
Setelah mengetahui jika Siska hamil, Reno bergitu protektif pada Siska. Ia tidak mengizinkan Siska pergi kemanapun ataupun melakukan sesuatu. Ia hanya mengizinkan Siska untuk pergi ke kamar mandi itu pun didampingi dirinya dan juga melakukan sholat.
Mereka juga sudah memberitahu Nadia dan Nadia merasa sangat bahagia karena dirinya akan segera memiliki adik.
" Mas, aku mau makan di luar aja " rengek Siska saat Reno melarangnya untuk keluar dari kamar.
" Enggak Sayang. Kamu di sini aja biar Mas yang ambil makanan buat kita " tolak Reno mentah-mentah.
Reno melakukan itu semua agar Siska tidak kelelahan dan nyeri lagi pada perutnya seperti tadi. Ia tidak ingin Siska dan bayi dalam kandungannya dalam bahaya.
Siska pun hanya mengerucutkan bibirnya karena itu.
" Tunggu ya, Mas gak akan lama " ucap Reno mengecup puncak kepala Siska lalu pergi keluar kamar.
Reno keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk mengambil makanan dan ternyata di sana sudah ada Nadia serta pasangan pengantin baru.
" Kok Abang sendiri? Kak Siska mana? " tanya Arisa pada Reno.
" Dek Siska di kamar. Abang keluar juga buat ambil makan siang buat kami " jawab Reno.
Reno mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi yang ada di sana.
" Kak Siska kenapa? Kak Siska baik-baik aja kan? " tanya Arisa panik.
" Gak papa kok, kamu gak perlu khawatir " jawab Reno.
" Dek Siska cuma butuh banyak istirahat aja karena Dek Siska lagi hamil " ucap Reno kemudian.
Arisa merasa sangat terkejut mendengar itu, begitu juga dengan Angga.
" Kak Siska hamil? " tanya Arisa memastikan.
Reno tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
" Nadia bakal jadi Kakak, Tante " ucap Nadia yang sudah mengetahuinya.
" Alhamdulillah " ucap Arisa tersenyum bahagia.
" Selamat ya, Bang. Aku seneng banget denger Kak Siska lagi hamil " ucap Arisa.
" Terima kasih ya, Ris " jawab Reno tersenyum.
Angga pun turut bahagia mendengar berita itu karena ia juga sempat khawatir melihat Siska yang kesakitan.
" Selamat atas kehamilan Nona Siska " ucap Angga pada Reno.
" Terima kasih ya, Ngga " jawab Reno.
__ADS_1
Angga pun menganggukan kepalanya.
" Kalau gitu biar aku siapin makanan buat Abang sama Kak Siska " ucap Arisa berdiri dari duduknya untuk mengambilkan makanan untuk Reno dan Siska.
Reno membiarkan Arisa mengambil makanan untuk dirinya dan Siska. Ia melirik Angga yang menghentikan makannya dan terlihat canggung.
" Makan aja, kamu gak perlu sungkan. Anggap aja rumah ini seperti rumah kamu sendiri, karena kamu juga anggota keluarga ini sekarang " ucap Reno pada Angga.
" Iya " ucap Angga tersenyum canggung.
Arisa memberikan sebuah nampan berisi makanan dan air putih kepada Reno.
" Ini, Bang " ucap Arisa pada Reno.
Reno pun menerima nampan itu. " Terima kasih ya, Abang ke kamar dulu. Kalian lanjutin aja makannya " ucap Reno sebelum kembali ke kamarnya.
Reno masuk ke dalam kamar lalu duduk di tepi tempat tidur. Siska ingin mengambil piring yang berisi makanan itu tapi Reno melarangnya.
" Biar Mas yang suapin kamu. Nanti kamu capek " ucap Reno meraih piring makanan Siska.
" Aku bisa sendiri, Mas. Lagian makan doang aku gak bakal capek " ucap Siska merasa masih sanggup melakukannya sendiri.
" Enggak, pokoknya Mas aja yang suapin " tolak Reno yang tetap ingin menyuapi sang istri.
Akhirnya Siska hanya bisa pasrah walaupun sedikit kesal dengan sikap Reno yang protektif dan sedikit lebay menurutnya.
Pada saat makan malam, Siska terus memaksa untuk makan malam bersama di luar walaupun Reno sudah melarangnya.
" Pokoknya aku mau makan malam di luar. Kalau enggak, aku gak mau makan " ancam Siska dengan wajah yang ditekuk.
Reno pun menghela napasnya. " Iya Sayang. Kita makan di luar " jawab Reno akhirnya.
" Nah, gitu dong dari tadi " ucap Siska tersenyum senang.
Siska pun langsung menarik tangan Reno dan mereka keluar dari kamar untuk makan malam.
Setelah selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga bersama Angga dan Arisa.
" Selamat ya atas kehamilan Kakak " ucap Arisa memeluk Siska.
" Terima kasih ya Arisa " jawab Siska membalas pelukan Arisa.
Reno hanya tersenyum melihat itu.
" Tuan, ada yang ingin saya bicarakan pada Anda dan Nona Siska " ucap Angga pada Reno.
" Jangan panggil Tuan lagi, mulai sekarang panggil Abang sama seperti Arisa " ucap Reno karena Angga masih memanggilnya begitu.
__ADS_1
" Tapi Tuan... " ucapan Angga terpotong oleh Siska.
" Gak ada tapi-tapian, Kak. Jangan panggil aku Nona juga, panggil aku Siska aja " potong Siska.
" Benar yang dikatakan Dek Siska " tambah Reno.
Reno dan Siska tidak ingin Angga merasa canggung lagi kepada mereka, apalagi panggilan itu tidak pantas karena mereka bukan majikan Angga.
" Baik, Bang " jawab Angga akhirnya.
" Terus apa yang mau kamu bicarakan sama Abang? " tanya Reno pada Angga kembali ke topik awal.
Angga melirik ke arah Arisa dan Arisa menganggukkan kepalanya.
" Saya ingin membawa Arisa pindah ke rumah yang sudah saya siapkan untuk tempat tinggal kami. Saya ingin meminta izin pada Bang Reno " ucap Angga menyampaikan tujuannya.
Ini yang Reno takutkan sebenarnya tapi ia tidak bisa melarang jika Siska ikut tinggal bersama suaminya.
" Abang sebenarnya ingin kalian tinggal di sini tapi kalau itu sudah keputusan kalian berdua Abang cuma bisa mengizinkan. Abang cuma minta kalian sering-sering main ke sini " jawab Reno dengan berat hati.
" Abang tenang aja, aku bakal sering ke sini. Apalagi Kak Siska lagi hamil jadi Arisa bakal sering tengok calon ponakan aku " ucap Arisa tersenyum.
" Harus dong itu " ucap Siska.
Mereka pun tertawa mendengar ucapan ibu hamil itu.
" Oh iya, apa kalian gak mau adain resepsi? " tanya Siska pada Angga dan Arisa.
Arisa hanya melirik Angga karena mereka tidak pernah membicarakan ini sebelumnya.
" Bukannya saya tidak ingin tapi keadaannya sekarang tidak memungkinkan. Saya baru saja mendapatkan penyerangan dan salah satu orang yang berkelahi dengan saya ada yang tewas. Kemungkinan besar mereka akan membalas dendam dan saya tidak ingin mereka juga mengincar Arisa. Jadi saya tidak ingin mengadakan resepsi dulu untuk saat ini dan saya ingin merahasiakan pernikahan kami. Saya tidak ingin Arisa berada dalam bahaya karena mereka tahu jika Arisa istri saya " jawab Angga yang memikirkan keselamatan Arisa karena orang-orang itu pasti akan membalas dendam.
" Abang setuju. Biar untuk saat ini lakukan saja semua yang menurut kami baik untuk melindungi Arisa dan juga diri kamu. Kita juga tidak akan menyebarkan tentang pernikahan kalian dan beruntung juga yang hadir hanya orang-orang terdekat kita tadi " ucap Reno setuju dengan keputusan Angga.
Setelah itu mereka pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena hari sudah semakin malam.
Tiba-tiba saja saat sedang menaiki tangga, Reno mengangkat tubuh Siska dalam gendongannya.
" Diam, Mas gak mau kamu kecapekan " ucap Reno sebelum Siska melayangkan protes.
Lagi-lagi Siska hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal dan hanya diam hingga mereka sampai di kamar.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘