Reno dan Nadia " jawab Siska.


Mendengar jawaban Siska, wanita itu pun melihat Siska dengan menelisik penampilan Siska dari atas sampai bawah.


" Siapa, Sarah? " tanya Reno dari dalam.


Reno berdiri di belakang wanita yang bernama Sarah itu untuk melihat siapa yang datang.


" Bang Reno " ucap Siska tersenyum.


" Assalamualaikum" ucap Reno saat melihat Siska.


" Eh, walaikumsalam " jawab Siska sedikit malu karena tidak mengucapkan salam saat datang.


" Sarah biarkan dia masuk. Dia yang akan menemani Nadia " ucap Reno pada Sarah yang berdiri di tengah pintu dan menghalangi Siska untuk masuk.


" Iya Tuan " jawab Sarah mundur ke dalam.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2