Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
115. Kemeja Merah Muda


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Reno dibuat pusing oleh Siska yang tiba-tiba saja meminta pergi ke kantor dengan kemeja berwarna merah muda. Entah Siska mendapatkan kemeja itu dari mana karena seingatnya ia tidak memiliki kemeja berwarna merah muda. Reno ingin menolaknya tetapi Siska memintanya dengan mata yang penuh harap. Siska akan kecewa jika ia tidak menurutinya dan yang lebih parah lagi Siska akan sangat marah kepadanya dan melarangnya untuk dekat-dekat seperti sebelumnya jika ia tidak menuruti keinginan istrinya itu.


" Masa Mas pakai kemeja warna ini ke kantor sih, Sayang " ucap Reno memegang kemeja berwarna merah muda itu.


" Iya Mas. Kamu pasti kelihatan ganteng banget deh " jawab Siska dengan senyum lebar.


Reno hanya menghela napasnya karena jujur saja ia merasa malu jika memakai kemeja itu untuk pergi ke kantor. Jika di rumah saja ia tidak akan masalah.


" Kami gak mau pake kemeja yang aku beliin khusus buat kamu ya, Mas " ucap Siska dengan mata yang berkaca-kaca karena Reno tidak segera memakainya.


Reno pun langsung panik melihat itu. " Mau kok, Sayang. Ini Mas mau pake " jawab Reno segera memakai kemeja itu sebelum istrinya menangis.


Seperti biasa Siska langsung berubah menjadi tersenyum senang setelah kemeja berwarna merah muda terpasang di tubuh Reno.


" Sini, aku bantu pasang dasinya " ucap Siska begitu bersemangat.


Siska mengambil sebuah dasi yang sudah ia siapkan untuk dipakai oleh Reno dan segera memakainya di leher Reno.


" Nah kan, kamu jadi ganteng banget, Mas " puji Siska tersenyum senang.


Reno pun ikut tersenyum dan ia tidak masalah menggunakan kemeja berwarna merah muda itu jika bisa membuat istrinya tersenyum bahagia.


" Kalau gitu, sekarang kita turun buat sarapan ya. Anak-anak Ayah ini pasti sudah lapar " ucap Reno mengusap perut Siska.


" Iya Ayah, kita sudah lapar " jawab Siska menirukan suara anak kecil.


Setelah itu Reno dan Siska pun langsung keluar dari kamar dan menuju meja makan. Reno akan selalu memegangi tangan Siska ketika menuruni tangga dan ia tidak mengizinkan Siska untuk turun atau naik tangga sendiri. Reno sebenarnya ingin memindahkan kamar mereka ke lantai bawah tetapi Siska menolaknya karena sudah sangat nyaman di kamar itu.


Di meja makan sudah ada Nadia yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Nadia menunggu Reno dan Siska untuk sarapan bersama.


" Ayah kok tumben pakai kemeja warna pink sih " ucap Nadia pertama kali melihat Ayah memakai pakaian dengan warna yang mencerminkan perempuan.


" Bunda yang minta Ayah pakai kemeja ini, Sayang. Ayah jadi kelihatan lebih ganteng kan " bukan Reno yang menjawab tetapi Siska.

__ADS_1


" Iya Bunda. Ayah jadi ganteng banget terus lucu juga " ucap Nadia dengan tawa kecil.


Ayahnya itu memang terlihat tampan tetapi tetap saja terlihat lucu jika menggunakan kemeja berwarna merah muda itu.


Reno hanya bisa menahan malu dan pura-pura tidak peduli demi Siska. Putrinya saja menertawainya apalagi orang lain nanti.


" Kamu suka kan kemejanya, Mas? " tanya Siska pada Reno.


" Suka, Sayang. Suka banget " jawab Reno dengan senyum canggung.


Nadia hanya tertawa kecil melihat itu dan Reno masih bisa mendengarnya langsung melirik putrinya itu.


Mereka pun segera sarapan karena mereka harus melakukan aktivitas masing-masing pagi ini dan juga mereka tidak ingin terlambat.


Setelah selesai sarapan, Reno dan Siska serta Nadia pun langsung pergi ke tujuan masing-masing. Nadia pergi ke sekolahnya diantar oleh Bimo, sedangkan Reno akan mengantar Siska ke kampus sebelum ia pergi ke kantor. Masih ada waktu satu bulan lagi sebelum Arisa mengambil cuti sampai ia melahirkan.


***


Sesampainya di kampus, Reno membantu Siska untuk turun dari mobil karena dengan perutnya yang besar Siska cukup kesulitan.


Leon yang merasa dipanggil pun menoleh dan langsung menghampiri Reno dan Siska setelah tahu siapa yang memanggilnya. Leon datang ke kampus seorang diri karena Yeni mengambil cuti selama satu tahun untuk merawat Baby Twins A.


" Assalamualaikum " ucap Leon setelah berada di dekat Reno dan Siska.


" Walaikumsalam " jawab Reno dan Siska.


Awalnya Leon biasa saja tetapi setelah beberapa saat ia pun tertawa karena melihat Reno yang menggunakan kemeja berwarna merah muda. Reno tentu saja sudah tahu apa yang Leon tertawakan tetapi ia hanya pura-pura tidak sadar saja, sedangkan Siska merasa bingung karena tiba-tiba sepupunya itu tertawa.


" Kenapa lo ketawa? " tanya Siska bingung.


" Suami lo lucu pake kemeja warna cewek gini " jawab Leon setelah menghentikan tawanya.


" Iya dong, lucu. Gimana? Suami gue tambah ganteng kan pake kemeja yang kemarin gue beliin " ucap Siska yang membanggakan Reno yang membuat Leon tertawa lagi.

__ADS_1


Sedangkan Reno ingin sekali menenggelamkan dirinya ke dasar laut karena ia merasa sangat malu saat ini.


" Ya ampun, gak tau apa kalau suaminya malu " ucap Reno dalam hati.


" Pantes lo yang beliin. Liat tuh Bang Reno pasti malu banget pake kemeja warna cewek gitu " ucap Leon menggelengkan kepalanya tidak percaya jika sepupunya mendadani suaminya seperti itu.


Siska langsung melirik ke arah Reno dan itu membuat Reno takut karena sebuah tatapan kekecewaan di sana.


" Kamu malu pake kemeja yang aku beliin Mas? " tanya Siska dengan nada bicara seolah ia sangat kecewa.


" Enggak, Sayang. Mas gak malu kok, ini kan kemeja yang dibeliin kesayangannya Mas " jawab Reno cepat.


Reno mendelikkan matanya pada Leon yang lagi-lagi menertawakannya.


" Mas Reno gak malu kok nurutin apa mau gue buat pake kemeja warna pink ini. Paling lo gak pernah nurutin apa maunya Yeni jadi bilang gitu " ucap Siska kesal pada Leon.


" Gue selalu turutin kok cuma Yeni mintanya gak aneh kayak lo " jawab Leon.


Siska pun merasa bertambah kesal karena dikatai aneh oleh Leon.


" Emang permintaan aku aneh ya, Mas? " tanya Siska dengan wajah cemberut.


" Iya Sayang, pake nanya lagi " ucap Reno dalam hati, mana mungkin ia berani berkata seperti itu di hadapan Siska.


" Enggak, Sayang " jawab Reno tersenyum.


Setelah itu Reno segera meminta Siska masuk ke dalam gedung kampus sebelum bertanya hal-hal yang akan berbahaya untuknya. Lagipula ia harus segera pergi ke kantor. Reno meminta Leon untuk menjaga Siska walaupun ia merasa sedikit kesal pada Leon yang hampir membuat Siska bersiap-siap membawanya ke medan perang.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2