
Pagi hari ini adalah pagi yang indah bukan hanya untuk Reno dan Siska saja tetapi juga untuk Nadia. Nadia merasa sangat bahagia karena ia bisa sarapan bersama lagi bersama kedua orang tuanya.
" Anak Bunda kayaknya bahagia banget pagi ini " ucap Siska karena melihat Nadia yang terus tersenyum selama sarapan.
" Nadia emang lagi bahagia, Bun. Nadia bahagia karena bisa tinggal dan sarapan bareng sama Bunda juga sama Ayah " jawab Nadia tersenyum.
Rasa bersalah pun kembali muncul dalam hati Siska karena sudah mengorbankan kebahagiaan Nadia demi egonya sendiri.
Reno yang mengetahui apa yang dipikirkan Siska pun langsung menggenggam tangan Siska agar Siska merasa tidak bersalah lagi. Siska menoleh dan tersenyum pada Reno mengatakan seolah dirinya tidak apa-apa.
" Maaf ya Sayang, kemarin Bunda kelamaan nginep di rumah Opa dan Oma " ucap Siska mengusap lembut kepala Nadia.
" Gak papa, Bunda " jawab Nadia tersenyum.
Setelah itu mereka pun melanjutkan kegiatan sarapan mereka dengan sesekali diselingi obrolan ringan.
" Ayo Sayang, kita berangkat " ucap Reno pada Nadia setelah mereka selesai sarapan.
" Iya Ayah " jawab Nadia memakai tas sekolahnya.
Siska hendak berdiri dan mengantar Reno dan Nadia sampai pintu utama tetapi tiba-tiba ia merasakan tendangan yang cukup kuat dari perutnya.
" Aw " pekik Siska kembali duduk di kursi meja makan.
Reno dan Nadia yang mendengar itu pun langsung panik dan khawatir jika terjadi sesuatu pada Siska.
" Sayang, kamu kenapa? Ada sesuatu yang sakit? " tanya Reno khawatir.
" Bunda kenapa? " tanya Nadia yang tidak kalah khawatir.
Siska mengusap perutnya dan merasakan tendangan lagi tetapi tidak sekeras tadi dan ia pun tersenyum. Kedua bayinya menendang untuk pertama kalinya dan ia tentu sangat bahagia.
" Sayang " panggil Reno karena Siska hanya diam.
" Iya Mas " jawab Siska baru tersadar karena merasa bahagia kedua bayinya menendang.
" Kamu baik-baik aja kan, Sayang? " tanya Reno masih khawatir.
__ADS_1
" Iya Mas, aku baik-baik aja " jawab Siska tersenyum.
Reno dan Nadia merasa bingung karena baru saja Siska terlihat kesakitan dan sekarang terlihat baik-baik saja, bahkan tersenyum.
" Terus tadi kenapa Bunda kesakitan? " tanya Nadia pada Siska.
Siska tidak tidak menjawab dan malah tersenyum lalu membawa tangan Reno dan Nadia ke perutnya.
" Ini alasannya " ucap Siska tersenyum.
Reno dan Nadia saling menatap bingung tapi beberapa detik kemudian mata mereka membola saat merasakan gerakan kecil di perut Siska.
" Sayang, ini? " ucap Reno menatap mereka tidak percaya.
Siska menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Bunda, ini adik-adik Nadia nendang? " tanya Nadia memastikan karena sebelumnya ia juga pernah merasakannya saat menyetuh perut Yeni dulu saat hamil Twins A.
" Iya Sayang " jawab Siska tersenyum.
Nadia terlihat sangat bahagia dan terus memegang perut Siska berharap kedua adiknya bergerak kembali. Sedangkan Reno menundukkan kepalanya dan menempelkan di perut Siska seperti biasa saat ia ingin mengajak kedua bayinya berbicara.
Kedua bayi itu pun merespon dengan memberikan tendangan yang lebih pelan sehingga tidak menyakiti Siska.
" Jagoan-jagoan Ayah ini memang pintar " ucap Reno tersenyum lalu mengusap lembut perut Siska.
Siska hanya bisa tersenyum bahagia saat melihat suami dan putrinya begitu bahagia saat mengetahui kedua bayi di dalam kandungannya menendang untuk pertama kalinya.
" Nadia gak sabar buat ajak mereka main " ucap Nadia tersenyum bahagia.
Reno dan Siska saling melirik dan melempar senyum.
" Mas, mending kalian berangkat deh sekarang. Nanti malah kamu sama Nadia terlambat " ucap Siska karena hari terus beranjak siang.
" Iya Sayang " jawab Reno karena memang mereka harus segera berangkat.
Siska ingin mengantar Reno dan Nadia ke pintu utama tapi Reno segera melarangnya dan malah Reno mengantar Siska ke ruang keluarga karena Siska menolak saat Reno ingin mengantarnya ke kamar untuk beristirahat. Sedangkan Nadia sudah berangkat lebih dulu bersama dengan Bimo karena takut terlambat jika harus menunggu Reno yang begitu mengkhawatirkan Siska.
__ADS_1
" Ingat ya Sayang, kamu harus banyak istirahat dan jangan melakukan hal-hal yang berat. Kalau butuh apa-apa, kamu panggil aja Bu Ijah " ucap Reno pada Siska.
" Iya Mas " jawab Siska karena Reno sangat protektif.
" Bu, tolong jaga istri saya ya. Jangan biarkan dia melakukan apapun dan tolong pastikan istri saya beristirahat dan makan dengan benar " ucap Reno pada Bu Ijah yang kebetulan ada di sana.
" Baik, Tuan " jawab Bu Ijah dengan senang hati akan menjaga Siska yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.
Siska hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat itu.
" Mas cepet sana berangkat. Nadia aja sudah berangkat dari tadi sama Bimo " usir Siska karena Reno akan terus memperingatinya sesuatu.
" Iya Sayang " jawab Reno setelah melihat jam di pergelangan tangannya.
" Mas berangkat dulu " ucap Reno lalu mencium kening Siska.
" Iya Mas, hati-hati di jalan " jawab Siska yang tak lupa juga mencium tangan Reno.
" Assalamualaikum " ucap Reno.
" Walaikumsalam " jawab Siska serta Bu Ijah yang masih di sana.
Setelah itu Reno pun langsung keluar dari rumah dan berangkat bekerja atau ia akan benar-benar terlambat.
" Nyonya ingin memakan sesuatu? " tanya Bu Ijah pada Siska setelah Reno benar-benar pergi.
" Hmm, saya mau makan buah, Bu " jawab Siska yang ingin memakan sesuatu yang tidak berat.
" Baiklah, saya ambil sebentar Nyonya " ucap Bu Ijah dan Siska pun menganggukkan kepalanya.
Bu Ijah pun segera pergi ke dapur untuk menyiapkan buah potong untuk Siska.
Sembari menunggu, Siska memilih menyalakan televisi karena ia memang sedang malas melakukan apapun sekarang apalagi dengan perutnya yang besar.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘